(4) Langit atau Rehan?

413 28 1
                                        

Blue sedang bersiap untuk sekolah saat terdengar suara Mama nya memanggil dari bawah.

" Mel.... cepetan, udah hampir jam setengah tujuh lohh!" seru Fany atau mama nya dari bawah.

" Bentar mom!" jawab Blue.

" Blue cepetan, ada yang jemput tuh!" ujar Fany.

Blue pun bertanya-tanya siapa yang jemput dia, Safira gak mungkin, karena Safira tidak tau rumah Blue. Blue pun segera turun dan meminum susu yang ada di atas meja makan, dan berpamitan dengan Mom dan Dad nya.

" Siapa yang jemput Mah?" tanya Blue.

" Loh, kamu gak tau? Mamah juga gak tau" jawab Fany heran.

" Aku gak tau mah" sambung Blue.

" Pacar kamu ya?" tanya Fernando curiga.

" Ishh papah, aku gak punya pacar tauuu...." bantah Blue

" Masa sihhh anak papah gak punya pacar?" ejek Fernando.

" Enggak pah, sumpah deh" bantah Blue

" Yaudah buruan berangkat, kasian yang di depan lama nunggunya" ucap Fany.

" Yaudah, Assalamu'alaikum" salam Blue.

Blue pun segera keluar dan memeriksa siapa yang jemput dia, dia pun terkejut saat melihat seorang laki-laki berdiri di depan pagar dan bersender pada tembok rumahnya, yap itu Langit.

" Kak Langit? Ngapain disini kak?" tanya Blue.

Langit pun tak menjawab tetapi langsung duduk di motornya.

" Cepet naik" suruh Langit.

Blue pun terdiam.

" Cepetan naik!" tegas Langit.

Blue pun tersadar dari lamunannya, dan dia duduk di belakang Langit yang mengendarai motor. Mereka pun berangkat. Di perjalanan terasa sepi karena tidak ada obrolan di antara mereka, Blue hanya duduk dan melihat jalanan yang ramai oleh orang-orang yang ingin bekerja, sekolah, dan lain-lain. Setelah 15 menit, mereka pun sampai di sekolah, dan benar saja kalau semua siswi yang melihat Langit membonceng seorang perempuan itupun langsung jadi pusat perhatian, Blue yang tak biasa menjadi pusat perhatian itupun hanya bisa menunduk. Lalu mereka berhenti di lapangan parkir, lalu Blue pun turun dan segera berjalan menuju kelas, Blue pun menginggalkan Langit di parkiran. Blue yang berjalan sendiri pun akhirnya jadi pusat perhatian para fans Langit yang membicarakannya. Blue pun mempercepat langkahnya dan dia menabrak Rehan 'lagi'.

" Blue, tiati kalau jalan, masih pagi, kumpulin nyawa dulu deh" ejek Rehan.

" Maaf kak gue buru-buru tadi, soalnya gak enak banyak yang ngeliatin" ucap Blue.

" Karena lo bareng sama Langit ya?" tebak Rehan.

" Kok tau kak? Tanya Blue.

" Kan gue punya mata batin hahaha" jawab Rehan.

" Haha... bisa aja kak" Blue tertawa kecil.

" Beneran deh" yakin Langit.

" Iyadeh aku percaya"

" Oiya, nanti sore lo ada acara gak?" tanya Rehan.

" Enggak, kenapa emangnya kak?" jawab Blue

" Ikut gue nonton yuk, tenang gue yang bayar kok"tawar Rehan.

" Hah? Nonton? Emmm gak tau deh kak, nanti aku kabarin lagi deh" jawab Blue

" Yahh.. okedeh, kabarin ya nanti" kata Rehan.

" Siyap" ujar Blue

" Nanti gue ke rumah lo ya buat jemput lo" ujar Rehan.

" Emang kakak tau rumah aku dimana?" tanya Blue.

" Tau lahh.." jawab Rehan

" Dimana emang?" tanya Blue

" Di belahan bumi bagian sono lah pokoknya hahaha" canda Rehan.

" Ihhh ni orang hahaha" jawab Blue sambil ketawa.

" Yaudah gue tunggu kabarnya ya dek" ujar Rehan.

" Iyaiya boss" jawab Blue.

Blue pun kembali berjalan menuju kelas nya, dan saat masuk kelas sudah ada Safira, Angel dan Andien yang sudah menunggunya sejak lama.

" Blue, gilak kemaren lo kenapa bisa di UKS?" tanya Safira heboh.

" Terus kenapa lo bisa sama kak Lang--..." Blue mengekap mulut Angel.

" Shuttt... diem please, jangan sampai ada yang tau" bisik Blue.

" oke-oke" jawab serentak.

" Jadi gini, kemaren waktu gue di hukum kan ada kakak kelas pada main basket, terus karena gue gak bisa berdiri lama sambil panas-panasan, kepala gue pusing, terus pandangan gue udah kabur gitu,terus tiba-tiba ada benda yang mendarat di kepala gue dan gue langsung pingsan, dan gue udah gak inget lagi." Jelas Blue.

" Lah terus kenapa ada kak Langit?" bisik Andien.

" Jadi kak Langit yang ngelempar bolanya terus kena gue, karena temennya pada kabur jadi dia yang nolongin gue ter-.." kata Blue terpotong.

" Hah?! Berarti yang bawa lo ke UKS kak Langit dong?!" teriak Safira terkejut.

" Shuuuttttt.... ihh jangan berisik!" ujar Blue.

" Oiya lupa, sorry..." pinta Safira.

" Iyaaa dia yang bawa gue ke UKS, dan dia yang nungguin gue sampe gue sadar, terus dia juga yang anterin gue pulang karena gak ada kendaraan umum yang lewat." Jelas Blue.

" Serius lo? Gila gila gila..... lo di gendong sama kak Langit? Di tungguin kak Langit? Terus lu di anterin pulang? Aaahhhhhh Blue...... gue pengen kayak lo!!" rengek Angel.

" Si bego, sakit tau kegebok bola, apalagi bola basket, keras tau" bantah Blue.

" Gapapa yang penting itu ya, yang nolongin gue itu COGAN, apalagi cowok paling ganteng di sekolah ini, kak Langit! Gilaaa bisa-bisa gue gak bangun-bangun dari pingsan biar di tungguin terus sama dia.. haha" ujar Angel.

" Dasar gila! Temen lo tuh Fir, urusin" jawab Blue sambil tertawa.

hope you enjoy this story!

Thank You!

My First and LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang