Pertengkaran kecil kembali terjadi antara Elena dan Kynnan hanya karena Kynnan memutuskan untuk membeli sepasang gaun dan jas baru untuk mereka pakai diacara amal tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan Elena. Padahal sebelumnya mereka telah sepakat untuk memakai pakaian yang mereka bawa, itu yang menjadi inti dari kekesalan Elena padanya.
"Jadi kau ingin memakainya atau tidak?" tanya Kynnan sembari memegang gaun milik Elena.
"Tidak." Jawab Elena singkat.
"Baiklah, kau akan memakainya. Lebih baik sekarang kau mandi dan bersiap. Acaranya akan mulai jam tujuh malam ini." kata Kynnan sembari mendorong Elena ke kamar mandi.
"Bisakah aku menolakmu kali ini saja?"
"Aku tidak menerima penolakan." Kata Kynnan lalu menutup pintu kamar mandi setelah Elena berada didalam.
"Aku tidak ingin ada perias wajah yang datang, biar aku melakukannya sendiri!" teriak Elena.
"Okay, Princess."
Elena hanya bisa menggerutu dalam hati karena Kynnan tidak menuruti apa kemauannya. Padahal bagi Elena, uang yang Kynnan habiskan hanya untuk membeli sepasang gaun dan jas ini bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Namun itulah Kynnan Orlando, semua orang akan kalah bila beradu argumen dengannya.
Elena selesai mandi lebih cepat dari biasanya karena Kynnan juga pasti ingin menggunakan kamar mandi. Sesaat setelah ia keluar, Kynnan segera masuk dan mengunci pintunya. Elena duduk didepan meja rias dan mulai merias wajahnya. Ia selalu merias wajahnya dengan riasan yang sederhana, karena Elena tidak suka riasan wajah yang terlalu tebal yang membuat wajahnya terasa berat. Begitu pula dengan rambut, Elena hanya menggelung rambutnya kedalam dengan tampilan modern namun terlihat cocok dalam acara formal.
Elena memperhatikan gaun yang berada diatas tempat tidur. Gaun berwarna biru tua polos tanpa lengan itu terlihat sangat mewah dengan pemilihan bahan yang tepat. Disebelah tempat tidur terdapat sepasang sepatu berwarna silver untuknya dan sepasang sepatu hitam milik Kynnan. Ia mengambil gaun tersebut dan membawanya kedepan cermin, mencoba melihat apakah gaun tersebut cocok untuk ia pakai atau tidak.
"Aku berani menjamin kalau kau sangat cantik saat memakai gaun itu." Kata Kynnan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Elena dari belakang.
"Kynnan, lepaskan! Badanmu masih basah!" kata Elena berusaha melepaskan diri dari Kynnan.
Sesungguhnya jantung Elena berdegup kencang saat Kynnan memelukanya. Tubuh Elena yang hanya tertutup oleh jubah mandi dan Kynnan yang bertelanjang dada membuat dirinya sangat gugup dan berusaha melepaskan diri dari Kynnan.
Kynnan mendaratkan sebuah ciuman di leher kanan Elena lalu melepaskan pelukannya. "Aku lupa kalau kita harus bersiap sekarang."
Elena hanya mengangguk sebagai jawabannya. Ia tidak bisa banyak berkata karena melihat Kynnan tanpa sehelai benangpun yang menutupi badan atletisnya masih sebuah hal yang tabu bagi Elena. Dengan cepat Elena berusaha mengenakan gaunnya, namun ia kesulitan untuk meraih retsleting yang berada dipunggungnya.
"Kynnan," panggil Elena. "Bisakah kau membantuku?"
"Tentu saja." Kata Kynnan yang segera menghentikan dirinya memakai kemeja dan membantu Elena menaikkan retsleting gaunnya.
"Terimakasih." Kata Elena lalu tersenyum pada Kynnan.
Kynnan membalasnya dengan senyum khas miliknya. "Kita akan langsung berangkat setelah aku selesai berpakaian."
Elena mengangguk setuju dan segera membantu Kynnan merapikan pakaian yang dipakainya.
***
Ballroom hotel tempat acara amal diadakan sudah mulai ramai oleh para tamu undangan. Acara baru akan dimulai tigapuluh menit lagi, seluruh tamu memanfaatkan waktu untuk saling bercengkrama dan menikmati makanan ringan yang disediakan oleh pihak penyelenggara acara amal malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kylena
General Fiction[COMPLETED] Bagaimana jika tiba-tiba kau diajak menikah oleh seseorang yang bahkan baru kau kenal? Bagaimana kehidupanmu selanjutnya? Bahagiakah, atau malah sebaliknya? cover pict source: pinterest
