26

58.1K 2.3K 12
                                        

Elena sangat terkejut saat mendapat kabar Kynnan mengalami kecelakaan saat di Balboa Park tadi, jantungnya seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat. Ia dan Taylor segera menuju ke rumah sakit tempat Kynnan dirawat. Seluruh pikiran Elena saat ini hanyalah Kynnan, ia sudah tidak peduli dengan dirinya sendiri sekarang.

"Lewat sini, Nyonya." Kata Taylor sembari menunjuk sebuah koridor panjang menuju gedung rumah sakit lainnya. Tanpa berkata apapun Elena mengambil langkah cepat berjalan dibelakang Taylor menyusuri koridor rumah sakit itu. Tiba-tiba Taylor berhenti saat melihat seorang dokter perempuan berjalan kearahnya. "Dokter Anita."

"Sudah berapa kali aku bilang untuk jangan membiarkannya menyetir sendirian, Taylor?" kata Dokter yang bernama Anita itu pada Taylor.

"Maaf, tapi ini bukan salah Taylor. Kynnan memang meminta Taylor untuk menjagaku. Sebelumnya ia tidak pernah seperti ini meski menyetir sendirian." Potong Elena.

"Ah, kau pasti Elena," kata Anita sembari tersenyum. "Saya Anita, dokter pribadi keluarga Orlando."

"Salam kenal, Anita," kata Elena. "Bagaimana keadaan Kynnan?"

"Kynnan dalam kondisi baik. Untungnya dia tetap bisa menjaga kesadarannya hingga tiba disini," jelas Anita. "Hanya memar dan luka ringan dibeberapa bagian tubuhnya, namun tadi terpaksa saya berikan obat penenang pada Kynnan agar ia tidak merasa sakit saat lukanya dibersihkan dan diobati. Alasan lainnya karena saya malas mendengar umpatannya apabila lukanya diobati saat Kynnan dalam posisi sadar."

Elena sedikit tenang mendengarnya. "Syukurlah kalau begitu."

"Namun Kynnan harus tetap berada di rumah sakit sampai kondisinya kembali membaik. Dia juga harus menjalani beberapa terapi agar bisa kembali berjalan seperti semula. Jadwal terapi akan kuberitahukan padamu nanti."

"A-apa yang terjadi dengan kakinya?"

"Kau tidak usah panik, Elena. Kaki Kynnan terjepit oleh badan mobil selama beberapa saat membuatnya susah berjalan. Kynnan mengeluh tidak dapat merasakan kakinya, namun hasil pemeriksaan menunjukkan kaki Kynnan baik-baik saja. Ia hanya butuh menjalani serangkaian terapi dan latihan berjalan untuk memaksimalkan kerja otot kakinya kembali."

Elena tersenyum mendengarnya. "Terimakasih, Anita."

"Saya ingin meminta maaf sebelumnya, Elena," kata Anita. Ia menghembuskan napas sebelum melanjutkan ucapannya. "Kynnan sempat bilang kalau tidak ingin dikunjungi olehmu. Aku sendiri tidak tahu apa alasannya."

"Tapi kau tetap boleh berada disini menjaga Kynnan. Saya juga akan memberitahukan semua perkembangan Kynnan padamu, kau tidak perlu khawatir. Bagaimanapun juga kau istrinya dan hanya kaulah yang pantas untuk mengetahui kondisi suamimu."

"Sekali lagi terimakasih, Anita."

Anita tersenyum seraya mengangguk. "Kau boleh memakai ruanganku untuk istirahat. Sekarang, silakan jika kau ingin melihat Kynnan. Taylor tahu dimana ruangannya. Saya permisi."

Sepeninggalan Anita, Elena kembali mengikuti langkah Taylor menuju kamar rawat Kynnan. Ruangan tersebut berada disalah satu pojok rumah sakit, ruangan milik keluarga Orlando.

"Kau saja yang masuk, Taylor. Aku akan menunggu disini." Kata Elena.

"Apa kau yakin, Nyonya?" tanya Taylor.

Elena mengangguk. "Aku tidak ingin keadaannya memburuk karena melihatku. Lagipula, aku bisa melihatnya dari kaca kecil pada pintu ini."

"Baiklah, Nyonya. Saya masuk dulu."

Elena mengangguk lalu mulai memandangi Kynnan dari kaca kecil yang ada pada pintu. Ia terlihat seperti bukan seorang Kynnan; lemah, pucat, dengan alat bantu pernapasan terpasang dihidungnya. Beberapa perban menempel ditubuhnya, juga sebuah selang infus terpasang dipunggung tangan kirinya. Elena lemas, ini bukanlah Kynnan nya.

KylenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang