(31) Gombalan Receh

170 13 1
                                        

" Assalamu'allaikum" ujar Blue dengan semangat 45.

" Wa'allaikumsallam" jawab Bi Ijum yang sedang mengepel di ruang tamu.

" Mama dimana bi?" tanya Blue sambil melepas sepatu dan menyimpannya di rak.

" Ibu di DPR seperti biasa" jawab Bi Ijum

" DPR? Sejak kapan mama jadi anggota dewan bi?" ujar Blue heran

" DPR itu maksudnya DaPuR non" jawab Bi Ijum sambil tersenyum

" Bibi bisa aja, kirain mama jadi anggota dewan di DPR, yaudah aku ke dapur ya bi" ujar Blue sambil berjalan menuju dapur

" Good siang mama sang ketua DPR rumah ini" ujar Blue sambil memeluk mamanya dari belakang seperti biasa dan tak lupa mencium tangan mamanya.

" Mel ih, mama kaget tau gak sih" ujar Fanny yang sedang mencuci sayuran.

" Enggak hehe" jawab Blue sambil menuangkan air mineral ke dalam gelas lalu meneguknya hingga tuntas.

" Isi ulang galon kamu?" ujar Fanny

" Hehe, haus tau ma hari ini itu panas banget" jawab Blue sambil tersenyum tanpa dosa

" Kan musim pancaroba, jadi ekstrim gini cuacanya" jawab Fanny sambil terisak

" Loh kok mama nangis? Karena musim pancaroba ma? Atau karena anak mama yang unyu ini kehausan dan kepanasan? Aduh mah Melody gak apa-apa kok, kalau Melody buka ponsel terus lihat wajah pacar Melody yang di Korea sana juga langsung adem kok percaya deh" ujar Blue

" Ge'er banget sih kamu, lagian mama nangis karena lagi motong bawang" jawab Fanny sambil menghapus air matanya.

" Oh, kirain" ujar Blue sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

" Yaudah kamu ganti baju, sholat, terus turun lagi makan siang" ujar Fanny

" Siap ketua!" jawab Blue sambil hormat ke arah mamanya lalu berjalan ke arah tangga dengan gaya anak paskibra.

Keesokan harinya Blue sudah datang lebih pagi dari biasanya, ya apalagi kalau bukan untuk mengingatkan teman-temannya bahwa besok adalah hari ulang tahun Rayan.

" Iya guys jadi kalian bantuin bikin surprise party di sekolah, oke?" ujar Blue pada teman-temannya

" Siap Blue, kalau buat Ray apasih yang enggak" seru Dita si cewek paling cerewet melebihi Blue yang memang suka pada Rayan.

" Itu sih lo aja Dit" ujar Bayu sambil menoyor kepala Dita

" Apasi bebeb Bayu, jangan suka noyor kepala Dita deh" jawab Dita sambil mengibaskan rambutnya

" Jijik bego" jawab Bayu dengan ekspresi sok jijik

" Yaudah besok gue kasih tau lagi ya guys, sekarang pada bubar sana sesak nih gak ada udara" ujar Blue

" Oke, bye bebeb Blue" ujar Fariz, si ketua kelas yang memang naksir dengan Blue

" Apaansi, udah sana" ujar Blue sambil mengibaskan tangan seperti gerakan mengusir.

" Blue, lo yakin mau kasih surprise besok?" tanya Bayu dengan nada ragu

" Iyalah, emangnya kenapa?" jawab Blue dengan menaikan alisnya

" Gak apa-apa" jawab Bayu

" Pagi Bay" sapa Sinta sambil berjalan menuju meja Blue dan Bayu.

" Pagi juga Cinta, eh salah maksudnya Sinta. Soalnya mulut sama hati itu beda tipis, hati bilangnya cinta tapi mulut bilangnya Sinta jadi karena Bayu cinta Sinta manggilnya cinta deh" goda Bayu sambil menaik turunkan alisnya.

" Ewh, gila jijik banget gue pengen muntah" ujar Blue pelan

" Aaaaa, so... sweat.............." jawab Sinta dengan nada alay

" Sin, hati-hati gumoh nanti lo di gombalin terus sama Bayu" ujar Blue sambil bangkit dari duduknya

" Apasih lo kecebong, syirik aja sama gue, oiya lupa kan lo jomblo jadi suka iri sama yang pacaran" ujar Bayu

" Gue emang gak punya pacaran, gak pernah malah. Yang penting punya teman rasa pacar" jawab Blue sambil berjalan menuju keluar

" Sinting" balas Bayu sambil terkekeh

" Sinting gitu juga teman lo Bay" ujar Sinta sambil mengacak rambut Bayu

" Siapa yang bilang?" tanya Bayu

" Gue" jawab Sinta

" Gue itu siapa?" ujar Bayu

" Ya lo siapa emangnya?" tanya Sinta

" Gue itu orang yang paling ganteng dan beruntung" ujar Bayu

" Kenapa beruntung?" tanya Sinta dengan manautkan kedua alisnya

" Karena di pagi hari yang cerah ini gue bisa lihat salah satu keajaiban dunia yang membuat dunia gue seakan dihiasi jutaan pelangi saat seorang bidadari nyasar dihadapan gue ini senyum" jawab Bayu dengan seulas senyum manis andalannya

" Mulai deh gombalnya" ujar Sinta dengan pipi yang memanas

" Tapi tetap bisa buat lo blushing tuh nyatanya haha" ujar Bayu

" Aduh gue kekenyangan nih" ujar Sinta tiba-tiba

" Kebanyakan makan sih, emang sarapan apa aja sih?"tanya Bayu

" Sarapan gombalan recehnya Bayu Rizky Denandra" jawab Sinta sambil mengacak rambut Bayu

" Ciyee.. baper ciye... sama gombalan recehnya Bayu Rizky Denandra, tenang aja kalau lo baper kita putus aja sekarang" ujar Bayu

" Kok putus sih?!" jawab Sinta melotot

" Iya putus, terus lanjut tunangan maksud gue hehe" jawab Bayu sambil mengerlingkan matanya.

Bugh. Sinta meninju perutBayu, bukannya kesakitan Bayu malah terkekeh geli.

" Apaansih, udah ah gue balik ke kelas gue aja, bye" jawab Sinta sambil bangkit dari duduk lalu berjalan keluar kelas.

" Sin!" teriak Bayu yang sontak membuat Sinta berputar badan

" Kenapa?" jawab Sinta dengan menaikan satu alisnya

" Enggak jadi" jawab Bayu

" Apasih gak jelas deh" ujar Sinta lalu berbalik badan

" Sin!" panggil Bayu lagi

" Apa lagi Bayu?" jawab Sinta sambil berbalik badan dengan ekspresi malas.

" Gue mau titip sesuatu dong" ujar Bayu

" Titip apa? Gue gak mau ke kantin" jawab Sinta

" Titip hati gue, soalnya hati gue pengen deket sama hati lo terus" ujar Bayu sambil mengedipkan matanya

" Gak jelas" jawab Sinta lalu berjalan keluar kelas dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus. Bayu masih terkekeh dengan tingkah Sinta yang lucu.

***

paling suka deh kalau lihat kamu blushing- Bayu Denandra

tbc~

Halo readers! Thanks yang udah baca dan vote chapter sebelum ini, just for info kalau author akan mempublish chapter selanjutnya setelah UNBK dan USBN. So, maaf kalau akan lama hehe. Jangan bosan baca work gue guys!

Happy Reading!

-Salam author

My First and LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang