(35) Kamu kemana?

164 14 2
                                        

Maaf ni di part ini teks nya panjang panjang kek jalan tol, karena berisikan curahan hati:)

" Ray?" ujar Bayu saat membuka pintu lalu berjalan mendekat

" Kenapa Bay? Lo kangen sama gue? Nanti juga lo akan kangen sama gue setiap hari kok Bay, jadi lo harus beradaptasi" jawab Rayan asal tanpa mengalihkan pandangannya dari menatap langit-langit ruangan

" Apaansih Ray, lo gak boleh ngomong kayak gitu" ujar Bayu

" Tapi gue hanya berpendapat sesuai dengan apa yang gue pikirkan" jawab Rayan sambil tersenyum hambar

" Yaudah kalau gitu buang jauh-jauh pikiran lo itu" balas Bayu

" Pikiran gue sudah selaras dengan hati gue Bay, gue gak 100% yakin kalau gue bisa sembuh dan berhasil operasi" ujar Rayan

" Lo pasti bisa Ray, kita semua ada untuk lo" jawab Bayu

" Gue lemah Bay, gue gak bisa. Mungkin takdir gue hanya sampai sini" ujar Rayan

" Drama lo mulai deh, jangan ngomong kayak gitu atau gue tonjok lo" ancam Bayu

" Tonjok aja Bay sepuas hati lo, gue senang karena mungkin itu yang akan jadi kenang-kenangan untuk gue dan lo sendiri" jawab Rayan sambil menarik tangan Bayu agar memukul dirinya

" Bacot lo, lo gak boleh pergi Ray. Kalau bukan untuk gue dan mama papa, seenggaknya untuk Blue. Cinta pertama lo" ujar Bayu sambil menahan air matanya agar tidak terlihat oleh Rayan bahwa dia benar-benar menahan kepedihan

" Blue. Iya ya Bay, gue baru ingat kalau Blue itu cinta pertama gue. Permata dalam hidup gue, berlian dalam hidup gue, cinta dalam hidup gue, kebahagiaan dalam hidup gue, tapi dia juga mimpi dalam hidup gue Bay, dulu memang gue pernah ingin sekali hidup bahagia dengan kalian berdua khususnya Blue. Tapi setelah 6 bulan lalu dokter mendiagnosis gue terkena kanker paru-paru dan itu stadium 3, harapan gue seakan langsung sirna begitu saja Bay, gue udah gak terlalu berharap untuk beberapa bulan kedepan, bahkan kalau sampai akhir tahun ini gue bisa bertahan gue akan sangat bersyukur. Tapi setelah gue meyakinkan diri gue sendiri, gue mengambil keputusan kalau gue akan melakukan operasi. Meskipun peluangnya sangat kecil, dan diri gue juga merasa takut tapi gak ada salahnya untuk berusaha, gue hanya bisa berdo'a dan meminta maaf kepada semua orang yang pernah gue sakitin secara sengaja atau tidak sengaja. Mungkin kesalahan gue ke lo banyak banget ya Bay, dan semoga lo mau maafin kesalahan gue yang terkecil apapun Bay." ujar Rayan dan tanpa ia sadari ternyata ia menitihkan air mata

Maap ni author nya ngetik panjang bgt, soalnya curahan hati masa lalu *apasi

" Lo jahat tau gak sih Ray, jahat banget. Gue benci banget sama lo karena lo ngomong kayak gitu, lo pasti bisa Ray pasti bisa. Lo dan Blue itu sama berharganya dalam hidup gue, dan Blue pasti juga gitu. Apa lo gak menganggap gue dan Blue berharga dalam hidup lo?" jawab Bayu menitihkan air mata

" Kalian berdua berharga, bahkan sangat berharga. Tapi lo harus tahu Bay, gak semudah itu untuk sembuh, gue bukanya gak percaya sama kehendak Tuhan tapi gue gak mau terlalu berharap. Karena gue hanya bisa berdo'a sama dengan apa yang kalian semua lakukan untuk gue, dan untuk Blue gue mau lo sampaikan permintaan maaf gue karena gak kasih tau dia yang sebenarnya kalau gue sakit separah ini. Dan gue mau kalau dia sadar, kasih dia kotak ini Bay" ujar Rayan sambil mengambil kotak berwarna coklat dari nakas di sampingnya dan memberikannya pada Bayu

" Apa ini?" tanya Bayu

" Itu hadiah, atau bisa disebut juga kenang-kenangan dari gue" jawab Rayan dengan tersenyum tipis

" Blue masih 2 bulan lagi ulang tahunnya Ray, kenapa lo kasih sekarang?" ujar Bayu

" Karena besok adalah hari penentu apakah gue akan kembali kepada kalian semua atau kembali kepada sang pencipta. Dan karena gue sudah janji kalau gue akan kasih barang yang paling berharga dalam hidup gue sebagai hadiah ulang tahun untuk Blue, jadi gue mau lo kasih ini ke dia besok" jawab Rayan

My First and LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang