12 tahun, para anak-anak kecil yang selalu bermain bersama itu kini sudah menginjak usia 12 tahun, artinya mereka sudah memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah Menengah Pertama Negeri adalah tujuan ketiganya.
Karena kerja keras dan semangat belajar mereka yang tinggi, akhirnya mereka dapat bersaing untuk masuk sekolah yang mereka inginkan. Disinilah mereka sekarang, SMP Tunas Harapan, Jakarta. Dengan wajah baru karena umur mereka sudah bertambah, remaja. Itu adalah kata yang tepat untuk umur mereka sekarang.
MOS sudah berlangsung satu minggu yang lalu, sayangnya saat pembagian kelas, Rayan di tempatkan di kelas yang notabenya murid paling pintar di sekolah, ya bagaimana lagi, matematika? Sudah menjadi cemilan untuknya. Ipa? Materi apa sih yang dia gak ngerti, semua pelajaran eskak dia embat. Bahkan saat dia kelas 6 SD, dia dapat mengerjakan soal fisika kelas 8 SMP. Blue dan Bayu satu kelas, seperti biasa.
" Blue, gue bosan nih, pelajaran Ipa terus deh. Kapan Matematika?" ujar Bayu dengan suara yang sudah menjadi agak berat.
" Justru gue bahagia, kalau Matematika? See you babay deh" jawab Blue dengan jari yang masih berkutik menulis catatan.
" Lo kan memang ahli disini, lah gue?" jawab Bayu dengan tangan menyangga kepala menghadap sahabatnya yang sedang menulis.
" Yaitu berarti takdir lo" jawab Blue
" Ngeselin lo" ujar Bayu sambil mengacak rambut Blue
" Ihhh Bayu!" jawab Blue sambil memelototi sahabatnya yang mengacak rambutnya.
" Enak ya jadi Rayan, pelajaran eskak di embat semua sama dia" ujar Bayu
" Ya harusnya kita senang dong, salah satu dari kita ada yang sepintar itu, makanya belajar. Biar kita gak kelihatan bego bego banget kalau lagi ngebahas pelajaran sama Ray" ujar Blue
" Kita? Lo aja kali, gue mah inshaallah enggak haha" jawab Bayu sambil tertawa
" Bodo amat Bay" jawab Blue dan kembali menuliskan catatannya.
Seperti biasa, saat jam istirahat mereka pun makan bersama di kantin. Terkadang bila Bayu di ajak teman basketnya bermain, maka Blue dan Rayan yang menunggu di pinggir lapangan.
" Lo gak ikut main sama Bayu Ray?" tanya Blue sambil memasukan camilan ke dalam mulutnya.
" Enggak" jawab Rayan
" Kenapa?" tanya Blue sambil menyerngitkan dahinya.
" Karena gue harus ada di samping lo kalau Bayu lagi gak ada, dan sebaliknya. Karena kita gak mau lo kenapa-kenapa" jawab Rayan dengan tatapan teduh
" Segitunya ya kalian berdua haha, tapi gak apa-apa. Karena kalian berdua gue sayang" ujar Blue sambil tersenyum.
" Kita juga sayang sama lo Mel, tapi gue juga punya alasan lain" ujar Rayan.
" Apa?" tanya Blue penasaran
" Karena gue mau habisin banyak waktu sama lo dan juga Bayu, gue mau terus jagain lo sekarang. Karena kalau gue udah gak ada, maka Bayu yang harus selalu jagain lo" jawab Rayan yang membuat Blue bingung
" Maksud lo apa? Lo gak boleh ninggalin gue, begitu juga sama Bayu. Kalian milik gue, gak ada yang boleh ngambil kalian dari gue, lo harus janji gak akan ninggalin gue" ujar Blue
" Gue gak tau Mel, semoga saja kita bertiga di takdirkan untuk selalu bersama, selamanya" jawab Rayan.
" Gue sayang lo Ray" ujar Blue dengan meneteskan air mata.
" Lo kenapa nangis? Lo gak boleh nangis Mel, lo gak boleh cengeng. Sekarang mungkin ada gue yang hapus air mata lo, tapi kalau nanti gue gak ad-..." ujar Rayan terpotong karena Blue menutup mulutnya.
" Lo gak boleh ngomong ngelantur kayak gitu, gue gak suka Ray" potong Blue.
" Maaf Mel, udah lo jangan nangis. Gue juga sayang sama lo Mel, bahkan lebih dari rasa sayang lo ke gue" jawab Rayan sambil merangkul bahu sahabatnya dan menghapus air mata Blue yang masih mengalir.
" Lo kenapa nangis Mel?" tanya Bayu dengan nafas tak beraturan karena habis bermain basket.
" Gak apa-apa kok Bay" jawab Blue.
" Bohong, dia kenapa Ray?" tanya Bayu.
Rayan hanya diam sambil menggelengkan kepala pelan.
" Gue duluan ke kelas ya, minum lo di situ Bay. Jangan balik ke kelas sebelum keringat lo kering." ujar Blue sambil berjalan meninggalkan kedua sahabatnya.
jangan pernah pergi, walau hanya satu detik. Jangan pernah jauh, walau hanya satu milimeter. Jangan pernah berubah, walau hanya satu derajat. karena aku ada sebab kalian. kalian yang berharga dalam hidupku- Blue Ayudhia
hope you enjoy this story!
Thank You!
KAMU SEDANG MEMBACA
My First and Last
Teen Fiction[25-5-18] #844 teenfiction//[25-5-18] #4 iceboy !!!FINISHED SOON!!! Blue Ayudhia. Gadis dengan beribu candaan, tawa yang menjadi candu bagi sosok lelaki. Stalker cogan cogan penghuni semesta. Dunianya berubah, hanya karena satu kalimat yang membuat...
