Tepat seminggu setelah pembicaraanku dengan sekretaris moon, aku mulai sibuk dengan kegiatan baruku yaitu mempelajari berkas-berkas perusahaan. Seminggu itu juga aku berhasil menjauhkan diri dan menghindari baekhyun.
Ada saja caraku untuk menghindari dirinya dalam seminggu ini.
Apa aku lelah? Jawabannya adalah iya.
Aku tahu, menghindar hanya akan memperlarut masalah. Tapi aku lebih memilih dengan pilihanku sendiri.
Selama seminggu ini juga baekhyun berusaha keras untuk berbicara padaku. Tapi seberapa keras usahanya aku tetap pada pendirianku untuk menghindar.
Aku berdecak kesal saat pintu apartment ini terus ditekan berkali-kali. Aku melepas kacamataku lalu beranjak dengan malas menuju pintu.
"kenapa lama sekali sih membuka pintu saja."
Lalu ia langsung masuk begitu saja meninggalkan diriku yang terperengah melihat kedatangannya mendadak. Setelah tersadar aku lalu berdecak sambil mengikuti dirinya masuk kedalam.
"apa yang kau lakukan disini?" kataku berkacak pinggang melihat kelakuannya sekarang.
Masuk rumah orang tanpa permisi, lalu menyalakan televisi sambil berselonjur kaki diatas sopa. Dia memang tamu paling luar biasa.
"tidak ada. Buatkan aku minuman, aku haus."
"whoah.. kau pikir aku pembantu? Buat sendiri saja sana." sahutku kesal. Aku langsung merebut remot dari tangannya dan dengan santai ku ganti chanel nya.
"yak! Aku ini tamu tahu! " katanya melotot kearahku.
Aku memutar bola mataku jengah. "sejak kapan kau ku anggap sebagai tamu huh?" kataku sarkastik. "kau hanya cukup berjalan sepuluh meter dari sini untuk sampai ke dapur eonnie." lanjutku.
Kiara eonnie menatapku kesal lalu ia melempar bantal dan mengenai wajahku yang membuatku berteriak keras karena perbuatannya tadi.
Kiara eonnie datang dengan semangkok es krim strawberry di tangannya. Ia menyengir-nyengir tidak jelas kepadaku yang membuatku mengerutkan alis bingung.
"ada apa dengan wajahmu itu?" aku melihat kiara eonnie aneh.
"bersiap-siap sana aku ingin mengajakmu kesuatu tempat." katanya sambil memakan es krim milik baekhyun. Mungkin nanti baekhyun akan bertanya-tanya dimana es krim miliknya yang ada di dalam kulkas itu hilang.
"kemana? Aku malas keluar rumah." kataku mulai merebahkan diri disopa lalu memejamkan mata. Sepertinya aku perlu beristirahat sebentar. Seminggu ini aku kurang tidur.
"oh. Ayolah na-ya, ini akan menyenangkan aku jamin."
"tidak." tolak ku mentah-mentah masih dengan menutup mata. Menyenangkan jika kiara eonnie pergi dari sini dan jangan mengganggu waktu istirahatku.
aku mengerutkan alis bingung dengan masih dengan mata tertutup saat kiara eonnie tidak berucap apapun sampai aku merasa kaki ku ditarik dengan keras.
"yy—yaaa ! apa-apaan ini?!" jerit ku kencang.
***
"salon?" Tanya ku tidak percaya saat kiara eonnie memarkirkan mobilnya di depan salon sekaligus butik ini. Aku memandang kiara eonnie sinis. "jadi ini tempat yang kau bilang menyenangkan?" sindirku.
aku pantas marah kerena ia memaksaku untuk keluar rumah hanya karena ingin kesebuah salon? coba saja aku tahu, aku akan menolak mentah-mentah ajakannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Camouflage
Fanfic[Completed] [Baekhyun Fanfiction] Hidup dalam kebohongan dan persembunyian. Perlahan namun pasti, semua mulai terkuak. Keberadaan ku mulai di sadari dan disitulah bukan diriku saja yang bisa terluka. Namun dirinya juga... - Kim Ye Na (Private some...