"Aku mau snow globe"ulangku yakin
Bisma menghela nafas kemudian menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Ayo!"ujarnya sembari berjalan mendahuluiku
***
Aku berjingkrak senang, melambaikan tanganku ke arah Bisma. Pria itu tersadar kemudian mempercepat langkahnya dan mengikuti arah pandanganku.
"Aku mau yang itu..bagus"ujarku sembari menunjuk snow globe dengan bunga mawar di dalamnya.
Bisma menatapku. Dan aku membalasnya dengan tatapan penuh harap.
"Ayolah..aku sangat menyukainya. Aku mau itu"rengekku
"Jawab dulu pertanyaanku, dan aku akan memikirkannya"Bisma
"Apa?"tanyaku cepat
"Mana yang lebih kau sukai, aku atau snow globe itu?"Bisma
Aku tak langsung menjawab. Aku keheranan dengan pria di hadapanku ini. Sebenarnya kenapa dia?
Namun, aku teringat ucapannya tadi saat ia menolak membelikanku boneka.
"Aku tetap lebih menyukaimu. Snow globe itu kan hanya benda mati"jawabku setelah beberapa saat berpikir
Bisma tersenyum kemudian menarikku memasuki toko tersebut. Dia membelikan snow globe itu untukku. Yes. Aku merasa menang.
Seusai membayar snow globe untukku, Bisma segera mengajakku keluar dan duduk di sebuah bangku yang hanya muat untuk dua orang.
"Makasih Bisma..."ucapku
Bisma tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
Tatapan Bisma beralih ke arloji mahal di tangannya.
"Sudah hampir jam makan siang. Kau mau makan apa?"Bisma
"Apa saja terserah kamu"balasku
Bisma mengangguk lagi. Sesaat kemudian ia bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
"Setelah ini kau bisa langsung mengantarku pulang, karena jam kuliahku juga sebentar lagi selesai"ujarku
"Tidak. Habis ini aku ingin mengajakmu nonton. Kau bisa pilih film nya"Bisma
Wahh...aku menganga tak percaya sebelum akhirnya mengangguk antusias.
*
Seperti yang Bisma katakan, setelah makan siang, kami nonton di bioskop yang ada di mall itu, dan aku yang memilih filmnya.
Kini, aku dan Bisma duduk bersebelahan di dalam mobil Bisma. Entah kemana lagi ia akan membawaku kini.
"Sekarang kita mau kemana? Udah hampir sore"kataku
"Ke rumahku. Semua keperluanmu sudah aku siapkan, jadi kau tak bisa menolak"Bisma
"Kok sepihak gitu sih? Lagian mau ngapain ke rumahmu?"kesalku
"Aku capek, pengen istirahat"Bisma
"Kau bisa mengantarku pulang dulu baru setelah itu istirahat"
"Aku masih ingin bersamamu"balas Bisma membuatku terdiam
Antara senang, malu, dan masih tersisa sedikit rasa kesal. Sepertinya pipiku memerah.
*
Aku meregangkan badanku yang terasa pegal-pegal. Tunggu! Sepertinya ini bukanlah mobil Bisma.
Aku membuka mataku dengan sempurna dan melihat kesana-kemari sembari berpikir, dimana tempat ini.
Ah...aku ingat. Ini adalah rumah Bisma. Tepatnya aku baru saja bangun di sebuah kamar yang dulu pernah ku gunakan sebentar untuk mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BELOVED FIANCE (LovelyChick1) (Completed✔)
ChickLit#44 in chicklit (16-12-2017) #68 in chicklit (24-12-2017) #69 in chicklit (13-12-2017) Usia 19 tahun dan aku di jodohkan? Fine. Karena aku tak dapat menolak, atau ayah pasti akan memarahiku habis-habisan. BISMA. Seorang pria dengan wajah santainya...
