CHAPTER 31

167 18 19
                                    

"Aku hanya berharap pada semesta yang menurunkan dingin tahun ini agar segala mimpi buruk melebur bersama ribuan salju yang menjatuhkan diri mereka ke dasar bumi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku hanya berharap pada semesta yang menurunkan dingin tahun ini agar segala mimpi buruk melebur bersama ribuan salju yang menjatuhkan diri mereka ke dasar bumi. Aku berharap agar semesta membawa jutaan cita yang penuh cinta seperti milyaran salju yang bertebaran dengan indah diudara"

Senja berganti malam. Udara semakin dingin dan membekukan segala yang hidup. Jam dinding berdetak tepat pukul 7 malam. Kyonara tampak sedang membantu Bonara menatap makan malam mereka yang telah di masak oleh Bonara bersama Suho. Hari itu mereka ingin mempersembahkan beberapa menu makanan kesukaan Kyonara yang berhasil dibuat Bonara dan Suho. Salah satunya adalah sup ayam. Dari aroma yang bermunculan Kyonara tampak ingin sekali mencoba sup ayam yang dibuat Bonara dan Suho. Air liurnya sejak tadi seakan ingin menetes dan berteriak untuk segera mencicipi lezatnya sup ayam yang berada diatas meja makan. Setelah hampir duapuluh menit Kyonara dan Bonara menata meja makan bersama makanan mereka Kyonara akhirnya memilih untuk naik kekamarnya melihat Kivano yang sedang membersihkan dirinya dikamar mandi. Sedang Bonara memilih untuk duduk diruang tv bersama Kai, Lay dan Baeky. Suho, Chan, Chen juga Sehun masih berada dikamar mereka masing-masing. Kyonara yang baru saja sampai dilantai dua rumahnya melewati lebih dulu kamar Sehun dan Suho. Sebelum Kyonara melanjutkan langkahnya menuju kamarnya bersama Kivano, Kyonara memilih untuk singgah sebentar kekamar Sehun. Kyonara membuka kamar Sehun dan melihat adik laki-laki terkecilny sedang tertidur diatas kasur. Seperti setelah Sehun membuatkan coklat panas dan susu yang gagal untuk Kyonara, Sehun memilih untuk naik kelantai dua dan masuk kekamarnya. Sehun memutuskan untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya dari Kyonara. Sayangnya, saat itu Kyonara semakin ingin dekat pada Sehun. Seperti sekarang Kyonara memilih untuk masuk kekamar Sehun dan melihat keadaan Sehun. Namun setelah Kyonara masuk kedalam kamar Sehun, Kyonara merasa perutnya sangat mual bahkan ingin mememuntahkan semua isi perutnya lagi. Kyonara akhirnya berjalan cepat masuk kedalam kamar mandi Sehun dan mengeluarkan semua isi perutnya. Gejolak itu membuat Kyonara sangat tidak nyaman. Beberapa kali Kyonara terlihat lesu setelah memuntahkan semua isi makannya.
Kyonara masih berada didalam kamar mandi sampai Sehun terbangun dari tidurnya dan mendengar suara Kyonara yang sedang berada didalam kamarnya. Sehun terkejut dan membulatnya kedua matanya lebar. Mendengar suara Kyonara saja sudah membuat Sehun seperti ketakutan. Sehun berharap selama masa kehamilan Kyonara ini Sehun ingin menghilangkan dirinya dari rumah itu agar Sehun tidak perlu bertemu Kyonara setiap saat. Sehun takut juga khawatir jika Kyonara akan meminta hal yang aneh-aneh dari Sehun lagi. Jantung Sehun berdebar kencang. Sehun sangat gugup. Khawatir juga takut.
"yatuhan selamatkan lah aku. Aku mohon" doa Sehun yang masih duduk diatas tempat tidurnya, sebelum Sehun berjalan kearah kamar mandi dan melihat kondisi Kyonara disana. "tolong yatuhan, selamatkan nyawaku. Aku gak mau dimarahin Kak Kyo lagi. Aku lebih takut sama ibu hamil dari pada sama guru killer disekolah" lanjut Sehun kembali berdoa lagi. Setelah Sehun mengaminkan doanya, Sehun akhirnya berjalan kearah kamar mandi untuk melihat Kyonara yang nampak masih terlihat sangat mual.
Kreek..pintu kamar mandi terbuka. Sehun melihat Kyonara yang berdiri didepan westafel kamar mandi. Kyonara langsung melihat kearah Sehun saat Sehun menampakkan kepalanya dari balik kamar mandi.
"kamar mu bau banget sih. Pengap lagi. Kasih pengharum ruangan kek Hun. Kok bisa sih kamu tidur di kamar kayak gin" kata Kyonara bawel pads Sehun, hal itu sontak membuat jantung Sehun seakan langsung berhenti berdetak. Kyonara mengambil tissue yang tergantung didekat westafel dan mengeringkan sisi bibirnya yang basah karena air lalu Kyonara berjalan keluar kamar mandi dengan hidung yang tertutup oleh tissue yang digunakan Kyonara. Sehun hanya diam melihat sikap Kyonara yang lebih cerewet dan lebih aktif berbincara dari biasanya. Kyonara tidak tampak elegant seperti biasanya. Kyonara lebih banyak mengkritik dan cara yang terdengar sangat ketus. Kyonara juga jauh lebih sensitif dari biasanya. Kyonara sangat aneh menurut Sehun. Sehun mengikuti Kyonara dari arah belakang. Kyonara berjalan kesetiap sisi kamar Sehun yang tidak terlalu berantakan. Dibandingkan Suho, Sehun adalah laki-laki yang bisa dikategorikan sebagai laki-laki yang bersih juga rapi. Sehun tidak akan membiarkan ruangan pribadinya itu menjadi seperti kandang ayam sungguhan. Sehun adalah anak ayam yang menjunjung tinggi nilai kebersihan. Berbicara mengenai kebersihan Kyonara yang dimasa kehamilan menjadi sangat sensitif saat itu mendapati beberapa kotoran yang menempel pada meja belajar Sehun juga isi kotak sampah didekat meja belajar Sehun yang nampak penuh oleh kertas-kertas yang digunakan Sehun untuk belajar lalu dibuang Sehun kedalam kotak sampah saat itu semua sudah tidak dipakai Sehun.
"

The First SnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang