"Kadang rindu seseorang bukan karena lama tak bertemu, tapi karena apapun yang aku lakukan, aku berharap kamu disampingku"
***
Sebulan sudah daffa pergi ke prancis dan meninggalkan sebuah status hubungan jarak jauh diantara keduanya. Hari ini adalah hari terakhir nana melaksanakan ujian sekolahnya.
Nana duduk dipinggir lapangan basket ia melihat para adik-adik kelasnya yang tengah bermain bola berwarn jingga itu. "miss you" nana menghela nafasnya berat ketika ia teringat akan sosok kekasihnya itu. ia begitu sangat merindukan pria yang sudah Sembilan bulan ini menjadi kekasihnya.
Ia rindu daffa yang yang selalu membuatnya kesal, daffa yang selalu menggodanya dan daffa yang selalu mampu membuat getaran-getaran aneh pada jantungnya.
Nana mengambil ponselnya dan menyalakan ponsel itu namun dilayarnya tidak ada satupun notifikasi dari daffa. Ya, sudah seminggu ini daffa tidak menghubunginya sama sekali bahkan daffa juga tidak mengacuhkan pesan dan panggilan telepon nana.
Nana sangat khwatir dan cemas dengan kondisi daffa saat ini.
"Woy!" nana tersentak begitu sebuah suara dan tangan yang menepuk bahunya,dia adalah wilona gadis itu duduk disampingnya dan memberikannya sekotak milo dingin.
"Melamun aja lo! Mikirin apa sih?" tanya wilona.
Nana memainkan kotak susu tersebut tanpa berselera untuk meminumnya. Ini pertama kalinya ia tidak bernafsu dengan coklat, entahlah.
"Dia masih belum ngasih kabar?" tanya wilona menebak.
Nana menggeleng "Belum" jawab nana.
Wilona mengelus bahu nana untuk memberikan kekuatan kepada gadis itu "Sabar na. mungkin daffa lagi sibuk ngurusin bisnis disana"
"Iya gue tau kok" nana tersenyum kepada wilona namun detik berikutnya ia kembali memikirkan sosok daffa yang mendadak menghilang itu.
"Gimana kabar kamu?"
"Kamu baik-baik aja kan disana?"
"Kamu kangen gak sih sama aku?"
"seperti aku yang merindukan hadir mu disini"
***
Nana pulang kerumahnya dan dirumahnya seperti biasa sunyi jika disiang hari seperti saat ini. kedua orang tuanya sibuk kerja sedangkan sang kakak sibuk dengan kuliahnya membuat kegalauan nana semakin meningkat.
***
"Gimana ujian kamu?" tanya yopi yang masuk kedalam kamar sang adik dengan membawa beberapa potong kue coklat dan meletakkannya diatas meja belajar nana.
Nana menoleh ke sang kakak yang duduk dikursi yang ada disamping meja belajarnya.
"Lancar kok! Hehehe" jawab nana kemudian gadis itu kembali sibuk menonton drama koreanya kembali.
"Dia udah ngasih selamat kekamu?" tanya yopi.
"Siapa?"
"Daffa"
Nana teridam beberapa detik "Belum. Mungkin dia sibuk kak" jawab nana mencoba meyakinkan sang kakak.
"Sesibuk-sibuknya dia kalau dia emang ngerti pasti dia bakal ngabarin kamu. Walaupun hanya sebuah pesan"
Ya, kakaknya itu 100 % benar. Tidakkah sedikit saja daffa tidak memikirkan dirinya disini. Sebulan ditinggal dan seminggu sudah tanpa kabar tidakkah pria itu sudah cukup keterlaluan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chocolate Crush
Novela Juvenil"Semudah coklat yang mampu membuatmu tersenyum setiap kali memakannya. Semudah itu juga senyummu mampu membuatku jatuh cinta disetiap harinya." Kisah cinta dua insan dari dua watak yang berbeda. Adena dengan kegilaannya dnegan coklat dan dengan trau...
