Sorry telat my readersss👀💕💕😘, baru sempat. Makasi masih setia menunggu. Hadiah untuk kalian, 2 part yg aku jadikan 1 😉😊. Langsung aja check it out.
Aldean kemudian kembali ke kantor dengan mengendarai mobilnya.
Bukan Jakarta namanya kalau tidak macet. Hal inilah yang sangat dibenci oleh Aldean. Sangat membuang buang waktu jika terjadi kemacetan.
Dilihatnya arloji yang melingkar di tangan kirinya, sudah hampir jam sebelas. Itu artinya sudah hampir satu jam dia berada di dalam mobil, padahal jarak antara kantor dengan hotelnya hanya berkisar sepuluh kilometer.
Hufff, gimana ini
Aldean kemudian menghubungi seseorang.
Tuttt tuttt
"Hallo Pak, bapak dimana? baru saja saya mau menghubungi bapak" kata seseorang di seberang sana.
"Saya terkena macet, tolong gantikan saya dengan Ricky, melihat kondisi yang seperti ini sangat tidak mungkin saya bisa tiba dalam sepuluh menit." Perintahku padanya.
"Baik pak, perintah segera saya laksanakan." Kata Rani selaku sekretaris.
"Okey"
Tuttt...
Telepon diakhiri.
Melihat kondisi seperti ini membuat kepala Aldean sungguh pusing. Dia sudah tahu pasti seperti ini akhirnya. Sebenarnya dia ingin menolak mengenai tempat pertemuan kerjasamnya di hotel Megara Jakarta, tapi itu adalah permintaan dari mereka. Jadi tidak mungkin dia menolak.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu, dan tibalah Aldean di kantornya. Dia mulai memasuki lobby perusahaan dengan tampang dinginnya, karena mood nya sedang jelek saat ini.
Lalu dia menaiki lift, sampailah dia di ruangannya. Dia ingin menghadiri pertemuan dengan bagian marketing tadi, tapi itu sangat tidak mungkin melihat dia sudah telat satu setengah jam. Pasti beberapa orang yang hadir akan menganggapnya tidak konsisten dengan waktu. Lebih baik dia mengevaluasi dokumen dokumen beberapa bulan terakhir.
Aldean tengah sibuk menyatukan laporan demi laporan dari masing masing bagian dengan data perusahaan.
Semakin sibuknya Aldean, dia sampai lupa kalau jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.
Datanglah Ricky dengan pakaian rapinya lengkap dengan wajah tampannya.
"Gimana udah selesai?" tanya Aldean kepada temannya.
"Udah, emangnya loe kemana tadi?" tanya Ricky.
"Kena macet gua" kata Aldean tanpa melihat temannya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Ricky sambil mengambil air minum di kulkas ruangan kantor Aldean.
"Yess" jawab Aldean singkat sambil tersenyum.
"Wowww, congrats untuk kita" tawa Ricky memecah ruangan.
"Apaan sih, lebay banget loe" ketus Aldean.
"Yan, gua bukan lebay, tapi ini sungguh amazing, kita kerjasama dengan perusahaan Cina terbesar di Asia."
"Biasa saja" ketus Aldean sekali lagi.
"Lo kesambet apa hari ini? Kok aneh banget. Berantem lagi sama Tiara?" Jawab Ricky satelah meneguk habis air di gelas.
Aldean pun kemudian memberhentikan sejenak aktivitasnya.
"Perlu gua cerita? Okey pertama gua kena macet dua setengah jam, dan itu sungguh membosankan dan membuang buang waktu gue. Kedua, mengapa audit perusahaan bulan lalu berbeda dengan hasil laporan masing masing bagian?" jelasnya panjang lebar
KAMU SEDANG MEMBACA
Darkness
RomansaDarkness, itulah kata yang tepat untuk mendiskripsikan hidupku. Aku buta secara fisik, namun tidak hatiku. Instingku selalu mengatakan hal yang benar, itulah kata kakakku. Aku hanyalah seorang gadis buta yang dimanfaatkan seorang pria kejam untuk me...
