AUTHOR POV
Hari ini adalah hari kedua Aldean dan para pimpinan perusahaan berada di pulau tujuan yaitu Kalimantan tempat mega project nya akan dibangun. Mereka sudah beristirahat satu hari sebelumnya sehingga mulai hari ini aktivitas sudah bisa berjalan sesuai schedulle yang ditetapkan.
Beberapa bulan lalu, Ricky dan beberapa rekannya sudah diturunkan terlebih dahulu ke lokasi untuk melakukan survey wilayah, mengurus berbagai administrasi legalitas, dan perizinan.
Ketika hal tersebut sudah selesai, tibalah saatnya Aldean dan pimpinan tinggi perusahaan dari setiap divisi turun ke lokasi untuk menjalankan kegiatan selanjutnya.
Satu bulan ini, mereka akan fokus beberapa hal diantaranya pengembangan strategi dan perencanaan bisnis kualitas tinggi untuk memastikan keselarannya dengan tujuan jangka pendek dan panjang perusahaan. Lalu fokus terhadap pengorganisasian pekerjaan proyeknya. Sehingga diharapkan pada minggu ketiga atau keempat, sudah dilakukan pembangunan dari proyeknya.
Sejak jam 8 pagi, para top management perusahaan sedang melangsungkan meeting penting di sebuah ruang pertemuan hotel mewah Balikpapan tempat dimana mereka juga menginap. Atmosfer ruang meeting terasa sangat serius dan menegangkan kala setiap individu dari masing masing divisi menyampaikan presentasi mereka terkait strategi dan perencanaan proyek.
Peluncuran proyek terbaru mereka yang diberi nama Megara Borneo City atau disingkat MBC tersebut akan mengusung konsep Premium Apartment yang terletak di superblok modern terdiri dari apartemen, gedung perkantoran, hotel bintang lima, pusat pembelanjaan mewah serta ruang terbuka hijau yang saling terkoneksi satu dengan yang lainnya. Aldean dan semua timnya sangat yakin, mahakarya yang akan diluncurkannya di Kota Balikpapan ini memiliki potensi pasar yang tinggi dalam beberapa tahun kedepan mengingat provinsi tersebut sudah menjadi tempat ibukota baru Indonesia dimana pusat pemerintahan dan sektor usaha akan dimulai juga di sini.
Semua top dan beberapa perwakilan middle management perusahaan masih terus menyampaikan ide, gagasan, inovasi dan perbaruan yang akan diusung di dalam proyek mereka untuk mendapatkan strategi pembangunan sustain sehingga terjadi peningkatan terhadap profit perusahaan.
Aldean mendengarkan dengan baik semua gagasan dari rekannya sambil sesekali menautkan alis dan berfikir ke depan. Dia sangat mempertimbangkan segala kemungkinan high risk dan high return untuk perusahaannya.
Selaku CEO yaitu seorang yang sangat visioner di dalam perusahaan, dia menyampaikan sedikit sanggahan dan perbaikan terhadap ide dan gagasan rekannya sehingga didapatlah satu konsep yang tepat.
Ya sedikit berbeda pemikiran Aldean dengan rekan rekannya. Itulah perbedaan yang cukup nyata antara pimpinan tertinggi perusahaan dengan beberapa orang struktural di bawahnya dimana seorang pimpinan memiliki pemikiran brilliant yang mampu menilik lebih jauh potensi kemungkinan di masa yang akan datang.
Aldean adalah seorang pria yang smart dan mempunyai pemikiran yang bagus. Namun, entah mengapa semua hal itu hilang ketika dirinya berada di hubungan percintaannya. Otak pria itu seolah nge stuck ketika memikirkan hal itu. Jiwa visionernya hilang dan mengalami kesulitan saat berfikir siapa yang lebih berpotensi membawa pengaruh baik pada dirinya, Sandra ataukah Tiara.
Mereka masih terus membahas topik topik tersebut dan setiap dua jam terdapat coffee break untuk mengistirahatkan sejenak pikiran mereka. Pada saat jam 12 siang, mereka berhenti untuk lunch, istirahat atau melakukan hal lainnya lalu setelahnya rapat dilanjutkan kembali.
Jam sudah menunjukkan ke arah 5 dimana sudah saatnya pekerjaan dihentikan. Meski masih banyak hal yang perlu dibahas, Aldean memilih mengakhirinya mengingat sudah waktunya rekannya kembali ke kamar hotel untuk beristirahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Darkness
RomansaDarkness, itulah kata yang tepat untuk mendiskripsikan hidupku. Aku buta secara fisik, namun tidak hatiku. Instingku selalu mengatakan hal yang benar, itulah kata kakakku. Aku hanyalah seorang gadis buta yang dimanfaatkan seorang pria kejam untuk me...
