4 jam pelajaran sudah selesai, yang artinya sekarang adalah jam istirahat pertama. Banyak siswa yang langsung berbondong-bondong menuju kantin udah kayak orang ngajak tawuran.
"Woi, diem aja lu kesambet aja" ujar Safira sambil menepuk pundak Blue.
"Ish, kaget gua kampret lo" jawab Blue sambil menjitak kepala Safira.
"Sakit cuk" balas Safira sambil mengelus kepalanya.
"Ayo kantin" ajak Bayu.
"Ayo" jawab ketiga sahabatnya, kecuali Blue.
"Kalian duluan aja, gue mau ke perpus dulu" jawab Blue sambil berdiri dan keluar kelas menuju perpustakaan.
"Dia kenapa?" tanya ketiga temannya hampir berbarengan pada Bayu.
"Mana gua tau, emang gua cenayang? " jawab Bayu lalu berjalan lebih dulu menuju kantin.
***
Blue pun berjalan seorang diri menuju perpustakaan.
Brukk.
"Woi, punya mata ga sih lo?! " maki seorang gadis yang bertabrakan dengan Blue.
"Ya lo punya mata gak? " balas Blue ketus.
"Lo?! Masih punya nyali juga lo ketemu sama gue" ujar gadis tadi. Sandra.
"Dih, ge'er banget lo, ogah bin najong gue mau ketemu sama jelmaan setan kayak lo" jawab Blue sambil mengelus kepala nya yang terbentur sedikit.
"Setan ngatain setan, oke, kalau emang lo masih punya nyali, berarti nanti pulang sekolah jadi dong kita tanding basket? " ujar Sandra sambil menaikan satu alisnya dan tersenyum licik.
Deg.
"Mati gue, mana mungkin gue tanding sekarang?? "
Batin Blue.
"Perjanjian kan besok, gue gak bisa" jawab Blue sambil berkacak pinggang.
" Takut? " balas Sandra dengan senyun licik, yang minta di tabok pake palunya Thor.
"Oke, pulang sekolah" jawab Blue. Dia pun segera berlalu agar tidak terhanyut dalam emosi nya.
Saat berjalan, Blue pun masih setia mengeluarkan sumpah serapahnya untuk manusia jelmaan seperti Sandra.
Brukk.
"Astagfirullah?! Heran gue, bosen gue ketemu sam-.. " "Langit? " ujar Blue dengan wajah yang merah padam karena emosi di tambah sekarang ia malu berat.
"Lo bosen ketemu sama gue? " tanya Langit.
"E--enggak, gue kira tadi lo itu sandra" jawab Blue sambil merutuki mulutnya.
"Sandra? Mata lo masih sehat kan? Masa muka se ganteng yang tiada tara nya ini lo bilang sandra yang mukanya mirip dakocan?" ujar Langit sambil mengacak jambul kesayangan nya.
Blue pun tak bisa menahan tawanya ketika Langit bilang bahwa Sandra mirip 'dakocan'.
"Kangen deh liat lo ketawa kayak gini" ujar Langit dengan senyum super duper manisnya melihat tawa yang selama ini menjadi candunya. Blue pun salah tingkah sendiri melihat senyum yang sangat di rindukannya.
"Emm... Gue duluan ya" ujar Blue yang sudah seperti kepiting rebus.
Belum sampai Blue melewati Langit, tangannya sudah di cekal oleh sang pangeran.
"Tunggu" ujar Langit.
"Kenapa? " jawab Blue.
"Lo pulang bareng gue ya? " ujar Langit sedikit ragu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First and Last
Teen Fiction[25-5-18] #844 teenfiction//[25-5-18] #4 iceboy !!!FINISHED SOON!!! Blue Ayudhia. Gadis dengan beribu candaan, tawa yang menjadi candu bagi sosok lelaki. Stalker cogan cogan penghuni semesta. Dunianya berubah, hanya karena satu kalimat yang membuat...
