Gue heran, kenapa lo tenang cuma pas lagi tidur?
•Mileno Adhyastha•
Pagi ini Milly tak terlalu bangun kesiangan, karena bantuan alarm alami dari sang Mama dan perkakas dapurnya.
Gimana gak mau bangun, Mira berdiri di depan kamar sambil nabuh wajan pake spatula, di kombinasikan dengan teriakan supernya.
Padahal Milly baru saja terlelap 4 jam-an lalu. Bahkan kamarnya saja masih terlihat seperti kapal pecah. Tapi ia tak peduli.
Kini Milly sedang mengikat tali sepatunya di depan rumah.
Dilihatnya Milen keluar dari rumah tepat di hadapan Milly dengan seragam sekolah yang rapi. Saat ini dia sedang bersiap-siap naik motor.
Milly yang melihat itu sontak berdiri. Berteriak tanpa peduli sekitar.
"Pagi Milen." sapanya ramah disertai senyum manis.
Milen hanya memandangnya sesaat kemudian menancapkan gas, meninggalkan Milly yang kini masih senyam-senyum.
Mira datang menghampiri gadisnya.Mengikuti arah pandang Milly. Ia mengangguk, mengerti apa yang ada dipikiran gadisnya ini. Masalah remaja.
"Ngapain bengong disini. Kamu gak mau berangkat juga?" tegur Mira yang kini sudah ada di belakang Milly.
Milly menoleh kebelakang, memamerkan senyum manisnya. Kemudian menyalami tangan sang Mama.
"Eh, Mama. Milly berangkat, ya. Assalamualaikum."
Baru mau mulai melangkah, kaki Milly tersandung tali sepatunya sendiri. Ternyata dia salah mengikat tali. Milly mengikat tali sepatu kanan dan sepatu kiri menjadi satu.
Alhasil, sekarang ia terjerembab dihadapan Mamanya sendiri.
"Duh, sayang sakit, yah? Kasihan anak Mama." goda Mira pada gadisnya.
"Ish, Mama jelas sakit ini. Bantuin." Milly mengulurkan tangannya yang langsung digapai Mira.
"Makanya jangan banyak berkhayal. Salah ngiket sendiri, kan?" Mira tau kalau Milly pasti tidak fokus karena melihat Milen tadi.
Milly mencebikan bibirnya. Setelah tali sepatu terikat dengan benar ia pamit sekali lagi pada Mira. Berjalan dengan langkah sedikit tertatih, karena lututnya tergores aspal.
Nasib-nasib masih pagi udah kaya Malin kundang minta ampun ke Ibunya tadi.
Dari jauh Milly masih dapat mendengar, Mira berteriak menyuruhnya hati-hati.
Milly merasa bersyukur memiliki Mira. Karena biarpun terkadang merasa kesal, tapi Milly tau Mama dan Papa-nya sangat menyayanginya.
🐾🐾🐾
Ibu Atikah, Guru sejarah kini sedang menerangkan perihal zaman pra-aksara, tentang manusia purbakala di hadapan siswa kelas XI Bahasa 2, kelas Milly tepatnya.
Tapi nampaknya Milly lebih asik dengan dunianya sendiri, dia yang duduk di barisan tengah nomor 3 dari depan. Milly tertidur sepanjang satu jam pelajaran ini, sisa 1 jam pelajaran lagi. Tapi rasa kantuknya masih enggan pergi.
Bagaimana tidak mengantuk, kalau Bu Atikah saja menerangkannya dengan suara lemah lembut, apalagi yang dibahas zaman pra aksara, terdengar seperti sedang membacakan dongeng ditelinga Milly. Membuatnya ingin terlelap saja, apalagi Mira membangunkan-nya dengan cara yang absurd tadi pagi.
Tangannya ia gunakan sebagai bantal, buku pelajaran kini beralih fungsi sebagai tembok, untuk menutupi wajahnya yang tertunduk tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
INTUISI
Teen Fiction"Kenapa lo selalu mengusik hidup gue!" "Karena aku suka sama kamu." "Jauh-jauh dari hidup gue!" "Gak bisa. Intuisiku ngarahnya ke kamu, apa masih kurang jelas?" ~~~ Ini adalah kisah dimana perjuangan, pengorbanan, dan pengharapan seorang -Millynea A...
