Saat ku tak melihat senyum mu, saat itu juga aku merindu canduku.
-Blue Ayudhia
🌹
"Aaaaw!!! " pekik Blue kesakitan.
"Eh, kenapa? " tanya Langit sedikit terkejut sekaligus khawatir.
Tanpa menjawab, Blue sudah siap menahan air matanya karena menahan sakit. Tapi ya gimana lagi? Takdir jadi orang gampang nangis.
"Kok nangis? Apa yang sakit? " ulang Langit.
Blue menggeleng sambil terus memegangi tangan kirinya.
"Tangan ka-... Aduh, kenapa gak bilang?! Infus kamu berdarah!! " ujar Langit dengan suara yang bisa di bilang tidak santai.
Akhirnya Carlyn ikut terbangun. Dan juga ikut. Menangis.
Langit bingung bukan main sekarang, dua gadis di hadapan nya menangis??
Mampus udah ini gue.
Batinnya
Langit segera menekan tombol darurat yang ada di dekat nakas.
Lalu ia mencoba menenangkan Carlyn agar kembali ke alam mimpi indahnya. Dan setelah itu, dia menidurkan adik kecilnya itu di sofa yang lumayan lebar untuk ukuran sofa.
"Udah ya? Maaf." ujar Langit lalu duduk di pinggir ranjang.
Blue masih menahan rasa ngilu di tangannya.
"Sakit banget?" tanyanya sambil mengusap tangan Blue lembut.
Kalo gak sakit, gue gak bakal nangis anjir. Punya pacar pinternya bego.
Batin Blue.
Tak lama, seorang suster pun datang.
Setelah di beri tau Langit, suster itu segera...ya... You know lah.
"Sakit!! " pekik Blue saat tangan kanan nya lah yang kini di infus.
Karena tangan kirinya sudah bengkak karena infusnya tertarik lumayan keras, jadiiii itu menambah rasa nyesek tersendiri untuk diri Blue.
Siapa yang narik, siapa yang di tusuk lagi pake jarum infus. Untung sayang.
Batin Blue sambil terus menahan sakit nya. Tapi tidak dengan air matanya yang setia membasahi pipinya.
Tangan Langit juga menjadi korban disini. Bagaimana tidak? Saat tangan kanan Blue di masukan jarum infus, tangan kirinya mencakar, mencubit, mencengkeram, bahkan hampir di gigit oleh Blue.
Langit sih ikhlas saja selagi itu mengurangi sakit di tangan gadisnya.
Setelah mengganti infus, suster tadi pun segera meninggalkan ruangan Blue.
"Sakit ya? Sampe biru gitu, maaf ya, sumpah beneran gak sengaja, demi deh" ujar Langit dengan wajah tanpa dosa yang minta di tabok.
"Gapapa, masih sakitan liat kamu sama kak Calista. " gumam Blue saat di kalimat kedua.
"Kamu cemburu sama Calista? " tanya Langit tak berdosa.
Yaiyalah, gue kan pacar lo. Udah fix ini mah, pacar gue pinternya bego.
Gumam Blue tak jelas.
"Gak. " jawabnya singkat. Emamg ya, mulut sama hati itu gak kompak kalo di diri cewek.
"Ah masa?" goda Langit sambil mencolek dagu Blue.
"Iya ish" jawab Blue sambil menyikut pinggang Langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First and Last
Teen Fiction[25-5-18] #844 teenfiction//[25-5-18] #4 iceboy !!!FINISHED SOON!!! Blue Ayudhia. Gadis dengan beribu candaan, tawa yang menjadi candu bagi sosok lelaki. Stalker cogan cogan penghuni semesta. Dunianya berubah, hanya karena satu kalimat yang membuat...
