Aku hanya takut akan dua hal, pertama jika aku sendiri dalam kegelapan, kudua jika aku hidup sendiri tanpa dirimu.
-Blue Ayudhia
"
"Ekhem" suara decak seseorang dari arah belakang pun membuat Blue segera berbalik badan.
Blue mematung.
"Gimana? Udah siap princess?" tanya gadis tadi. Sandra.
Deg.
"Di tanya diem aja, budek apa bisu lo? " tanya Sandra ketus.
"Gue Blue, bukan budek apalagi bisu, sorry " jawab Blue dengan sekalem kalemnya.
"Banyak bacot, kalo gak berani nyerah aja, dan serahin Langit ke G U E. " ujar Sandra dengan penekanan di kata terakhir.
" Mimpi lo ketinggian, gue gak takut" jawab Blue lantang setelah mendengar nama Langit yang di pertaruhkan.
"Hmmhhh, ayo" ujar Sandra dengan senyum licik serta ekspresi menantang. Sandra pun berlalu dengan kedua ciwinya, Nita dan Fiska.
Blue pun segera menuju toilet untuk berganti celana menggunakan celana olahraga.
Mereka berdua pun sudah berada di lapangan, dengan tekat masing-masing.
"Kaki, please bantu gue hari ini, jangan sakit dulu"
Batin Blue.
"Siap?" tanya Aldo, ya memang Sandra menyuruh Aldo yang notabe nya adalah fans Sandra jadi Aldo nurut aja di suruh jadi wasit.
Prittt
Aldo pun melempar bola ke udara, dan berhasil di tangkap mulus oleh Blue.
Blue mendrible bola menuju ring, tentu saja dengan Sandra yang mengejar di belakang nya. Dan.
Shoot.
Poin pertama bagi Blue.
"Bangke" maki Sandra dalam hati.
Selang dari itu, bola berhasil di rebut oleh Sandra dan akhirnya mencetak poin seri.
Blue pun sudah dengan muka merah padam karena kesal melihat ekspresi minta di tabok nya Sandra.
"Kita seri" ujar Sandra mengejek.
"Masih seri aja bangga" jawab Blue.
Setelah itu, mereka saling menambahkan poin bagi diri sendiri.
20-20. Mereka mendapat poin seri kembali setelah poin terakhir di oleh Sandra.
"Gue harus bisa"
Batin Blue menyemangati dirinya sendiri.
"Gue pasti menang! " ujar Sandra dengan percaya diri.
" Ngarep" jawab Blue singkat.
Setelah itu, mereka saling berebut bola selama beberapa menit, dan akhirnya berhasil di kuasai oleh Blue.
Blue menshoot bola untuk kesempatan terakhir nya, Dan......
Bola itu masuk dengan mulus ke ring, jangan tanya bagaimana ekspresi Sandra saat ini, ia sudah dongkol setengah mati dan rasanya ingin menelan Blue hidup-hidup.
"Gimana? Udah puas belum? Mau tanding lagi? " tanya Blue pada Sandra yang menatapnya dengan tatapan marah.
"Gak perlu" jawab Sandra sambil tersenyum licik.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First and Last
Teen Fiction[25-5-18] #844 teenfiction//[25-5-18] #4 iceboy !!!FINISHED SOON!!! Blue Ayudhia. Gadis dengan beribu candaan, tawa yang menjadi candu bagi sosok lelaki. Stalker cogan cogan penghuni semesta. Dunianya berubah, hanya karena satu kalimat yang membuat...
