2.2 DEVIN Or DEVIL

10.1K 330 0
                                        

Devin berjalan menujuh kamar apartemennya cukup lelah hari ini. Merebahkan badan nya dengan kasar diatas kasur kamarnya terlintas apa yang terjadi  hari ini, gadis kecil bernama Nadine itu memintanya untuk menikah dengannya bukan karna di tengah mengandung anak devin tapi karna devin sudah menciumnya.

"Apa menurutmu aku sudah menyentuh tubuhmu nadine, apa akan terjadi sesuatu dengan tubuhmu?" Tanya Devin "tentu! Kita ada disatu kamar dan paginya kau menulis pesan seakan akan kita abis melakukan sesuatu." Devin mengerutkan kening nya "dan mungkin saja aku bisa hamil, karna perbuatanmu!" Nadine menujuk Devin dengan kesal. "Aku butuh waktu, untuk beberapa hari ini biarkan aku berpikir. Pelankan suaramu." Devin menenangkan Nadine karna gadis itu mulai berteriak, wanita wanita di cafe ini yang sedari tadi memandang Devin seperti pemuja sekarang berubah melirik devin dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan jijik.

"aku hanya menciummu, gadis kecil." Gumam Devin tertawa kecil berpikir bagaimana cara sperma itu masuk saat ciuman itu terjadi dan menghasilkan janin dirahim gadis itu. Saat devin bangun dan ingin beranjak ke kamar mandi langkahnya terhenti karna notif diponselnya berbunyi menandakan ada pesan disana.

-08526565****-
Kau harus memberi jawabannya besok.
Nadine.

Devin membalas pesan nya lalu melemparkan ponselnya ke kasur dan berjalan menuju kamar mandi.

****

Nadine berjalan kesana kemari sembari menggengam dan menunggu jawaban pesen singkat dari devin, padahal pesan itu baru dikirim dua menit yang lalu tapi terasa sudah berjam jam dia menunggu. Tidak menunggu lama suara notif ponselnya berdering, membuat Nadine menjatuhkan badannya ke atas kasur.

-Aku benci padamu-
Aku tidak perlu berpikir untuk memberi tahumu jawabnya sayang.

Seakan ingin mengeluarkan isi perutnya Nadine terasa mual membaca pesan itu, sudah bisa dijelaskan betapa bencinya dia nkepada pria gila itu sampai nama kontaknya pun ikut diberi sesuai perasaan Nadine.

Nadine merebahkan badannya ditempat tidurnya berpikir apa yang akan terjadi setelah ini, mungkin tidak akan masalah hidup tanpa keperawanan tapi kalau hidup dengan mengandung anak tanpa bapak itu tidak akan penah terjadi.

Pikiran itu membuatnya menggeleng dengan cepat menghapus keinginan untuk melanjutkan imajinasinya yang sekarang Nadine takutkan adalah memgandung anak dari pria gila itu. Nadine harus secepatnya menikah dengan Devin sebelum hal buruk terjadi.

****

Devin sudah menunggu Nadine di apartemennya karna mereka sudah setuju untuk bertemu disana.

Devin yang baru selesai mandi dengan bertelanjang dada memperlihatkan dada six pack nya disana devin berjalan menunju dapur untuk meminum kopi, ketukan pintu membuat Devin bangun dan membuka pintu.

Bukan Nadine tapi pria berumur sama seperti devin dengan membawa satu map berwarna coklat.

"selamat pagi pak, ini berkas yang bapak perlukan semua tentang nona Nadine Linwood semua ada disini." Menyerahkan amplop itu ke Devin.

Devin memang meminta berkasnya diantar keapartemen nya karna dia tidak akan kekantor hari ini..

"Baiklah, kau boleh pergi sekarang." Devin langsung menutup pintu apartemennya, Devin membuka lilitan diamplop coklat itu saat ingin membukanya pintu itu kembali diketuk oleh seseorang, membuat Devin melemparkan amplop itu ke meja makan.

Devin membuka pintu dan menampakan wajah gadis yang sedari tadi dia tunggu, hari ini Nadine memakai werpak pendek berwana navy,T-shirt hitam putih, sepatu kets dan tas berwarna biru muda.

-NADINE LINWOOD- Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang