(19) Kretekk

231 14 0
                                        

Karena Blue menemani Carlyn yang tertidur, ia sendiri pun akhirnya ikut tertidur, tapi tiba-tiba Carlyn terbangun dan menangis memanggil nama Langit. Blue pun akhirnya menggendong Carlyn turun ke tempat pesta ulang tahun Calista, namun Blue masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Blue membeku membiarkan ratusan pisau menusuk hatinya saat ia melihat Langit menembak Calista di hadapan semua orang. Hancur.

" Mas Langittt" teriak Carlyn lalu berlari menuju kakaknya.

kretekk suara di hati hayati bang

" Blue..." panggil Langit, tapi Blue dengan segera berbalik badan dan berlari dengan menahan tangisnya. Lalu menunggu di depan gerbang berharap ada taksi yang lewat namun kenyataannya tidak ada. Sungai yang terbendung di ujung mata Blue pun tak bisa lagi ia tahan, air mata pertama mengalir dan di susul dengan air mata yang lain. Di sisi lain, Langit pun frustasi karena Blue sudah melihat kelakuannya, betapa brengseknya dirinya itu.

" Lo kenapa?" tanya seseorang yang berada di depan Blue yang keluar dari mobil, Bayu.

" B..ay.." ujar Blue terisak dan meneteskan air mata nya.

" Loh, lo kenapa kok nangis?" ujar Bayu

Bukan nya menjawab, Blue malah menangis lebih kencang dan memeluk sahabatnya itu yang sontak membuat Bayu terkejut.

" Lo kenapa nangis gini? Siapa yang bikin lo nangis? Cowok lo itu? Mana dia biar gue hajar" ujar Bayu yang terbawa emosi

" Enggak apa apa, ayo pulang" ujar Blue sambil menghapus air matanya lalu masuk ke dalam mobil dan Bayu pun menurut.

" Lo kenapa Blue, cerita sama gue, gue gak mau ngelihat sahabat gue nangis gini" ujar Langit yang sedang menyetir mobilnya.

" Gu..e..." tanpa bisa melanjutkan kata-katanya, Blue pun akhirnya pecah oleh tangisan nya.

" Jangan buat gue khawatir gini deh, lo nangis karena apa?" tanya Bayu sekali lagi.

" Lang...it" jawab Blue terisak.

" Brengsek." Jawab Bayu

" Lo harus janji gak akan buat gara-gara sama Langit Bay" ujar Blue sambil menatap Bayu.

" Gue gak bisa janji Mel" jawab Bayu, Blue hanya bisa terdiam jika sahabatnya itu memanggilnya dengan nama Melody. Mereka pun tak langsung pulang ke rumah Blue, karena dia tidak mau papa dan mama nya melihat ia menangis, dan dia pun lebih memilih ke cafe milik papa Bayu.

" Lo ceritain ke gue" ujar Bayu

" Gimana?" tanya Blue

" Semuanya" ucap Bayu dengan tatapan tajam yang mengisyaratkan lo-cerita-ke gue-atau-gue-gigit-lo-sekarang.

"Jangan gitu juga dong natapnya" jawab Blue mengerucutkan bibirnya.

" Yaudah iya, jadi bagaimana kronologis cerita yang anda alami di rumah sang senior bernama Calista Al Ghazer, yang membuat anda menangis dan menjadikan baju saya sebagai lap ingus anda?" ujar Bayu sambil mendekatkan botol saus ke bibir Blue layaknya mikrofon.

" Ihhh, ngeledek banget sih, jadi gini-.... gue di ajak sama Langit ke pesta Ulang Tahun kak Calista, terus bla bla bla tiba-tiba papa nya Langit dateng terus Langit mengajak gue untuk membawa adik nya Langit keluar dari mobil, karena kata papa nya Langit adiknya gak mau turun kalau bukan kakak nya yang jemput dia. Terus karena ternyata Carlyn sedang tidur, jadi akhirnya kita bawa ke kamar Calista terus gue tungguin Carlyn sedangkan Langit udah ke bawah lagi, terus Carlyn bangun dan nangis mencari kakaknya, gue gak bisa dieminnya jadi gue bawa ke bawah. Pas gue sampai di bawah, gue liat Langit lagi nembak Calista gitu buat jadi pacar dia, gue shock dong secara kan gue udah jadi pacar dia, jadi gue langsung lari keluar dan gak peduli lagi mau muka gue gimana pas lari-lari gak jelas dan gue berdiri di depan gerbang berharap ada taksi yang lewat ternyata nihil, dan akhirnya lo yang datang." Jelas Blue dengan napas yang masih terpatah-patah karena efek menangis.

My First and LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang