Langit mulai berubah warna menjadi jingga, matahari pun mulai turun untuk kembali ke singgasananya. Elena dan Kynnan masih berdiri didepan makam Kyandra, seperti enggan untuk meninggalkan tempat itu.
"Semua bahagia sebelum kejadian itu," Kynnan memecah keheningan. "Aku dan Rose, Kau dan Kyandra, orangtua kita..."
"Bahkan mereka telah merestui hubungan kita semua untuk berlanjut ke jenjang yang lebih serius, meski aku tahu ada hubungan pekerjaan orangtua kita didalamnya." Tambahnya. "Kau dan Kyandra berbeda 4 tahun, saat itu kau masih sekolah. Sedangkan aku dan Rose hanya berbeda dua tahun."
Semilir angin masih menemani mereka berdua. Elena memilih untuk tetap diam dan membiarkan Kynnan terus bercerita.
"Orangtuaku ingin Kyandra menikah lebih dulu dibanding aku, tidak masalah jika pernikahanku hanya berbeda beberapa hari setelahnya. Yang terpenting, Kyandra harus duluan menikah karena dia adalah kakakku. Itu artinya aku masih harus menunggu hingga kau lulus sekolah agar kau bisa bersama Kyandra dan aku pun bisa menikahi Rose," Bulir airmata kembali muncul diujung matanya. "Aku tidak masalah akan hal itu, namun karena ketidaksabaran Rose dan keluarganya lah yang akhirnya menghancurkan semuanya."
Jakarta, 8 tahun yang lalu...
"Elena!"
Senyum Kynnan melebar saat mengetahui Elena yang datang siang ini. Elena yang masih mengenakan seragam sekolah segera melewati Kynnan untuk masuk kedalam rumah. "Dimana Kyandra?"
"Dikamar, baru saja dia tiba dari kampus." Jawab Kynnan seraya menyamai langkah Elena. "Kau langsung saja kekamarnya jika ingin bertemu."
"Kau tidak kuliah?" tanya Elena.
"Tidak ada jadwal hari ini," jawabnya. "Jadwalku hari ini khusus untuk Rose."
"Rose beruntung sekali bisa mendapatkanmu."
"Aku yang beruntung bisa menjadi pasangannya."
Elena tersenyum. "Aku mau menemui Kyandra dulu."
Kynnan mengangguk sebagai jawabannya. Elena kembali melangkahkan kaki menuju kamar milik Kyandra yang berada tidak jauh dari ruang tamu. Setelah mengetuk pintu beberapa kali, Elena langsung membuka pintu meski si pemilik kamar belum mengizinkan.
"Kyandra," panggil Elena dengan senyum diwajahnya.
"E, my gorgeous princess," Kyandra yang sedang mengetik sesuatu di komputernya segera berhenti dan menghampiri Elena. "Aku pikir kau akan datang malam nanti."
"Sekolahku dipulangkan lebih cepat hari ini," jawab Elena seraya memeluk singkat Kyandra. "Apa yang sedang kau kerjakan? Tugas kuliah atau—"
"Tugas kantor. Seperti yang kau ketahui, Papaku bersikeras agar aku bisa menjadi pemimpin perusahaan nantinya."
"Tidak bisakah kau sekali saja bersikap seperti Kynnan? Dia bisa tetap santai meski kalian mengemban tugas yang sama."
"Elena benar," Kynnan muncul dari balik pintu penghubung antara kamar Kyandra dan ruang santai miliknya dan Kyandra. "Mungkin jika aku menyatakan perasaanku padanya lebih dulu, Elena akan memilihku. Benar, Elena?"
"Tentu saja." Jawab Elena yakin dengan senyum meledek.
Seketika Kyandra memeluk Elena erat dengan wajah yang menunjukkan siap berperang dengan Kynnan. "E milikku, Rose milikmu."
"Ya," Elena membalas pelukan Kyandra. "Kyandra milikku."
"Oh ayolah, Sebenarnya kau berada dipihak mana, Elena?" tanya Kynnan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kylena
Ficción General[COMPLETED] Bagaimana jika tiba-tiba kau diajak menikah oleh seseorang yang bahkan baru kau kenal? Bagaimana kehidupanmu selanjutnya? Bahagiakah, atau malah sebaliknya? cover pict source: pinterest
