Di ruang dokter, Bayu berbicara dengan dokter Rina tentang kondisi kaki Blue.
" Jadi Bay, tulang pergelangan kaki Blue hanya terkilir tapi karena dulu tulang itu pernah patah jadi rasa sakit nya jadi luar biasa, sebaiknya dalam beberapa minggu kedepan Blue tidak boleh berolahraga yang berat seperti olahraga yang mengharuskan dia berlari seperti bola,lari dan olahraga lain." Jelas Dokter Rina.
" Tapi tidak serius kan Dok?" tanya Bayu memastikan
" Tidak, tapi kalau sekali lagi dia terjatuh atau apa pada kaki yang sama, tidak menutup kemungkinan kalau tulang nya akan retak atau patah lagi" jelas Dokter Rina.
" Tapi untuk pereda rasa sakit untuk sekarang ada kan Dok?" tanya Bayu
" Nanti saya beri obat pereda sakitnya, ingat ya dia tidak boleh berolahraga atau terlalu banyak berjalan untuk beberapa minggu" ulang Dokter Rina.
" Baik Dok, terima kasih Dok" ujar Bayu lalu keluar dari ruang dokter dan menuju ruang UGD tempat Blue tadi.
" Bay.." ujar Blue lirih
" Kenapa?" tanya Bayu lembut
" Gue mau pulang, gue takut disini" ujar Blue
" Sebentar lagi" balas Bayu
" Blue..." panggil seseorang setelah membuka pintu. Langit.
" Langit?" ujar Blue rintih
" Kamu kenapa baby?" tanya Langit
" Gak apa-apa kok" jawab Blue bohong
" Bay, sebenarnya Blue kenapa?" tanya Langit
" Sebenarnya Blue-..." ucapan Bayu terhenti karena Blue mencubit lengannya.
" Gue gak apa-apa kok, tadi gue jatuh waktu main basket karena kesandung" ujar Blue bohong, Bayu pun langsung menatapnya dan menaikkan satu alisnya.
" Tap-..." ujar Bayu terpotong lagi karena mendapat tatapan dari Blue yang mengisyaratkan lo-kasih-tau-dia-gue-cekek-lo.
" Serius lo kesandung? Terus kaki lo kenapa? Kok sampai ke rumah sakit segala?" tanya Langit penasaran.
" Gak apa-apa, Bayu nya aja yang lebai segala ke rumah sakit" jawab Blue bohong. Bayu pun langsung memberi Blue tatapan kenapa-jadi-gue?
" Tapi gue tetap gak percaya sama jawaban asal lo itu, my princess" ujar Langit
" Terserah lo aja ya" ujar Blue dengan wajah blushing karena Langit memanggilnya "my princess" .
" Lucu deh lo kalau lagu blushing gitu haha" ujar Langit
" Blushing? Perasaan lo aja" jawab Blue panik
" Walaupun di mata gue cuma ada lo, tapi gue masih bisa lihat pipi lo yang kayak kepiting rebus" ujar Langit
" Serah lo" ujar Blue sambil memutar bola matanya dan menyembunyikan senyumannya.
" Gue tebus obat dulu ya, Lang jagain berlian gue" ujar Bayu sambil meninggalkan ruangan itu.
" Sini gue bantuin bangun" ujar Langit dan dengan cekatan membantu Blue duduk.
" Kaki lo di gib?" tanya Langit sambil menautkan kedua alisnya
" Enggak tau" jawab Blue asal
" Cantik cantik bloon ya lo" ujar Langit sambil tersenyum tipis
" APA?!" teriak Blue kesal
" Ssttt... ini rumah sakit jangan teriak teriak, nanti di kira gue apa-apa in lo lagi" ujar Langit
KAMU SEDANG MEMBACA
My First and Last
Jugendliteratur[25-5-18] #844 teenfiction//[25-5-18] #4 iceboy !!!FINISHED SOON!!! Blue Ayudhia. Gadis dengan beribu candaan, tawa yang menjadi candu bagi sosok lelaki. Stalker cogan cogan penghuni semesta. Dunianya berubah, hanya karena satu kalimat yang membuat...
