(20) Aku akan mencoba

232 15 0
                                        

Blue tertidur semakin lelap hingga fajar menjelang. Hand phone Blue bergetar, telfon dari Bayu.

" Blue.." panggil suara di seberang sana

" Hmmmm" jawab Blue dengan nyawa yang belum terkumpul

" Bangun, sholat subuh jangan lupa" ujar Bayu

" Hmmmm"

" Blue..." ujar Bayu

" Hmmmm"

" Bangun, sholat subuh dulu, kalau bisa tadarusan sebentar" ulangi suara di seberang sana.

" Iyaaaa bentar lagi" jawab Blue dengan mata yang masih tertutup

" Melody bangun, sholat subuh..."

" Iyaaa ini udah bangun" jawab Blue bohong

" Gak percaya, buktinya kamar lo masih gelap" ujar Bayu yang sontak membuat Blue terkejut.

" Dari mana lo tau?" ujar Blue sambil bangun dan duduk.

" Kan gue punya indra ke enam" canda Bayu

" Ihhh serius Bay" ujar Blue

" Serius" ujar Bayu

" Ihhh nyebelin"

" Udah buruan bangun, langsung wudhu, sholat, kalau sempet baca Al-qur'an dulu walaupun cuma beberapa ayat" ujar Bayu

" Siap bos ku" ujar Blue

" Yaudah nanti gue jemput jam set 7 ya, see you"

" See you, oiya lupa"

" Apa?"

" Morning!!" teriak Blue

" Gak perlu teriak, budek nanti gue, too"

Tutttt....

Blue pun segera bangun, mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh lalu membawa Al-qur'an. Pagi Blue memang seperti ini bila Bayu bersamanya, selalu mengingatkan Blue untuk sholat, tadarusan, dan hal lain yang berhubungan dengan religi karena itulah Bayu sudah seperti lelaki yang sempurna di mata seorang Blue. Jam 06.30 seperti janji Bayu di telfon tadi, dia sudah berada di depan rumah Blue untuk menjemput Blue lalu segera melaju menuju sekolah.

" Blue" ujar Bayu memecahkan keheningan

" Kenapa?" jawab Blue

" Lo janji kan sama gue kalau Langit jelasin masalah kemarin, lo akan dengerin dia dan akan maafin dia?" ujar Bayu

" Tapi kenapa lo jadi belain Langit gini?" tanya Blue heran

" Enggak, cuma gue punya firasat aja kalau Langit ngelakuin semua ini bukan dengan sengaja" jelas Bayu

" Whatever" jawab Blue dan memanglingkan tatapannya

" Serius Blue, lo harus janji." Ujar Bayu

" Iyaa iyaa, kapan sih gue bisa nolak kemauan lo?" ujar Blue

" Gitu dong" ujar Bayu dan mengacak rambut Blue gemas tapi akhirnya dia mendapatkan cubitan Blue yang seperti capitan kepiting di bahu nya. Mereka pun sampai di sekolah dan mereka berjalan menuju kelas bersama.

" Blue" panggil seseorang dari belakang yang membuat keduanya berbalik. Langit.

" Gue mau ngomong sesuatu sama lo, penting." ujar Langit, Blue pun melirik Bayu yang langsung memberinya tatapan lo-harus-tepatin-janji-lo-tadi dan dengan susah payah Blue menelan ludahnya karena di beri tatapan maut Bayu.

" Yaudah" jawab Blue

" Tapi gak disini, di kantin" ujar Langit

" Gak, di sini aja" tolak Blue

My First and LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang