(17) Ternyata bukan

223 14 0
                                        


ting...nong....

Blue pun segera keluar untuk melihat siapa yang datang, gue harap itu lo yang datang Lang batin Blue.

" Assalamu'allaikum" salam Bayu

" Wa'allaikumsallam" jawab Blue

" Lagi pada ngapain?" tanya Bayu

" Makan, ayo masuk" ajak Blue

" Ehh Bayu, sini Bay makan bareng sekalian" ujar Fernando

" Iyaa pa, Bayu tadi udah makan di rumah, jadi masih kenyang"

" Yaudah makan buah atau apa gitu, ambil aja di kulkas Bay"

" Iya pa" jawab Bayu sambil tersenyum ramah.

" Oiya, lo mau ngapain tiba-tiba kesini?" tanya Blue

" Emang gak boleh?" goda Bayu

" Ya boleh lah, maksud gue ada hal apa?"

" Gue mau nanya tentang materi sebelum gue masuk sekolah" jawab Bayu

" Ohh, nanti gue ambil buku gue di kamar"

" Tapi lo habisin dulu makanan lo"

" Siapa juga yang mau ambilin sekarang? Hahaha" ejek Blue dan tertawa

" Ssttt.... lagi makan juga ketawa gitu, nanti keselek sayang" ujar Fanny

" Iyaa ma, maaf" jawab Blue, Bayu yang melihat Blue di tegur mama nya itupun tertawa kecil, Blue pun membalasnya dengan tatapan sinis. Setelah mereka selesai makan, Blue pun mengambil buku nya di kamar atas lalu turun lagi menghampiri Bayu yang sedang duduk dan menonton televisi bersama papahnya.

" Nih bukunya, awas jangan sampai hilang" ujar Blue dan memberikan bukunya pada Bayu

" Iyaiya, bawel dasar"

" APA?! Ngatain bawel lagi, awas aja" balas Blue dan memukul lengan Bayu

" Udah Blue, berantem mulu sih kalian" ujar Fernando.

" Lagian dia nya ngeselin banget pa" balas Blue

" Yaudah maaf deh" ujar Bayu

" Gak mau"

" Kalau besok gue traktir ice cream mau maafin?" rayu Bayu

" Bisa di pikirkan lah ya" ujar Blue

" Mau lo aja itu mah" ujar Bayu dan mencubit pipi Blue gemas

" Emang, namanya juga traktiran, ya gak boleh di tolak, wleee" ejek Blue dengan menjulurkan lidahnya.

" Iyaa deh"

" Harus iya"

" Pah, Bayu pulang dulu ya" ujar Bayu dan mencium tangan Fernando

" Gak nginep Bay?" tanya Fernando

" Tidur di gudang ya haha" celetuk Blue

" Blue...."

" Iyaa pah iya bercanda"

" Yaudah kamu hati-hati, jangan ngebut, salam buat mama dan papa kamu"

" Okee pah" Bayu pun segera keluar dan di ikuti oleh Blue

" Gue pulang dulu ya" pamit Bayu

" Iyaa boss ku, hati-hati awas jangan ngebut, nanti kalo jatuh kebawah" ujar Blue

" Ketawa jangan?" tanya Langit

" Ketawa aja" jawab Blue

" Gak deh" lanjut Bayu

" Kenapa?" tanya Blue

" Mahal" jawab Bayu

" Bodoamat yaa"

" Hahaha, yaudah sana masuk"

" Lo dulu pulang baru gue masuk"

" Kalo lo gak masuk, gue gak akan pulang"

" Kok gitu?"

" Kalau gue pulang lo belum masuk terus ada penjahat lewat terus ganggu lo gimana?" tanya Bayu

" Ya gue lawan" jawab Blue dengan percaya diri.

" Sok bisa, buruan masuk, jangan lupa kunci pintu, sholat isha, baca do'a sebelum tidur, mimpiin gue juga jangan lupa" ujar Bayu lalu mengedipkan satu mata

" Yang terakhir kenapa harus mimpiin lo?" ujar Blue sambil menaikkan satu alisnya.

" Biar gue tau kalau gue ada di pikiran lo terus" ujar Bayu dan menatap dalam mata Blue

" Gombal atau apa?" ujar Blue

" Penghantar tidur, yaudah bye" ujar Bayu dan segera melajukan motornya. Blue pun segera masuk ke rumah dengan perkataan Bayu yang masih bergema di telinga dan otaknya. Blue segera ke kamarnya lalu mengecek roomchat nya dengan Langit untuk memastikan apakah Langit membalas chatnya atau tidak, tapi Langit tidak juga membalas chat nya dan Blue pun tertidur karena menunggu.

mungkin nanti hanya akan ada kamu Bay, saat semua orang pergi dariku aku harap kamu tidak.

hope you enjoy this story!

Thank You!

My First and LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang