CHAPTER 37

147 12 25
                                    

"Ribuan langkah dimusim dingin terasa tidak akan pernah cukup untuk membatasi rasa cinta yang terus berjalan lurus menuju jiwa tempatnya bersarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ribuan langkah dimusim dingin terasa tidak akan pernah cukup untuk membatasi rasa cinta yang terus berjalan lurus menuju jiwa tempatnya bersarang. Kita tidak akan pernah ingin berhenti berlari bersama jiwa yang penuh cinta, saat itu terjadi kita benar, kita berada pada asa yang benar bersama mereka yang dicinta"


Musim dingin yang sangat tenang begitu banyak membawa kedamaian untuk semua orang disana termasuk keluarga kecil Kivano dan Kyonara saat itu, dimana mereka baru saja mengunjungi Ibu dan Ayah Kyonara diistana paling indah yang tidak begitu tampak dari luar namun sangat hangat didalam. Mereka berjalan bersama keluar dari area pemakaman meninggalkan tumpukan tanah yang terlihat cantik dengan rerumputan hijau diatasnya lengkap dengan taburan bunga dan beberapa buket bunga mawar putih, pink dan merah. Sangat cantik. Kyonara, Suho, Chan, Chen, Baeky dan Sehun baru saja melepakan rasa rindu terdalam mereka untuk ibu dan ayah mereka. Keduanya berhasil mengobati rasa rindu yang begitu besar untuk ibu dan ayah mereka dimana sebelumnya Suho bersama adik-adiknya juga mengutarakan rasa rindu mereka pada ibu dan ayah mereka yang sudah tiada. Semua orang dapat mendengar bagaimana lirihnya rasa rindu dimusim dingin untuk mereka yang telah lama meninggalkan musim dingin ini. Dimulai dari Suho yang pertama kali merintih didepan hadapan ibu dan ayahnya bersama rindu yang dibawanya sejak lama.
"ibu ayah apa kabar disana? Tempat seperti apa disana? Apakah ibu dan ayah gak kedinginan disana? Apakah disana lebih hangat dari pada disini sampai ayah dan ibu terlihat sangat bahagia tinggal disana. Suho tahu, ibu dan ayah juga merindukan kami disini sama seperti rindu kami untuk ibu dan ayah. Tapi ternyata rindu aja gak cukup, bahkan musim dingin saat ini tetap gak bisa kembalikan kita bersama seperti dulu. Sampai detik ini sangat menyakitkan kehilangan ibu dan ayah. Suho teringat bagaimana ibu selalu membangunkan kami untuk melihat salju dipagi hari. Ibu juga selalu menyiapkan kami semua makanan hangat, sedangkan ayah selalu memeluk kami disetiap malam yang dingin. Sekarang, ada kebiasaan yang telah lama pergi, Suho gak tahu harus menaruhnya dimana dan bagaimana mengambilnya lagi. Suho gak ingin apa-apa, Suho hanya akan menjalani hidup ini sesuai garisan dari Tuhan dan yang pastinya ibu dan ayah inginkan. Ibu dan ayah lihat, Suho dan adik-adik sekarang memiliki dua ponakan yang sangat lucu. Mereka mengingatkan Suho tentang Chan dan Chen. Yoora dan Kinno adalah cucu ibu dan ayah. Mereka sama seperti Chan dan Chen. Mereka kembar. Keinginan Kak Kyo saat ini menjadi nyata, Suho tahu pasti ini semua juga karena doa ibu dan ayah. Terima kasih ibu, ayah sudah membiarkan Suho dan adik-adik menjadi seorang paman. Tolong terus lihat kami dan marahi kami kalau kami salah. Suho merindukan ibu dan ayah. Sangat rindu. Setiap merasa rindu, dada Suho rasanya sesak. Suho ingin berlari dan membawa ibu dan ayah keluar dari tempat ini. Suho ingin selalu menghampiri ibu dan ayah. Rasa rindu ini selalu tumbuh dan terus ada untuk ibu dan ayah, saat itu terjadi, Suho ingin menjerit dan meminta ibu dan ayah kembali tapi Suho sadar, ibu dan ayah sudah cukup bahagia disana. Suho gak ingin buat ibu dan ayah menderita karena rasa rindu Suho yang terlihat begitu egois. Suho cukup senang saat ini. Ibu, ayah hari ini Suho juga membawa seorang perempuan yang ingin sekali Suho kenalkan sejak lama. Namanya Bonara, dia perempuan yang sangat berani dan hebat. Suho mencintainya. Izinkan Suho untuk bersama Bonara bu, yah. Suho gak tahu apakah ini baik untuk kita semua tapi Suho yakin dan percaya ini takdir Tuhan untuk Suho. Terima kasih ibu dan ayah sudah selalu mendukung Suho selama ini. Tuntun Suho supaya selalu ada ditempat yang benar bu, yah. Suho mencintai ibu dan ayah. Sangat mencintai" jelas Suho dalam tangisnya. Wajahnya basah karena airmata yang mengalir begitu deras diatas wajahnya. Airmata penuh rasa rindu dan cinta yang begitu besar untuk ibu dan ayahnya. Suho berdiri dari duduknya membiarkan Sehun yang langsung duduk dengan cepat diantara makam ayah dan ibu nya. Sehun menangis tersedu-sedu. Sehun tidak bisa menahan gejolak rindu yang sangat besar juga rasa pedih dari kehilangan. Sehun menangis layaknya anak kecil yang tidak ingin ditinggal pergi orang tua mereka bekerja. Sehun menangis kencang sampai membuat Chan, Chen, Baeky juga Suho harus memeluk Sehun dengan erat. Sontak hal itu membuat Kyonara menangis didalam dekapan Kivano bersama Yoora dan Kinno yang berada didalam gendongan Kivano dan Kyonara. Kyonara sangat mengharu biru ketika melihat adik laki-lakinya yang paling kecil menangis menahan rasa rindu nya untuj orang tua mereka. Baeky memeluk Sehun erat bersama Chan disampingnya sementara Suho dan Chen memeluk Sehun dari arah belakang. Sehun mendapatkan banyak kekuatan dari keempat kakak laki-lakinya.
"ibu, ayah, Sehun kangen. Maafin Sehun kalau setiap kesalahan Sehun disini buat ibu dan ayah sampai gak mau pulang kesini lagi. Maafin Sehun kalau setiap kekecewaan yang Sehun buat disini membuat ibu dan ayah merintih disana. Rasanya sangat sulit menahan rasa rindu untuk orang yang sama sekali gak bisa dilihat. Sehun sakit bu, yah. Sehun sakit kenapa kita gak bisa melihat salju yang indah ini bersama-sama kayak dulu. Sehun cinta ibu dan ayah, tapi Sehun rasa cinta ini masih sangat kurang sampai membuat ibu dan ayah gak mau kembali. Sehun tahu, ibu dan ayah disana juga bahagia. Sangat bahagia tapi Sehun yakin setiap kecerobohan Sehun disini bisa membuat ibu dan ayah tetap sedih disana. Ibu, ayah, maaf kalau Sehun hari ini menangis didepan ibu dan ayah. Sehun gak bisa menahan ini semua sendirian. Sehun gak bisa sekuat itu. Ampuni Sehun ya. Sehun cuma rindu dan sangat cinta sama ibu dan ayah. Sehun ingin sekali kita bertemu ibu dan ayah walaupun itu gak mungkin. Suatu saat nanti, Sehun yakin kita akan bertemu lagi ditempat yang paling indah. Ibu ayah, tolong jangan marah sama Sehun hari ini ya karena Sehun nangis. Biasanya ibu dan ayah selalu memarahi Sehun kalau Sehun menangis kayak anak kecil. Tapi tolong kali ini jangan ya. Sehun gak bisa lagi nahan semuanya bu, yah. Sehun cuma rindu doang kok. Oh ya, ibu dan ayah harus tahu, Sehun saat ini hidup dengan baik sama Kak Kyo, Bang Suho, Bang Chan, Bang Chen, Bang Baeky, Bang Ki sama anak-anak nya Bang Ki dan Kak Kyo. Sehun tumbuh jadi laki-laki yang ganteng banget, Sehun juga mau jadi artis. Doain Sehun yang yah, bu. Sehun pusing yah, bu, sekarang Sehun diidolain banyak cewek apalagi nanti kalau Sehun udah jadi artis ya. Sehun gak kebayang kayak apa. Kinno cucu ibu dan ayah juga ganteng banget. Itu karena Sehun. Kak Kyo selama hamil selalu nyiksa Sehun alhasil anak laki-lakinya yang kembar jadi ganteng banget. Pantesan aja Kak Kyo gak nyesal. Coba kalau ibu dan ayah ada disini pasti ibu dan ayah terpesona sama ketampanan Sehun" oceh Sehun panjang lebar membuat Suho, Chan dan Chen juga Baeky melepas pelukan mereka dengan kesal. Rasa haru sirna hanya dengan ucapan Sehun yang terdengar konyol disaat semua orang sedang haru dengan rasa rindu mereka. Sehun selalu bisa membolak-balikan keandaan begitu cepat. Merubah suasana hati semua orang menjadi sangat baik. Baeky menggeram dan menahan kesalnya pada Sehun. Baeky tidak ingin membuat kekacauan didepan orang tuanya. Sehun berdiri dari duduk nya dan berdiri bersama Suho yang berdiri tepat disamping Kyonara. Baeky menatap pilu batu nisan milik ayah dan ibu nya. Baeky luruh bersama airmata yang kembali turun membasahi wajah tampannya. Rasa kesal pada Sehun menghilang bersama mendung kesedihan pada rasa rindu yang sangat besar. Baeky menyeka air matanya pelan. Lidahnya sangat keluh sampai kesulitan untuk berbicara.
"yah, bu" kata Baeky bergetar dan terbata-bata. Chan dan Chen menguatkan Baeky dengan memeluknya erat. Baeky menangis didalam pelukan Chan dan Chen.
"Mungkin ibu dan ayah tahu bagaimana saat ini Baeky merindukan ibu dan ayah. Mungkin ibu dan ayah juga tahu bagaimana selama ini Baeky hidup bersama Kak Kyo dan abang-abang Baeky yang lainnya. Ibu ayah, terima kasih sudah memberikan Baeky seorang kakak perempuan dan tiga abang laki-laki yang luar biasa" kata Baeky menunjuk Kyonara, Suho, Chan dan Chen.
"lo gak bangga punya gue bang?" celetuk Sehun membuat Suho langsung mencubit perutnya pelan sampai Sehun merintis kesakitan.
"ibu, ayah, Baeky bukan gak bangga punya adek kayak Sehun tapi Baeky suka kesal aja sama tingkahnya Sehun. Untungnya Baeky ini sayang banget sama Sehun sampai gak mau Sehun terluka. Kalau Baeky gak sayang sama Sehun mungkin mukaknya yang ganteng itu udah gak ada lagi sekarang. Untuk itu, Baeky juga mau bilang sama ayah dan ibu kalau Baeky juga berterima kasih sudah menghadirkan Sehun ditengah-tengah keluarga kita. Sebenarnya Sehun adalah orang yang berpengaruh paling besar dikeluarga kita. Sehun adalah orang yang selalu membuat suasana rumah menjadi sangat hangat. Sehun bisa membuat suasana hati kami masing-masing menjadi sangat baik. Sehun orang yang hebat. Baeky minta sama ibu dan ayah untuk mendoakan Sehun agar mimpi-mimpi Sehun menjadi nyata. Baeky ingin Sehun dewasa bersama semua keinginannya yang menjadi nyata. Baeky ingin Sehun hidup bahagia nantinya. Baeky juga sangat mencintai Kak Kyo, Bang Suho, Bang Chan dan Bang Chen. Baeky gak mau kehilangan mereka. Baeky ingin tua bersama semua saudara-saudara Baeky dan keluarga kecil Baeky nantinya. Ibu, ayah, Baeky mencintai ibu dan ayah. Musim dingin tahun ini kami semua terlalu banyak menangis dan tertawa. Hidup ini memilukan sekali. Baeky harap ibu dan ayah selalu bahagia disetiap musim" tutup Baeky lalu menyeka air matanya. Baeky berdiri meninggalkan Chan dan Chen yang masih terduduk didepan makan ibu dan ayah mereka. Chan dan Chen menatap satu sama lain mencoba untuk menguatkan diri mereka masing-masing.
"Ibu, ayah, anak kembar ibu dan ayah datang. Ini Chan. Chan rindu ibu dan ayah. Terima kasih ya bu, yah sudah memberikan Chan saudara kembar seperti Chen. Ini sangat memudahkan Chan dalam segala hal. Gak banyak yang ingin Chan katakan sama ibu dan ayah, karena Chan tahu ibu dan ayah lebih mengetahui perasaan Chan selama ini. Chan ingin ibu dan bahagia bahagia disana dan tetap hangat selama musim dingin ini. Chan akan hidup dan bekerja dengan baik. Chan akan bersama keluarga kita. Chan akan memberikan yang terbaik disepanjang tahun ini. Chan akan membahagiakan ibu dan ayah disana" kata Chan. Saat Chan menutup kalimatnya, dari arah belakang terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati Kivano, Kyonara, adik-adik mereka, Kai, Bonara, Umin dan Dokyung. Sosok perempuan yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlihat tua dengan mantel abu-abu dan syal rajut putih yang melingkar dilehernya membuat perempuan itu nampak sangat cantik. Perempuan yang sepertinya memiliki kerutan diwajahnya namun tetap terlihat sangat cantik berjalan diatas rumput hijau yang dingin kearah mereka semuanya. Terlihat diraut wajahnya, senyuman manis kearah makam ibu dan ayah Kyonara. Perasaan sedih juga berhamburan didalam hatinya. Dia tetap melangkah pasti kearah sana. Melihat Chen yang sedang mengutarakan rasa rindunya pada ibu dan ayah. Perempuan itu nampak semakin dekat sehingga dia bisa mendengar setiap kalimat Chen. Perempuan itu berdiri tidak jauh dari tempat Suho. Dia memperhatikan semua orang disana.
"ayah, ibu, ini Chen. Ibu ayah disana gimana keadaannya? Chen harap disana ibu dan ayah gak kedinginan. Pakai pakaian yang hangat ya. Chen senang sekali hari ini Chen bisa kesini lihat ibu dan ayah bersama Kak Kyo, Bang Suho, Chan, Baeky dan Sehun. Gak cuma itu, disini juga ada Bang Ki, Yoora dan Kinno. Ada sahabat baik Baeky, Kai, adiknya Bang Suho Lay, sahabat baiknya Bang Ki dan Kak Kyo, Bang Umin dan Bang Dokyung. Kami semua sama-sama kesini untuk rasa rindu dan cinta kami sama ibu dan ayah. Chen bahagia banget. Sama seperti ibu dan ayah yang sangat bahagia disana. Chen akan mencoba untuk menjadi laki-laki yang cukup baik untuk keluarga kita dan semua orang. Chen akan memberikan yang terbaik untuk ibu dan ayah. Ayah, ibu, musim dingin tahun ini sangat indah, Chen harap ibu dan ayah juga bisa merasakan keindahan ini" kata Chen. Chen tersenyum manis kearah nisan ibu dan ayahnya. Chen tersenyum bersama awan biru yang sangat cantik dimusim dingin. Chen berdiri dari tempatnya sehingga Kyonara dan Kivano dapat membawa Yoora dan Kinno lebih dekat kearah kakek dan nenek mereka. Kyonara mengenalkan Yoora dan Kinno pada ibu dan ayahnya. Kyonara juga mengungkapkan perasaan rindu yang sangat besar pada ibu dan ayahnya. Kyonara menangis bahagia dapat membawa Yoora dan Kinno bersama Kivano dan semua sahabatnya ketempat itu. Yoora dan Kinno juga sangat senang dapat berada disana dan melihat istana kakek dan nenek mereka disana. Setelah Kyonara, Kivano juga ikut mengungkapkan rasa cintanya pada ibu dan ayah mertuanya. Kivano juga membuat Yoora dan Kinno merasa lebih dekat dengan nenek dan kakek mereka. Kivano sangat bahagia dapat mengunjungi ibu dan ayah mertuanya membawa keluarga kecilnya dan semua keluarganya. Kivano tersenyum bahagia dihari yang dingin. Kivano dan Kyonara berdiri membawa Yoora dan Kinno. Mereka ingin beranjak pergi dari sana bahkan saat Yoora dan Kinno telah mengucapkan salam perpisahan untuk kakek dan nenek mereka. Rasanya sangat berat untuk melangkah pergi dari sana. Untungnya, langkah mereka benar-benar harus terhenti saat seorang perempuan tersenyum dari arah belakang. Dokter Irene berada disana. Ini pertama kalinya Dokter Irene datang kesana setelah bertahun-tahun Dokter Irene tidak pernah lagi datang kesana. Terakhir, Dokter Irene mengunjungi makam kedua orang tua Kyonara adalah setelah tiga bulan berlalu kecelakaan hebat itu. Semenjak itu rasa pedih dihatinya membuat Dokter Irene tidak pernah datang kesana. Rasanya pedih juga takut.
"nenek" celetuk Kinno dengab gaya bicara yang belum jelas.
"nenek mau lihat kakek dan nenek Kinno dari mommy" jelas Dokter Irene pada Kinno. Kinno tampak begitu bahagia. Senyum lebar mengembang diwajan mungil yang tampan.
"ibu boleh melihat ibu dan ayah kamu?" tanya Dokter Irene pada Kyonara. Kyonara tersenyum.
"silahkan bu. Ibu dan ayah pasti sudah menunggu saat ini dengan lama sekali" jelas Kyonara. Dokter Irene melangkah pelan mendekati makan ayah dan ibu Kyonara. Dia duduk diantara makam ibu dan ayah Kyonara. Airmata luruh. Tangisnya pecah. Yoora dan Kinno merengek ingin turun dari gendongan Kivano dan Kyonara. Kivano dan Kyonara akhirnya menurunkan Yoora dan Kinno. Anak kembar itu berjalan pelan kearah Dokter Irene. Langkah mereka yang belum pasti layaknya anak bayi yang sedang belajar berjalan. Yoora dan Kinno sampai pada tujuan mereka. Yoora dan Kinno berada didekat Dokter Irene. Yoora dan Kinno menyentuh wajah cantik Dokter Irene. Mereka menyeka air mata Dokter Irene dengan tangan mungil mereka.
"angan angiis neek" kaya Yoora seolah sedang menenangkan perasaan Dokter Irene. Dokter Irene tersenyum kearah Yoora dan Kinno. Kivano dan Kyonara yang melihat kejadian itu merasa sangat terharu. Yoora dan Kinno dapat menunjukkan perhatian, kasih sayang dan cinta mereka untuk semua orang terlebih orang-orang yang sangat dekat dengan mereka.
"Nara, Nino, maafkan aku yang baru datang sekarang kesini melihat kalian. Aku gak punya banyak keberanian untuk datang kesini lagi setelah waktu itu. Aku kesakitan melihat keluarga kalian merasakan mimpi buruk karena keluargaku. Aku rasa ini takdir agar kita bisa menyelesaikan permasalahan kita dulu. Tuhan menyatukan Kivano dan Kyonara disaat keluarga kamu dan keluarga ku memiliki mimpi buruk yang bernyanyi merdu sepanjang masa. Maafkan aku atas kesalahan ku dan suami ku selama ini. Aku tahu ini bukan hanya mengecewakan kalian berdua, tapi juga anak-anak kalian dan anak-anak ku. Aku benar-benar minta maaf atas semua ini. Ini sudah sangat lama dan aku masih sangat sedih. Aku tahu kalian berdua sudah sangat bahagia saat ini. Aku gak akan membicarakan hal lama. Aku hanya ingin membicarakan saat ini, aku hanya ingin meminta maaf dan memperbaiki semuanya. Aku gak tahu apakah maaf aku ini benar, apakah aku pantas untuk menerima maaf dari kamu Nara, Nino. Aku tetap akan mencoba meminta maaf pada kalian. Bahkan sampai aku harus mati dan bertemu kalian disana aku tetap akan meminta maaf. Aku gak akan pernah berhenti meminta maaf dan melakukan banyak hal yang baik untuk semua anak-anak kamu. Aku menyesal kita menjadi seperti ini. Terima kasih telah melahirkan anak-anak hebat seperti Kyonara, Suho, Chan, Chen, Baeky dan Sehun. Mereka hidup dengan sangat baik. Mereka anak-anak yang luar biasa. Aku sangat kagum. Aku bahkan jatuh cinta sama semua anak-anak kalian. Aku harap kamu bisa menerima Kivano dan Lay menjadi anak-anak dikeluarga kamu. Kamu boleh mencaci aku tapi jangan libatkan Kivano dan Lay. Mereka juga korban. Nino, Nara, terima kasih telah menerima Kivano dan Lay dirumah kalian, ini adalah hal yang gak sederhana tapi kalian bisa menerima mereka dengan mudah dan melupakan semuanya dengan sangat baik. Aku gak cukup hebat seperti kalian. Maafkan aku Nara, Nino, terimalah cinta dan rasa rinduku untuk kalian berdua. Tetaplah bahagia dan tetap hangat selama musim dingin yang sebentar lagi akan berganti" kata Dokter Irene dalam tangisnya. Dokter Irene menangis hebat meluapkan semua rasa bersalah, sakit, sedih juga haru dan bangga pada keluarga Kyonara. Dokter Irene merasa lebih baik setelah dia membicarakan banyak hal pada orang tua Kyonara. Dokter Irene merasa lebih lega dan tenang bersama Yoora dan Kinno yang berdiri didekatnya dan memeluk Dokter Irene dengan penuh kasih sayang.
"Nara, Nino, saat ini kita memiliki cucu kembar yang cantik dan tampan. Mereka seperti Kyonara dan Kivano. Mereka sangat manis dan pintar. Aku tahu, kalian melihat kami semua saat ini dari sana. Aku tahu kalian sedang memperhatikan kami semua saat ini termasuk Yoora dan Kinno. Mereka anak-anak yang sangat baik. Aku bersyukur memiliki cucu kembar seperti Yoora dan Kinno. Aku mencintai mereka. Mereka selalu menjadi penghangat hati, menjadi lentera dimusim dingin ini. Terima kasih telah menerima kami semua Nara, Nino" kata Dokter Irene lagi. Dokter Irene memeluk Yoora dan Kinno dengan erat dan penuh cinta. Dokter Irene juga mencium Yoora dan Kinno. Yoora dan Kinno tertawa bahagia bersama nenek mereka. Dokter Irene membawa Yoora dan Kinno berada didalam gendongannya dan berjalan meninggalkan makam bersama Kivano, Kyonara, Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Sehun juga Kai, Bonara, Umin dan Dokyung. Mereka memasuki mobil masing-masing dan pergi ketempat tujuan yang lain. Makam ayah Kivano yang berada tidak jauh dari tempat pemakaman orang tua Kivano dan Kyonara. Mereka melaju dijalanan yang tidak terlalu ramai sehingga membuat mereka sampai disana dengan cepat. Kyonara bersama adik-adiknya terlihat kaku dan sangat berat untuk melangkah masuk kedalam area pemakaman. Rasanya hati mereka seperti tertusuk ribuan anak panah. Seperti mengingatkan kembali kemasa kelam dulu. Dokter Irene bersama kedua cucunya memimpin didepan. Lutut Kyonara terasa sangat lemas sehingga kesulitan untun melangkah.
"kalau ini menyulitkan kamu, kamu gak harus datang kesana" "jelas Kivano pada Kyonara. Kivano dapat melihat raut wajah Kyonara yang sedikit tidak siap untuk melihat makam orang yang membuat ibu dan ayah nya pergi dari dunia ini.
"aku hanya belum siap" kata Kyonara lemah.
"kita kemobil aja ya" balas Kivano pada Kyonara.
"aku tahu, kamu dan Lay merindukan dia. Aku harus berada disana membiarkan rasa sakit ini luruh bersama rasa rindu kalian. Sama seperti kamu dan Lay yang menahan kesakitan berada dimakam ayah dan ibu. Aku ingin melupakan semuanya dan membiarkan semuanya bahagia. Aku akan kesana" kata Kyonara meyakinkan Kivano.
"ini gak semudah itu sayang, aku tahu kamu. Dia adalah orang yang menyebabkan kamu terluka bahkan adik-adik kamu juga. Kalau ini terlalu membuat kalian sakit, kita bisa kesini lain waktu" kata Kivano menenangkan Kyonara.
"aku baik-baik aja selama kamu ada didekat aku. Aku mencintai kamu dan kamu adalah anak dari orang yang menghilangkan ibu dan ayah ku. Lay adalah adik kamu, aku juga menyayangi Lay, Lay juga adalah anak dari orang yang sama. Kalau aku bisa mencintai kamu dan menyayangi Lay kenapa aku juga gak bisa mencintai dan menyayangi ayah mertuaku seperti aku mencintai dan menyayangi ibu mertuaku. Ini sama. Walaupun keadaan menyulitkan. Tapi aku tetap ingin kesana sayang" pinta Kyonara pada Kivano. Kivano memberikan pelukan yang erat untuk Kyonara. Kivano juga mengecup dahi Kyonara dengan penuh cinta. Kivano menenangkan perasaan Kyonara.
"Bang, kami juga ingin kesana. Kami ingin mencintai orang yang sangat abang cintai. Kami ingin merindukan orang yang abang dan Lay rindukan. Kami ingin merasakan itu semua sama seperti abang dan Lay yang menerima ibu dan ayah kami dihati kalian" jelas Suho mewakili perasaan semua adik-adiknya.
"Bang Suho, Bang Chan, Bang Chen, Baeky, Sehun" kata Lay. "makasih banyak atas semua ini. Kalau gue jadi kalian, gue mungkin gak akan bisa setegar kalian. Gue gak bisa sehebat kalian. Bang, makasih banyak. Makasih banyak sudah terima gue, Bang Ki, ibu dan...dan ayah" kata Lay pada Suho, Chan, Chen, Baeky dan Sehun.
"setiap orang memiliki kesalahan mereka masing-masing dan setiap orang juga berhal atas maaf dan kesempatan lainnya. Termasuk kesalahan kita semua dimasa lalu. Tuhan menyampaikan rasa cintanya pada hati semua yang hidup, rasa cinta yang disampaikan Tuhan sangat tulus dan begitu besar. Semua itu membuat kita akan menerima semuanya dengan mudah dan memaafkan segala lubang kesalahan" jelas Chan pada Lay.
"Lay, gak ada alasan untuk kita menolah kehadiran lo dan Bang Ki. Ini bukan kesalahan kalian dan kenapa kuta semua haris menghukum kalian atas ini. Kita semua memaafkan semua yang sudah berlalu, kita gak mau hidup dalam bayang-bayang kenangan yang buruk. Akan lebih baik kalau kita memaafkan segala airmata kepedihan dan melupakan semuanya. Sekarang kita sudah sangat bahagia" sambung Baeky. Lay meneteskan airmata bahagianya.
"gak akan ada hari sebahagia ini tanpa kalian semua" balas Lay. Lay bersama Suho, Chan, Chen, Baeky dan Sehun mengikuti Dokter Irene bersama Kai, Bonara, Umin dan Dokyung sementara itu Kivano menggenggam tangan Kyonara dan membawa Kyonara berjalan kearah makam ayahnya.
Disana Dokter Irene sedang mengenalkan Yoora dan Kinno pada suaminya yang membeku dibawah tanah bersama angin yang bertiupan. Dokter Irene membawa Yoora dan Kinno untuk mengenal dan mengetahui sosok kakek mereka. Yoora dan Kinno sangat asing dengan tempat dimana kakek mereka tinggal. Yoora dan Kinno seakan belum begitu mengenal jelas sosok ayah Kivano yang sedikit terlambat dikenalkan pada mereka. Yoora dan Kinno terus mendengarkan Dokter Irene berbicara mengenai kakek mereka juga mengenai Yoora dan Kinno pada suaminya. Yoora dan Kinno akhirnya tersenyum setelah mendengar bahwa yang membeku disana adalah orang dirindukan Kivano juga Lay. Dokter Irene juga meminta agar Kivano membawa Kyonara untuk bergabung bersama mereka. Kivano membawa Kyonara lebih dekat pada makam ayahnya, Lay juga mengikuti langkah Kivano.
"ayah, Ki gak tahu bagaimana perasaan ayah saat ayah melihat Kyonara dan adik-adiknya, keluarga yang ayah pernah bikin hancur hatinya. Ayah tahu, untuk datang kesini merupakan hal yang sulit bagi mereka tapi ayah perlu tahu bahwa mereka semua memiliki hati yang sangat tulus dan cinta yang sangat besar. Mereka datang bukan untuk menghukum ayah, mereka datang untuk belajar mencintai ayah. Kyonara ingin mencintai ayah mertua nya. Kyonara adalah wanita yang sangat Ki cintai sampai nanti. Kyonara memberikan Ki dua anak kembar, mereka sangat cantik dan tampan. Ayah tahu, rasa menyesal Ki sangat besar terhadap apa yang ayah lakukan pada Kyonara dan keluarganya. Ki sedih kenapa hal ini terjadi pada mereka tapi Ki juga bahagia karena Ki bisa memperbaiki semuanya saat ini sampai kami hidup bersama. Ayah, tolong jangan buat kesedihan ditempat lain. Ki yakin ayah adalah orang yang hebat. Ayah mungkin menjadi pahlawan ditempat lain saat ini tapi ayah tetap menjadi pahlawan dihati kami. Ki mencintai ayah" kata Kivano membuat Kyonara kembali berkaca-kaca.
Kyonara mengatur nafasnya dan menarik nafas nya pelan sebelum dia berani untuk berbicara pada mendiang ayah Kivano.
"hai, aku Kyonara, senang bisa hadir disini saat ini. Ini pertama kalinya aku melihat orang yang selama ini aku cari atas mimpi buruk yang diciptakannya. Aku ingin tahu bagaimana perasaannya saat dia melakukan hal itu pada keluarga kami. Saat aku tahu dia adalah ayah dari seseorang yang sangat aku cinta rasanya aku ingin berteriak dan menyumpahi semuanya. Tapi aku benar-benar gak sanggup. Aku menerima cintanya juga adik dan ibunya. Aku bisa menerima mereka dan sekarang aku akan menerima orang yang menuliskan mimpi buruk itu pads keluarga kami. Aku menerima ayah sebagai mertua ku, aku juga ingin mencintai ayah seperti aku mencintai Ibu Irene. Terima kasih telah memiliki seorang anak yang sangat aku cintai. Aku mencintainya. Aku harap ayah merasakan kebahagiaan sama seperti kami saat ini" jelas Kyonara pada Ayah Kivano. Kivano mendekap Kyonara tepat dihadapan makam ayahnya. Kivano menangis bahagia bersama Kyonara. Yoora dan Kinno yang melihat ibu dan ayah mereka akhirnya lepas dari gendongan Dokter Irene dan memilih mendekati Kivano dan Kyonara dengan bantuan Lay yang menuntun Yoora dan Kinno berjalan kearah Kivano dan Kyonara.
"daddd!" kata Yoora
"mommm!!" kata Kinno
"angan angis ya" kata Yoora lalu memeluk Kivano.
"mom angan cedih" lanjut Kinno yang juga memeluk Kyonara. Mereka menyeka airmata Kivano dan Kyonara saat Kivano dan Kyonara melihat kearah mereka. Kivano dan Kyonara tersenyum lebar pada anak-anaknya.
"terima kasih anak-anak mom dan dad yang cantik dan ganteng juga pintar. Mom cinta kalian" kata Kyonara memeluk Yoora dan Kinno. Yoora dan Kinno sangat bahagia berada di dalam pelukan Kyonara. Kivano juga memeluk Kyonara, Yoora dan Kinno.
"Dad juga cinta Yoora dan Kinno" jelas Kivano. Mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kai, Bonara, Umin dan Dokyung yang saat itu menjadi saksi untuk sejarah baru dikeluarga Kivano dan Kyonara juga turut bahagia. Mereka tenggelam pada kisah romantis dikeluarga Kivano dan Kyonara. Ini seperti dongeng yang memiliki akhir yang bahagia namun ini belum berakhir. Kivano dan Kyonara masih memiliki banyak kenangan yang belum terlihat dan terlewati didepan sana. Kivano dan Kyonara membawa Yoora dan Kinno dalam gendongan mereka. Dokter Irene berjalan bersama Lay disamping Kivano. Suho bersama Bonara, Chan bersama Chen, Baeky bersama Kai dan Sehun, Umin bersama Dokyung mereka semua sedang berjalan ditempat wisata yang sangat indah. Tempat wisata yang pertama mereka kunjungi adalah Seomjin River Train Village merupakan taman yang dipenuhi dengan aneka bunga yang indah. Tempat ini terletak di Gokseong. Dulu, tempat ini adalah stasiun kereta api namun dengan adanya ide yang cemerlang maka tempat ini disulap menjadi taman bunga yang hidup dengan cantik dan subur.
Ditempat ini juga terdapat lokomotif uap yang beroperasi setiap lima kali dalam satu hari. Lokomotif ini adalah atraksi utama ditempat itu. Lokomotif Ini berjalan menyusuri Sungai Seomjingang. Didalan lokomotif ini terdapat pemandu yang berpakaian seperti pelayan dan inspektur pemeriksa karcis. Para pemandu ini akan menjelaskan mengenai sejarah lokasi yang ada disana. Wisata ini bisa dikatakan sebagai tour kereta terbaik di Korea. Kivano membawa Kyonara juga Yoora dan Kinno dan semua keluarga mereka untuk menaiki lokomotif itu dan menyusuri sungai. Sepanjang perjalanan Yoora dan Kinno terlihat sangat senang dapat melihat berbagai macam bunga dan bagian lainnya dari tempat itu. Yoora dan Kinno menikmati perjalanan mereka. Yoora dan Kinno sangat girang sampai mereka harus berloncatan diatas pangkuan Kivano dan Kyonara.
"senengnya anak dad" kata Kivano pada Yoora dan Kinno.
"YEEAAAYYY" kata Yoora dan Kinno bersamaan. Kyonara dan Kivano terkekeh melihat tingkah laku Yoora dan Kinno yang menggemaskan.
Dikursi belakang Sehun duduk bersama Baeky sementara disamping mereka terdapat Suho dan Bonara lalu Chan dan Chen. Diikuti dengan Lay dan Kai, Umin dan Dokyung. Sementara Dokter Irene kembali kerumah sakit dan bekerja. Dokter Irene memiliki waktu yang cukup panjang dirumah sakit. Keberadaan nya di Sun Hospital sangat berpengaruh sehingga menuntutnya untuj berada dirumah sakit cukup lama. Yoora dan Kinno tampak sedih saat nenek mereka harus kembali kerumah sakit dan tidak bergabung bersama mereka. Namun kekhawatiran ibu tergantikan dengan perjalanan mereka yang sangat menyenangkan.
"dih gue males lah jalan-jalan tourguide nya cerita sejarah" omel Sehun.
"terus lo mau nya apa?" tanya Baeky ketus.
"cerita tentang tempat makan enak kek atau cerita tentang artis artis yang pernah datang kesini kek" kata Sehun lagi. Baeky memukul pelan kepala Sehun.
"pantesan lo gak pinter-pinter ya, otak lo isinya begitu" omel Baeky pada Sehun.
"yang penting gue ganteng" balas Sehun cepat.
"ganteng tapi bego juga percuma" kata Baeky ketus.
"yang penting diidolain banyak cewek" balas Sehun lagi.
"gila berarti yang mengidolakan lo" jawab Baeky membuat Sehun geram.
"sirik aja" jata Sehun ketus.
"gue? Sama lo? Dih itu sih cuma dimimpinya lo doang" kata Baeky lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan Sehun sendiri disana.
"mau kemana lo?" tanya Chan saat melihat Baeky meninggalkan Sehun sendiri.
"kenapa pidnah?" tanya Chen.
"gue gak mau punya penyakit jantung sama darah tinggi kalau duduk sama Sehun" kata Baeky membuat Chan dan Chen tertawa. Baeky memilih duduk disamping Chan.
"Bang woiii lo tega ninggalin gue?" teriak Sehun pada Baeky membuat Yoora dan Kinno yang berada tidak jauh dari Sehun langsung melihat kearah Sehun.
"aciaaan deh amaan" goda Kinno.
"aciaannyaa aman tehun" lanjut Yoora. Kivano dan Kyonara tertawa, Baeky, Chan dan Chen juga ikut tertawa sementara Sehun hanya memasang wajah cemberutnya.
"hahaha. Kasihan deh Paman Sehun" celetuk Umin dari arah depan membuat Kai, Suho, Bonara, Lay dan Dokyung ikut tertawa keras.
"jangan main sama paman lagi ya" kata Sehun membuat Yoora dan Kinno semakin tertawa hebat.
Setelah asik menikmati ditempat itu dan merasa sangat puas berada disana, Kivano dan Kyonara membawa Yoora dan Kinno juga Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Sehun juga Bonara, Kai, Umin dan Dokyung menuju ketempat wisata selanjutnya. Tempat wisata kedua yang mereka kunjungi adalah Istana Changdeok yang merupakan salah satu istana dari lima istana terbesar yang dibangun sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan. Makna dari istana Changdeok adalah kemakmuran. Disana kekuarga Kivano dan Kyonara menikmati arsitektur bernuansa Korea dimasa lampau. Istana cukup luas dan memiliki kontur tanah yang naik turun. Bagian istana yang paling terkenal adalah Taman Rahasia yang terdapat dibagian belaka istana. Bagian taman memang tidak tersembunyi, dikatakan sebagai taman rahasia karena dulunya taman ini hanya boleh dimasuki oleh kaisar dan istrinya atau keluarga kerajaan. Lokasi taman rahasia ini beberapa kali pernah dipakai untuk lokasi shooting drama Korea. Disana Kivano dan Kyonara banyak memperlihatkan budaya Korea dimasa kerajaan pada Yoora dan Kinno. Mereka tampak bergembira menikmati setiap sudut kerajaan. Yoora dan Kinno melihat orang-orang memakai pakaian tradisional Korea. Mereka juga mengambil beberapa gambar bersama. Kivano menggendong Yoora sedangkan Kyonara menggendong Kinno. Mereka tampak begitu serasi. Kivano juga mendekap Kyonara. Potret manis lainnya adalah Kivano dan Kyonara menutup kedua mata Yoora dan Kinno bersamaan lalu Kivano memberikan kecupan mesra pada Kyonara. Mereka,, tersenyum ditambah dengan Yoora dan Kinno yang merontak ingin dilepaskan kedua tangan Kivano dan Kyonara yang menutupi pandangan mereka. Suho yang mengambil gambar akhirnya tertawa melihat kelucuan Yoora dan Kinno yang protes akan penglihatan mereka yang ditutupi oleh Kivano dan Kyonara.
"yaampun ngenes banget gue gak punya pasangan lihat Bang Ki sama Kak Kyo" kata Sehun. "Woi bang, kak udahan kek kesian anak lo pada matanya ditutup gitu. Tega Banget yaelaahh" oceh Sehun pada Kivano dan Kyonara.
"mulut lo dimana-mana tetep aja kayak toa ya Hun" keluh Dokyung membuat Sehun menatap Dokyung malas.
"kebiasaan Sehun banget ini sirikan" celetuk Bonara.
"makanya cari pasangan" lanjut kai.
"kayak lo udah punya ada bang" balas Sehun pada Kai.
"Kai ada pasangannya kali!!" sambung Lay yang datang bersama Baeky.
"siapa? Dimana?" tanya Sehun penasaran.
"Kitaaaaa" kata Baeky dan Lay cepat lalu merangkul Kai. Kai tertawa melihat tingkah Baeky dan Lay. Kai pun merangkul Baeky dan Lay.
"astagaaaa, lo bertiga lebih ngenes dari gue" kata Sehun.
"seenggaknya kita gak kayak lo modal ganteng tapi oon" balas Baeky membuat Sehun geram.
"dih pintar kagak punya pacar juga percuma. Wleee" kata Sehun pada Baeky.
"tapi gak ngenes kayak lo!" sambung Kai pada Sehun.
"kayak kuta bertiga lo sendirian, kan makin ngenes itu namanya" kata Lay kali ini membuat Sehun mengerucutkan mulutnya.
"lo bertiga mainnya keroyokan" balas Sehun.
"cari temen dong lo" kata Baeky membuat Sehun cemberut dan menghampiri Suho yang sedang mengambil gambar Kivano, Kyonara, Yoora dan Kinno.
"bang gantian kita kek yang foto, lo sih mauan banget fotoin pasangan ini mulu dah" kata Sehun pada Suho.
"terus harus fotoin siapa?" tanya Suho pada Sehun.
"gue lah" balas Sehun santai.
"gue lebih males fotoin lo, lo banyakan gaya ambil foto mau perfect banget. Maless" kata Suho kembali mengambil gambar Yoora dan Kinno yang sedang berdiri dan saling memeluk satu sama lain.
"lo mah jahat bang" rengek Sehun seperti anak kecil.
"lo bisa diem gak, lo lihat tuh ponakan lo" tunjuk Suho pada Yoora dan Kinno yang kali ini sedang mencium Kivano dan Kyonara. Lalu Yoora dan Kinno bergaya sedang melihat kearah lain. Yoora dan Kinno juga tertawa lebar membuat Sehun tertawa.
"mereka lucu bangeet sih" gerutu Sehun lalu kembali tersenyum lebar kearah Yoora dan Kinno.
Disisi lain istana tampak Umin dan Dokyung juga sedang mengambil gambar mereka bersama. Dokyung mengambil gambar Umin bersama adik perempuannya Bonara dan Kai secara bersamaan lalu Umin mengambil foto Dokyung yang berdiri tepat disalah satu bangunan yang menjadi tempat keluarga kerajaan berkumpul. Selain Umin dan Dokyung juga Kai dan Bonara,Baeky juga mengambil gambar dirinya bersama Kai dan Lay lewat selfcam nya. Mereka mengambil foto selfie dengan beberapa gaya yang nampak imut. Setelah itu Suho mengajak Chan dan Chen yang sedang mengambil foto bersama Lay lalu Suho juga mengajak Baeky dan Sehun untuk foto bersama Kivano, Kyonara, Yoora dan Kinno. Mereka memgambil foto keluarga didepan bangunan istana dikerajaan yang megah itu. Selanjutnya Suho juga mengambil banyak gambar bersama Bonara. Itu gambar kedua mereka setelah kembali bersama dimusim dingin. Gambar pertama Suho dan Bonara mereka ambil saat mereka berada di Busan beberapa waktu lalu. Hari itu menjadi hari yang sangat menyenangkan sehingga membuat mereka merasa lelah dan lapar. Kivano dan Kyonara mengajak Yoora dan Kinno, Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Sehun juga Kai, Bonara, Umin dan Dokyung untuk makan siang bersama disalah satu tempat makan yang berada tidak jauh dari sana. Yoora dan Kinno duduk diantara Kivano dan Kyonara. Mereka sedang makan, makanan bayi yang disengaja dibawa oleh Kyonara dari rumah. Kivano dan Kyonara sedang memberi makan Yoora dan Kinno yang tampak lapar dan sedang makan dengan sangat lahap. Sehun yang duduk berseberangan dengan Kyonara melihat Yoora dan Kinno makan dengan sangat lahap membuat Sehun merasa semakin kelaparan. Suara perut Sehun semakin terdengar dan membuat Chan dan Chen yang duduk disampingnya tertawa.
"lo kelaperan banget Hun" tanya Chen pada Sehun.
"menurut lo kalo perut bunyi itu kekenyangan bang" balas Sehun membuat Chen dan Chan tertawa lagi.
"puas banget sih lo berdua lihat orang kelaperan bang" gerutu Sehun pada Chan dan Chen.
"gue ini juga laper tapi kok biasa aja sih gak kayak lo" jawab Chen lagi.
"baaaangg lo kayak gak tahu adek lo yang ganteng ini sih. Gue gak bisa kalau kelamaan nunggu makanan kalau lagi lapar. Mana sih ini makanannya lama banget datangnya. Gue laperr banget yatuhaan, harus nunggu berapa lama lagi diri ini menanti makanan datang. Hiks" oceh Sehun sambil memegang perutnya.
Yoora dan Kinno yang sedang makan sambil melihat Sehun yang kelaparan pun akhirnya tertawa. Kivano dan Kyonara melihat kearah Sehun seperti Yoora dan Kinno.
"Aaaahh gueee lapaaar bangeeeeett iniiii" teriak Sehun lalu menjatuhkan wajahnya diatas meja makan.
"berisih ish!!! Lo gak bisa tahan dikit apa itu rasa lapar" omel Baeky pada Sehun.
"lo pikir rasa lapar bisa lo tahan apa" jawab Sehun ketus.
"ais, dasar perut lo aja yang lebay" balas Baeky.
"lo kayak gak pernah dikasih makan aja sih Hun" sambung Suho pada Sehun.
"adek lo gak pernah dikasih makan ya Kyo" tanya Dokyung pada Kyonara. Kyonara tekekeh.
"porsi dia makan itu banyak, tapi dia mudah cepat lapar. Kayanya bermasalah sih saluran pencernaannya. Coba deh dibedah sekali-kali" jawab Kyonara pada Dokyung.
"astagaaa kak!!! Tega banget sih pakek bilang sekali-kali, lo pikir perut gue apaan" celetuk Sehun cepat.
"perut karet" jawab Baeky, Lay dan Kai bersamaan. Sehun cemberut dan tetap mehanan rasa laparnya. Tidak lama kemudian dua pelayanan datang membawa pesanan mereka dan meletakkan banyak makanan diatas meja makan. Setelah semuanya tersaji dengan cantik diatas meja makan, Sehun dengan cepat memgambil makanannya dan langsung memakannya dengan cepat juga sampai membuat Kivano, Kyonara, Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Kai juga Bonara, Umin dan Dokyung menggelengkan kepala mereka masing-masing.
"mukaknya sih ganteng, tapi kalau makannya kayak gini juga bikin cewek ogah mau punya pacara kayak dia" celetuk Bonara pada Sehun.
"ssttt gue lagi fokus makan. Makan itu kebutuhan sehari-hari, kalau gak makan bisa mati" balas Sehun pada Bonara.
"penting piring makan apa pacar?" tanya Bonara.
"piring makan lah. Diatasnya selalu ada makanan tapi kalau pacara sukanya marah mulu kalau gak sesuai sama pengennya mereka" jawab Sehun.
"oke fix, Kyo, Sehun susah dapat pacar. Dia milih piring makan sih. Harusnya pilih keduanya" kata Umin pada Kyonara.
"bukan perut doang kayaknya yang harus dibedah, otak juga" kata Kivano.
Sehun tetap makan tanpa perduli dengan suara-suara bising disampingnya. Kivano dan Kyonara, Suho, Chan, Chen, Baeky dan Lay juga Kai, Bonara, Umin dan Dokyung akhirnya memakan makanan mereka dengan lahap. Mereka semua memakan makanan sampai habis, tidak bersisa. Mereka sangat merasa puas dengan rasa makanan yang sangat lezat. Yoora dan Kinno saat itu sedang tertidur di stroller mereka setelah Yoora dan Kinno meminum susu dari botol susu mereka. Yoora dan Kinno tampak lelah, mereka tertidur dengan sangat lelap. Setelah acara makan siang berakhir, Kivano dan Kyonara mengajak Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Sehun juga Kai, Bonara, Umin dan Dokyung untuk menikmati pertunjukan teater di Teater Nanta yang berada di Myeongdong. Teater ini merupakan teater yang paling terkenal di Seoul. Lokasi teater ini terdapat di lantai 3 dan lantai 5 gedung UNESCO dipusat keramain Myeongdong. Disana Kivano dan Kyonara, Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay, Sehun, Kai, Bonara, Umin dan Dokyung dapat menikmati drama komedi nonverbal dengan setting sebuah dapur dan alat-alat masak yang digunakan sebagai alat musik perkusi. Mereka semua terpukau dengan pertunjukan teater tersebut karena aksi teaterikalnya yang dikombinasikan dengan keahlian memainkan alat-alat dapur sebagai instrumen musik. Mereka sangat menikmati drama komedi tersebut.
Saat pertunjukkan berakhir dan hari mulai gelap mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Myeongdong. Kyonara meninggalkan Yoora dan Kinno yang masih tertidur dengan lelap distroller merek bersama Kivano dan adik-adiknya. Kyonara mengajak Bonara untuk membeli berbagai perlengkapan untuk diri mereka, Yoora dan Kinno, Suho, Kivano, Umin dan adik-adik Kyonara. Kyonara dan Bonara membeli beberapa tren pakaian terbaru dan beberapa produk kosmetik. Sementara Kyonara dan Bonara sedang asik berbelanja, Kivano membawa Yoora dan Kinno yang baru saja bangun dari tidur untuk menikmati malam di Myeongdong. Kivano bersama Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay, Kai, Sehun, Umin dan Dokyung menikmati berbagai santapan kuliner yang menarik disana, mulai dari jajanan pinggir jalan dan tempat makan yang menjadi titik temu Kivano dan Kyonara. Mereka makan malam bersama sebelum akhirnya pulang kerumah dengan rasa lelah dan bahagia diwaktu yang bersamaan. Kivano, Kyonara, Yoora, Kinno, Suho, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Sehun juga Kai, Bonara, Umin dan Dokyung sangat menikmati perjalanan mereka hari ini. Hari itu berjalan dengan sangat baik sehingga membuat suasana hati mereka sangat bahagia. Umin membawa Kai dan Bonara pulang kerumah mereka. Dokyung juga kembali kerumahnya. Kivano dan Kyonara membawa Yoora dan Kinno masuk kedalam kamar mereka dan meletakkan Yoora dan Kinno kedalam box bayi. Setelah itu Kivano lebih dulu membersihkan dirinya sedangan Kyonara melihat adik-adiknya yang masih berada diruang keluarga.
"kenapa pada masih disini?" tanya Kyonara pada semua adik-adiknya.
"gak apa-apa kak. Mau rehat sebentar aja" kata Chan pada Kyonara. Kyonara duduk disamping Sehun.
"Bang, malam ini tidur dikamar lo aja ya" kata Sehun menunjuk Suho.
"boleh. Udah lama kita gak tidur bareng ya. Haha" kata Suho.
"aku rindu juga suasana kayak gitu" kata Kyonara pada adik-adiknya.
"lo udah beda kasta sama kita kak. Kita para jomblo jangan ikut geng kita ya. Hahaha" kata Sehun membuat Kyonara tertawa.
"selamat menikmati malam minggu para jombloo" kata Kyonara lalu berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan mereka.
"YAISHHH!!" teriak Sehun, Baeky dan Lay bersamaan. Kyonara tertawa dan kembali kekamarnya. Kyonara melihat Kivano sedang merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Kivano terlihat sedang memejamkan matanya. Kyonara tersenyum dan mendekati Kivano. Kyonara mendekatkan wajahnya pada wajah tampan Kivano. Kyonara memberikan kecupan mesra pada wajah Kivano, dimulai dari dahi Kivano, kedua mata Kivano, hidung Kivano, pipi kanan dan pipi kiri Kivano, lalu terakhir Kyonara mengecup bibir tipis Kivano. Kivano merasakan sentuhan dari bibir Kyonara. Kivano tersenyum dan membalas kecupan Kyonara. Kyonara terkejut. Kyonara mengira bahwa Kivano sedang tertidur, nyatanya Kivano hanya pura-pura tertidur. Kyonara tersenyum.
"kamu belum tidur?" tanya Kyonara pada Kivano.
"siapa yang bisa tidur kalau bibirnya dikecup oleh bibir lain" kata Kivano menggoda Kyonara. Wajah Kyonara bersemu malu.
"tidur sana" balas Kyonara pada Kivano.
"yang barusan gak bisa dilanjutin?" tanya Kivano menggoda Kyonara lagi.
"aku mau mandi" jawab Kyonara cepat.
"aku akan ikut kamu mandi" kata Kivano menaikkan alis matanya dan tersenyum devil kearah Kyonara.
"aku gak mau ajak kamu" balas Kyonara pada Kivano.
"aku gak minta persetujuan kamu" tegas Kivano membuat Kyonara semakin gugup. Kyonara berdiri cepat dari atas tempat tidurnya dan berlari cepat kearah kamar mandi meninggalkan Kivano yang tertawa puas setelah menggoda Kyonara. Kyonara menyingkirkan rasa penatnya hari ini dibawah guyuran air hangat dari shower. Kyonara menikmati mandi malamnya. Setelah dirasanya cukup, Kyonara menggunakan kimono handuknya keluar dari kamar mandi dengan rambut basah. Kyonara duduk didepan meja riasnya. Mematut dirinya dicermin dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Kivano melihat Kyonara dari tempat tidurnya. Kivano tersenyum manis kearah Kyonara yang juga sedang melihat Kivano melalui cermin didepannya. Kivano berjalan mendekati Kyonara dan meraih handuk kecil dari tangan Kyonara. Kivano mengeringkan rambut basah Kyonara dengan handuk ditangannya. Kyonara menikmati perlakuan manis Kivano. Kivano terus mengeringkan rambut Kyonara sambil memandang wajah cantik Kyonara malam itu. Pandangannya menggelap bersamaan dengan pandangan Kyonara yang mengabur saat kedua mata mereka terpejam dan menciptakan suasana yang begitu romantis disana. Keduanya saling menautkan bibir mereka satu sama lain. Kivano mengecup bibir Kyonara dengan buasnya. Meleburkan rasa rindu yang sangat besar untuk Kyonara selama ini. Kyonara menggila. Kivano mengecup semua bagian wajah cantik Kyonara. Leher jenjang Kyonara habis dirasakan oleh Kivano. Bau wangi yang ada ditubuh Kyonara membuat Kivano merasa frustasi. Kyonara semakin lemah dibuat oleh Kivano. Kivano membawa Kyonara berjalan mendekati tempat tidur mereka. Kivano membuat Kyonara berada dibawah dirinya dengan kecupan yang semakin membara. Kivano seperti lupa akan keberadaan Yoora dan Kinno yang tertidur diruang kamar anak mereka yang tersambung langsung dengan ruang tidur mereka. Kivano dan Kyonara semakin menggila dan tersiksa.
"i need you" kata Kyonara akhirnya meloloskan satu kalimat yang membuat Kivano semakin menggila. Kivano tersenyum manis pada Kyonara.
"really?" tanya Kivano pada Kyonara.
"ya" jawab Kyonara sangat pelan.
"i miss you" balas Kivano. Perlahan Kivano membuka pengait kimono handuk Kyonara. Kivano terpukau dengan keindahan yang dimiliki Kyonara selama ini. Kivano selalu jatuh cinta dengan semua yang dimiliki Kyonara. Kivano sungguh tidak bisa menahan gejolak yang semakin membara dan memanas didalam jiwanya. Hatinya menghangat bersamaan dengan hati Kyonara yang sedang terbang jauh kelangit ketujuh. Kyonara menutup matanya dan merasakan sensai yang luar biasa saat Kivano menyatukan cinta mereka bersama. Kivano bahagia. Rasa rindu dan cintanya melebur menjadi satu dimalam yang sunyi dan dingin. Suasana diruangan itu menjadi sangat panas. Kivano dan Kyonara terbakar api asmara yang sangat besar. Keduanya berada dipuncak paling tinggi penyatuan cinta mereka. Kivano dan Kyonara menikmati malam yang indah bersama. Mereka tenggelam bersama cinta mereka yang menyatu malam itu. Mereka tenggelam bersama langit gelap yang membuat keduanya tergila-gila. Mereka larut dalam suasana yang sangat panas. Kivano mengecup bibir mungil nan tipis Kyonara. Kyonara juga mengecup bibir tipis Kivano. Tubuh mereka melekat satu sama lain. Menautkan semuanya bersama. Kyonara menikmati semua sentuhan yang diberikan Kivano. Kivano memperlakukan Kyonara dengan sangat baik dan begitu manis. Kivano memperlakukan Kyonara dengan sangat lembut. Kyonara menyukai semuanya. Semua yang Kivano lakukan menjadi candu untuk dirinya.
"i love you sayang" kata Kivano pada Kyonara.
"i love you sayang" balas Kyonara lalu tenggelam didalam dekapan erat penuh cinta Kivano. Tubuh mereka merengkuh didalam selimut tebal nan hangat. Keduanya terlelap bersama menjelajah dunia mimpi.
Berbeda dengan Kivano dan Kyonara, Suho bersama adik-adiknya, Chan, Chen, Baeky, Lay dan Sehun masih terjaga. Mereka membicarakan banyak hal. Ini kali pertama Lay bergabung dengan tradisi mereka sejak lama. Lay sangat menikmati dan merasa senang dengan semua ini. Lay menikmati waktu nya bersama semua saudara-saudaranya.
"Bang, besok gue mau latihan lagi ya. Gue bener-bener mau ikut audisi itu" kata Sehun pada semua kakak laki-lakinya.
"gue udah bilang ke Kai, dan dia bakal kesini besok" kata Baeky pada Sehun.
"bang, kalau gue udah berusaha dengan maksimal dan gue gagal. Gimana?" tanya Sehun lemah.
"kenapa harus khawatir. Itu bukan jalan satu-satunya lo untuk meraih mimpi lo. Semua yang terjadi sama lo saat dan nanti pasti akan menyisakan satu alasan yang buat lo lebih mengerti kenapa lo harus merasakan semua itu. Saat lo gagal, lo akan tahu bahkan ada banyak hal lebih baik yang sedang menantikan lo. Jangan menyerah apalagi putus asa. Everything will be fine, lo punya kita semua jadi jangan pernah khawatir dan takut" kata Chen pada Sehun.
"kata orang kegagalan adalah sukses yang tertunda. Menurut gue itu benar. Saat kita gagal, kita akan lebih banyak berusaha untuk berdiri dan bangkit lagi. Saat itu kesuksesan sedang menanti usaha lo yang lebih besar. Lo tahu, Tuhan itu gak akan tidur. Dia akan lihat bagaimana usaha lo selama ini. Tuhan akan memberikan lo banyak pilihan atas mimpi-mimpi lo dan lo harus memilihnya dengan hati. Saat hati lo yakin, lo pasti bisa meraih itu semua" lanjut Chan.
"percaya sama diri dan kemampuan yang lo punya. Lo yang lebih tahu tentang diri lo. Kita semua akan mendukung lo apapun yang terjadi. Sekalipun lo nanti gagal kita akan tetap bersama untuk menemukan jalan lain dan meraih impian lo" sambung Baeky.
"Sehun, anak ayam ganteng yang mau jadi ayam jantan yang super ganteng, jangan pernah takut, khawatir tentang apa yang belum pernah terjadi. Cukup lakukan dengan sangat baik semua yang terjadi saat ini. Apapun hasilnya nanti semuanya akan baik-baik aja. Itu adalah yang terbaik buat lo. Lo harus siap mati terbunuh atau membunuh. Lo harus siap kalah dalam perang dan menang dalam perang. Lo harus melawan waktu yang mungkin akan menyulitkan lo. Gue tahu, gue yakin dan percaya lo adalah anak ayam yang hebat untuk keluarga kita dan lo juga akan menjadi ayam jantan yang super hebat dan luar biasa diluar sana" kelas Suho memberi semangat dan dukungannya untuk Sehun.
"Hun, doa gue selalu menyertai lo. Gue tahu setiap langkah yang kita pilih semuanya gak ada yang mudah tapi semuanya juga gak ada yang sulit. Lo pasti bisa meraih mimpi-mimpi terbesar lo satu persatu. Gue yakin lo bisa. Keinginan didalam hati lo jauh lebih besar dari semua hal yang menyulitkan lo. Lo bisa mendapatkan apa yang menjadi impian lo. Lo bukan orang yang menyerah gitu aja, lo adalah orang yang hebat dan gak pernah capek untuk terus berusaha dan belajar. Kita semua tahu itu. Gue mendukung lo dengan cinta yang gue punya" kata Lay membuat Sehun berkaca-kaca. Sehun meneteskan airmatanya perlahan-lahan.
"gue gak tahu harus gimana saat gue nanti mengecewakan kalian semua. Saat itu terjadi rasanya gue mau mati dan tenggelam aja. Gue gak mau lihat wajah sedih kalian karena gue. Gue akan membahagiakan kalian semua, gue gak akan kecewakan setiap doa, semangat dan cinta kalian semua. Makasih untuk semua nya bang. Kalian yang terbaik buat gue. Gue cinta kalian semua" kata Sehun.
Mereka saling berpelukan dimalam yang dingin. Musim dingin sebentar lagi akan menghilang membiarkan sinar mentari kembali menguasai langit. Menanti hari itu tiba, mereka menikmati malam bersama dan tertidur disaat waktu telah menunjukkan tengah malam. Semuanya saling berpelukan berbagi kehangatan dan cinta. Tidak ada hal yang lebih baik dari pada cinta pada ibu, ayah, pasangan juga saudara yang lainnya. Cinta tulus dari keluarga adalah hal yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan apapun. Seperti mereka yang selalu berbagi cinta dan mencintai satu sama lain setiap saat.

The First SnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang