Part 35

1.6K 60 5
                                        

Ya tuhan, apakah aku tak salah melihatnya? Bukankah.. bukankah dia Milli? Bukankah Milli seharusnya berada di Amerika? Apa yang dia lakuakan disini? Kenapa dia bersama Dev? Kenapa mereka terlihat sangat dekat? Kenapa mereka harus berpelukan? Apakah ada yang aku lewatkan disini? Bukankah Milli sudah memiliki kekasih baru di USA? Bukankah.. bukankah dia yang membantu Dev untuk bisa kembali dan dekat lagi denganku? Lalu.. lalu apa yang dia lakukan?

Entah bagaimana aku harus mencerna pemandangan ini. Entah ini hanya salah paham atau ini hanya aku yang terlalu sensitif, atau apalah itu. Tapi otakku sendiri hanya bisa mengatakan bahwa yang aku lihat adalah sesuatu yang salah, sesuatu yang benar-benar menyakitkan. Apakah Milli kembali lagi untuk merebut Dev dariku? Disaat aku dan Dev sudah kembali bersama? Disaat hubunganku dan Dev sudah sejauh ini? Di saat aku kembali hamil? Di saat semua sudah berjalan sempurna?

Kupikir aku sudah melewati semua rintangan dan rasa sakit hati untuk dapat kembali bersama Dev. Tapi apa sekarang?

Ya tuhan, bahkan tubuhku tak mau bekerja sama denganku saat ini. Tubuhku terasa berat dan susah untuk digerakkan sekarang.

Setelah dengan perlahan kututup kembali pintu ruang kerja Dev, aku pun menatap sekertaris John yang kini hanya merundukkan kepalanya dan tak berani menatapku.

"Apa.. apa kau.. apa kau tadi berusaha menutupinya?"

Sekertaris John hanya diam tak menjawab.

"Apa kau.. apa kau sudah mengetahuinya?"

Sekertaris John masih saja diam.

"Jangan katakan apapun pada Dev jika kau tak ingin melihat kita benar-benar berpisah" ucapku lalu pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Mungkin kalian berpikir bahwa aku terlalu berlebihan karena menyimpulkannya sendiri tanpa bertanya dan tanpa mencari tau kebenarannya. Tapi untuk saat ini, entah kenapa aku merasa sensitif dan mudah marah. Dan aku hanya ingin menangis dan menyendiri untuk menenangkan pikiranku.

Sebenarnya, aku sangat ingin minum hari ini. Beer dan soju, tapi, aku sudah berjanji akan melindungi bayiku yg masih berada dalam kandungan, jadi, mau tak mau aku harus menahan untuk tidak melakukannya.

"Chef!" Teriak Ken menghampiriku ketika aku memasuki dapur restoran.

"Aku kira chef tidak akan datang hari ini. Karena pelanggan hari ini sangat banyak, senang bisa melihat chef disini"

Aku hanya tersenyum sekilas dan mengganti pakaianku.

"Oya chef, bagaimana perjanjian dengan hotel Adam untuk acara mereka? Apakah chef sudah memutuskannya? Tadi mereka datang ke restoran untuk menanyakannya lagi chef"

Astaga, benar juga! Hotel Adam! Ya tuhan, bagaimana bisa aku melupakannya.

"Aku akan segera mengurusnya, kembalilah bekerja" ucapku dan mengambil ponselku

* * * * * * * * * *

Jam menunjukkan pukul 22.54. Setelah menutup restoran, aku memutuskan untuk kembali pulang ke rmh Dev. Aku tak ingin menjadi satu-satunya yang egois disini, setidaknya aku harus mendengar penjelasan darinya.

"Honey! Dari mana saja? Knp hp mu tak dpt dihubungi? Kau bahkan memintaku untuk plg lebih awal, tp knp kau sendiri pulang sangat larut malam?" tanya Dev tepat setelah aku membuka pintu depan.

Ya! Aku harus mendengar penjelasan darinya. Tapi.. tapi.. entah kenapa setelah melihat Dev, memori saat dia berselingkuh dengan Milli satu tahun yang lalu kembali berputar diotakku. Memori dimana dia sedang melakukan hubungan sex bersama Milli di ruang tamu.

Oh God! Aku pun mengurungkan niatku untuk mendengar penjelasan darinya. Kini aku lebih memilih untuk berjalan menuju ke kamar tanpa menggubris Dev yg tengah berdiri menatapku dari ruang tamu.

Touchable LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang