Alhamdulillah aku udah nepati janji aku utk ngelanjutin cerita gaje aku ini. Selamat membaca para readers ku tercintahhh 💞😘💓
Aldean mengunci Tiara kemudian berjalan ke arah ranjang. Dia terduduk mengingat perlakuaan buruk yang baru saja dilakukannya terhadap istrinya itu. Emosinya mendadak naik ke permukaan kala wanita itu menyebut kata keluarga.
Dia sama sekali tidak bisa mengontrol dirinya ketika amarah sedang menguasai jiwanya. Andai saja tadi dia tidak melihat ke arah mata hazel itu, dia pastikan wanita itu telah kehabisan nafas dan berujung mati di tangannya sendiri.
Oleh sebab itu Aldean langsung menghentikan perbuatannya dan mengunci wanita itu di dalam kamar mandi agar dirinya tidak bertindak lebih lanjut terhadapnya.
Kesal memang yang dirasakan Aldean. Seluruh whiskey yang memenuhi ruangan nya itu dibuang dengan percuma oleh wanita itu. Bahkan ada vodka yang diproduksi terbatas di dunia dan dia menyesali dirinya yang tidak bisa menyesap minuman tersebut dikarenakan wanita itu.
Mungkin nanti dia akan membeli dan memulai dari awal lagi untuk mengoleksi semua minuman berkelas tersebut.
Aldean mulai tidur dan mencoba memejamkan matanya. Setelah beberapa menit, dia masih terus terjaga walau matanya terpejam. Dia mencoba mengganti posisi tidurnya dan mencari posisi ternyaman. Kegelisahan yang tiba tiba melandanya mungkin menjadikan dirinya terus terjaga.
Pria itu mengambil gadget nya dan mulai bermain games. Ini di luar kebiasaanya, biasanya dengan bermain gadget selama 15 menit saja bisa membuatnya tertidur. Namun kali ini berbeda. Bukan pengantar tidur, malahan pengantar pusing di kepalanya karena hampir dua jam lebih dia bermain gadget dan selama itu dia tidak merasakan tanda tanda ingin tidur kembali.
Sudahi bermain gadget kamu mas, kamu pasti lelah
Dari mana suara itu? Suara Tiara? Bukannya wanita itu masih aku kunci di dalam kamar mandi? Ah bodo
Kegelisahan semakin membuat dirinya tidak nyaman, dia tidak tahu sesuatu apa yang membuatnya gelisah seperti itu.
"Mengapa aku gelisah seperti ini?" Tanyanya monolog pada dirinya.
Dia melihat ke arah jam LED kubus di samping tempat tidurnya, 2.03 am. Sudah jam 2 tapi dia masih juga terjaga di tengah malam yang semakin larut. Sepertinya duduk di balkon rumah menjadi pilihan terbaiknya saat ini.
Aldean berjalan dan duduk di satu kursi santai di balkon kamarnya. Sambil memperhatikan langit, dikelurkannya sebatang rokok dari huniannya dan mulai dinyalakannya api di salah satu ujungnya.
Mas, kamu jangan merokok lagi ya, aku mohon tolong dengarkan kata kata aku ini Mas.
Tiba tiba terdengar bisikan tersebut di telinganya. Dia mengingat Tiara sering mengatakan hal demikian. Aldean kesal, mengapa di setiap tindakannya, dia selalu mendengar bisikan perkataan wanita itu. Padahal wanita itu sedang berada di kamar mandi tapi mengapa sosok wanita itu selalu hadir di setiap tindakannya. Aldean kesal dan membuang rokok itu ke sembarang lantai.
Kegelisahaan yang menghantuinya dan kehadiran sosok yang tidak diinginkan di setiap perbuatannya membuatnya semakin kesal.
"Mengapa ada suara wanita itu? arghhh" dia semakin pusing memikirkan hal itu.
Dia penasaran apa yang sedang dilakukan wanita buta itu di dalam kamar mandi. Pasti dia sedang termenung tanpa kegiatan.
Aldean kemudian berjalan ke kamar mandi untuk memastikan wanita buta itu. Dibukanya pintu kamar mandinya. Wanita itu terlihat meringkuk terbaring di lantai kamar mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Darkness
عاطفيةDarkness, itulah kata yang tepat untuk mendiskripsikan hidupku. Aku buta secara fisik, namun tidak hatiku. Instingku selalu mengatakan hal yang benar, itulah kata kakakku. Aku hanyalah seorang gadis buta yang dimanfaatkan seorang pria kejam untuk me...
