Lelaki itu melempar asal pencil yang di pegangnya begitu saja diatas meja kerjanya. Sudah seminggu ini dia merasa seperti ada yang mengganjal pikirannya.
Yena..
Nama itu yang terus menghantui pikiran baekhyun hampir seminggu ini karena sikapnya yang tiba-tiba menggindari dirinya.
Baekhyun menyandarkan tubuhnya sambil memijit pelipisnya lelah. Bahkan pekerjaan pun tidak bisa mengalihkan pikirannya dari wanita itu.
Jika ditanya apakah ia khawatir? Tentu saja, yena adalah tanggung jawabnya sekarang.
Baekhyun bahkan sampai sekarang masih bingung, kenapa wanita itu menghindarinnya. Apa ia ada membuat kesalahan?
Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi. Sungguh apa pun yang berhubungan dengan yena membuat ia lelah.
Lelah karena selalu khawatir padanya.
Ponsel diatas nakas bergetar. Membuat baekhyun mau tidak mau mengambil ponselnya dengan malas.
"Ada apa yeol?" Jawab baekhyun lesu.
"Wetss.. ada apa dengan suaramu itu?"
"Tidak ada. Cepat katakan kenapa kau menelpon?"
"Aku hanya mengingatkan untuk datang nanti malam--"
"Kau bahkan sudah mengatakannya berkali-kali yeol!" potong baekhyun cepat dengan decakan kesal.
Sedangkan chanyeol disebrang sana malah tertawa karena berhasil membuat temannya itu kesal.
"Oh iya, jangan lupa ajak yena juga kesana."
Baekhyun tidak langsung menjawab perkataan chanyeol barusan. Ia jadi teringat bagaimana seminggu ini yena menjauhinya tanpa kejelasan yang jelas.
Tanpa sadar baekhyun menghembuskan napas panjang. "akan aku usahakan."
"Kau dan yena sedang tidak bertengkar kan baek?" Selidik chanyeol binggung saat mendapati respon sahabat nya itu.
"Tidak.." jawab baekhyun kurang yakin, tapi memang benar mereka sedang tidak bertengkar baekhyun rasa. Hanya saja yena yang tiba-tiba menjauhi menghindarinya.
"Bagus kalau begitu. Aku tunggu nanti malam dude."
Tanpa membalas, baekhyun langsung mematika sambungan secara sepihak. Ia terlalu lelah sekarang. Apalagi sahabatnya itu berulang tahun nanti malam yang membuat ia mau tidak mau harus datang.
Baekhyun meraih ganggang telpon untuk menelpon seseorang.
"kosongkan semua jadwalku sampai besok."
Setelah itu baekhyun kembali menghela napas.
***
Baekhyun memasuki apartment nya dengan dahi mengkerut.
'aneh.. tidak biasanya yena tidak menghidupkan lampu.' batin baekhyun saat ia mulai memasuki apartment mereka.
Baekhyun lalu berjalan kearah dapur untuk meminum segelas air. Tapi keinginannya itu harus tertunda saat ia tidak sengaja melihat selembar note yang tertempel dikulkas.
-Aku sedang pergi. kau bisa memesan makanan untuk makan malam. tidak usah menungguku. - kim yena.
Helaan napas berat terdengar.
'selalu seperti ini.' batin baekhyun.
Baekhyun meremas notes tersebut, ia kembali melanjutkan kegiatan minumnya yang tertunda.

KAMU SEDANG MEMBACA
Camouflage
Fanfiction[Completed] [Baekhyun Fanfiction] Hidup dalam kebohongan dan persembunyian. Perlahan namun pasti, semua mulai terkuak. Keberadaan ku mulai di sadari dan disitulah bukan diriku saja yang bisa terluka. Namun dirinya juga... - Kim Ye Na (Private some...