Pagi Hari
"mas... bangun mas" panggil Tiara dengan lembut sambil menepuk nepuk pelan bahu suaminya.
"berisik!!!, apa tidak bisa diam mulut kau itu, huh? KELUAR!"
Aldean kembali beringsut untuk mencari posisi tidur ternyaman.
"mas..bangun mas..ini udah jam enam" tak berputus asa Tiara terus membangunkan suaminya.
Karena kesal tidurnya diganggu sedari tadi, tiba tiba dengan satu gerakan Aldean bangkit dan mulai menarik rambut istrinya dengan sekuat tenaga.
"kau tidak mengerti bahasa Indonesia, iya? Aku dari tadi bilang keluar dari kamarku. Apa kau tidak mengerti?"
" sudah jam enam pagi mas, nanti kamu terlambat." Jawabnya sambil menahan rintihan akibat tarikan kuat Aldean pada rambutnya.
" kalo aku terlambat, apa urusannya sama mu, huh? Tidak ada kan. Aku ini Bos, tidak ada sanksi yang akan aku terima kalau aku terlambat."
Tiara tampak melenguh sambil memegang rambutnya berharap tarikannya tidak tambah kuat, Tiara tampak menarik nafas.
"seharusnya kamu memberikan contoh kepada bawahan kamu supaya mereka bisa meniru dari kedisiplinan Bos nya." Tiara berkata dengan lembut agar Aldean bisa mengikuti sarannya.
" makin nyolot aja kamu ya. Siapa kau ini rupanya? Berani berani nya mengatur hidupku, tidak bisa diam mulutmu itu, huh? Sini kau biar tau rasa"
Aldean semakin menarik rambut Tiara menyebabkan kepala Tiara semakin mendekat ke wajah Aldean. Tiba tiba secepat kilat Aldean melahap dengan rakus bibir wanita itu. Bukan ciuman sepasang kekasih yang terjadi pada mereka saat ini, melainkan sebuah hukuman kepada Tiara saat ini.
Aldean teringat bahwa sudah hampir satu bulan dia belum menyiksa seorang wanita. Karena hal itulah dia memulai lagi kebiasaan lamanya sekaligus ditambah kondisinya saat ini yang sedang marah kepada Tiara karena hidupnya diatur oleh wanita itu. Ditengah ciuman panas mereka, dengan kelihaiannya, Aldean mulai menyelipkan bibir bawah Tiara di antara gigi nya, dan tanpa ragu ragu, Aldean gigit bibir wanita itu dengan kuat.
" Awwwww....." pekik Tiara kurang jelas. Tiara mulai meronta ronta menjauhi bibir Aldean dari bibirnya. Namun sama saja , tanaga pria jauh lebih kuat dari wanita.
Aldean terus menggigit bibir istrinya itu. Karena semakin tidak tahannya, Tiara mulai meneteskan air matanya. Disatu sisi rambut Tiara ditarik suaminya sementara disisi lain suaminya masih setia menggigit bibir wanita itu tanpa ampun.
Setetes darah telah mengalir indah di dagu mulus Tiara. Aldean masih setia menggigitnya padahal dia sudah melihat darah segar mengalir di wajah wanita itu.
Akhirnya Aldean melepaskan gigitannya di bibir Tiara dan melepaskan tangannya dari rambut wanita itu sambil menghempaskannya.
Kini sebercak darah milik Tiara juga mengenai bibir bawah Aldean.
"bagaimanna? Mau lagi ?" kata Aldean sambil menjilati darah di bibirnya. Seringaian muncul di bibirnya.
Tiara hanya bisa menangis sambil memegangi bibirnya itu. Aldean mulai bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Setelah mendengar kepergian Aldean, Tiara bangkit dari ranjang itu kemudian dia pergi untuk mengobati luka di bibirnya.
Setelah mengobati bibirnya, Tiara menyiapkan baju kerja suaminya. Walaupun tidak terlalu tahu, dia tetap mempersiapkan perlengkapan suaminya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Setelah itu dia turun ke bawah menyiapkan serapan pagi.
Lama dia di dapur. Ketika dia sedang menyiapkan peralatan makan tiba tiba terdengar teriakan dari suaminya itu.
" Bibi....,Bi..., Bi Minahhhhh..." suaranya menggelegar sampai ke bawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Darkness
RomanceDarkness, itulah kata yang tepat untuk mendiskripsikan hidupku. Aku buta secara fisik, namun tidak hatiku. Instingku selalu mengatakan hal yang benar, itulah kata kakakku. Aku hanyalah seorang gadis buta yang dimanfaatkan seorang pria kejam untuk me...
