"Berikan aku waktu satu menit untuk menjelaskannya padamu."
Kynnan menatap sengit Austin yang ada dihadapannya, lalu melepaskan kerah baju Austin dengan kasar. Austin mundur beberapa langkah sembari merapikan kemejanya sebelum ia mulai berbicara.
"Waktumu tinggal limapuluh lima detik lagi."
Sembari mengelus pipi kirinya, Austin mulai menjelaskan maksud dirinya selama ini. "Aku tidak pernah memiliki niat buruk terhadap Elena. Selama empat tahun aku selalu mengunjungi panti dan mengorbankan waktu kuliahku untuk Elena, berusaha membuat dia ingat kembali dengan semuanya."
"Orangtua Elena tidak pernah tahu aku selalu menemuinya, mereka hanya ingin aku fokus kuliah dan bisa membuat perusahaan mereka semakin maju dengan ilmu yang kupunya," kata Austin seraya duduk dikursinya. "Beberapa barang kesukaan Elena, kue favorit, dongeng, taman yang selalu menjadi tempat favoritnya membaca, semua sudah aku tunjukkan. Tapi ternyata waktu selama empat tahun itu masih kurang, bahkan untuk sekedar mengingat dimana tempat yang sering ia kunjungi pun Elena hanya menjawab panti—meski aku sudah sering mengucapkannya."
"Aku sempat terkejut saat Bunda bilang kalau Elena sudah diadopsi olehmu, aku takut keluargamu akan membalaskan dendam atas kematian Kyandra. Tapi rasa takutku hilang saat aku sadar kau dan keluargamu adalah orang baik, keluarga yang berusaha memulihkan keadaan Elena kembali disaat orangtuanya sendiri ingin membuangnya."
Kynnan masih berdiri terpaku ditempatnya. Napasnya mulai teratur setelah sebelumnya emosi Kynnan meledak-ledak. Mata Kynnan masih berusaha mencari kebenaran dari diri Austin, ia masih belum puas mendengar penjelasan yang telah Austin katakan.
"Setelah aku wisuda dan menetap di Los Angeles, sedikit demi sedikit aku mulai merusak Smith Corporation dari dalam. Aku melakukannya juga demi Elena, agar mereka kembali melabeli diriku sebagai 'seorang anak asisten rumah tangga yang tidak berguna' dan bisa membuat mereka sadar akan Elena adalah anak mereka yang paling berharga," kata Austin. "Rencanaku memang berhasil—perusahaan mengalami penurunan dan mereka menginginkan Elena kembali."
"Saat kita bertemu diacara amal, saat aku melihatmu begitu mengikat Elena dihadapan orangtuanya, saat itu aku tahu kalau kau benar-benar melindunginya dan seakan melempar kotoran kewajah Oliver dan Carissa," Austin mulai melembutkan suaranya. "Awalnya aku tidak tahu kalau lawan Smith Corporation adalah perusahaan keluargamu, kemudian Oliver menceritakan padaku semuanya—sampai tujuannya untuk mengambil Elena kembali melalui tender itu. Aku bersyukur kau dan keluargamu sangat cerdas dalam menghadapi mereka."
Austin membenarkan posisi duduknya dan menatap Kynnan lekat. "Dan tidak pernah ada sedikitpun niatku untuk menghancurkan semua rencanamu, Kynnan. Aku mendukungmu seratus persen. Bahkan, aku bersedia untuk membantumu dalam hal apapun."
"Kuharap itu semua bukan hanya bualanmu semata." Kata Kynnan lalu menutup pintu dengan keras.
Elena tidak memberikan ekspresi apapun, saat ini ia hanya ingin mendengarkan Kynnan berbicara. Ia seakan sudah tahan dengan segalanya.
"Setelah aku bertemu dengan Austin, baru aku percaya kalau dia ada dipihakku," jelas Kynnan. "Namun sayangnya aku terlibat kecelakaan yang membuatku harus tetap bersikap seakan aku membencimu."
Kynnan menatap jam yang melingkar ditangan kirinya. "Sudah waktunya makan siang, lebih baik kita makan dulu." Kata Kynnan berusaha berdiri sendiri.
"Kau makan saja, aku harus pergi sekarang."
"Kau mau kemana?"
"Bukan urusanmu," kata Elena. "Lima jam lagi aku kembali, kuharap kau sudah siap kembali bercerita."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kylena
General Fiction[COMPLETED] Bagaimana jika tiba-tiba kau diajak menikah oleh seseorang yang bahkan baru kau kenal? Bagaimana kehidupanmu selanjutnya? Bahagiakah, atau malah sebaliknya? cover pict source: pinterest
