35. Sahabat Baru

42.6K 2.2K 197
                                        

Hubungan Puti dan Woojin kini sudah membaik seperti hubungan mereka yang dulu. Tak ada lagi jaim, tak ada lagi dendam, dan tak ada lagi masalah yang mengganggu hubungan persahabatan mereka.

Walaupun sebenarnya dari lubuk hati Woojin yang paling terdalam masih sangat mencintai Puti. Tapi, Woojin mempunyai prinsip "yang namanya laki-laki sejati, harus ikhlas menerima segalanya."

"lo pulang sama siapa Put?" tanya Woojin.

"naik ojek online palingan."

"emang Daniel enggak jemput lo?"

"gatau. Kayaknya sih enggak."

Tin tin!

Panjang umur. Baru juga Daniel diomongin, eh orang yang diomongin datang.

Daniel yang tidak tahu kalau hubungan Puti dan Woojin yang sudah kembali membaik pun terpancing emosi ketika melihat Woojin kembali mendekati Puti.

"ngapain lo ganggu Puti lagi? Nyari masalah?!"

"kak, tenang!"

"santai bro.. Jangan negatif dulu pikirannya. Gue sama Puti udah baikkan. Dan gue sama Puti cuma sebatas sahabat doang, gak lebih. Tapi kalau mau dianggap lebih juga enggak kenapa-napa sih."

Puti memukul lengan Woojin. Ucapan Woojin tadi itu sama aja memancing emosi Daniel lagi. Kan kesal.

"gak-gak. Gue bercanda."

"beneran Put?" tanya Daniel untuk memastikan.

"beneran kak. Udah kakak tenang aja kok."

"tapi, ada yang mau gue omongin sama lo. Bisa kan kita ngomong empat mata doang?" ucap Woojin dengan seriusnya.

"bisa. Put, kamu tunggu di dalam mobil dulu ya. Aku mau ngomong empat mata dulu sama si wijen ini." ucap Daniel.

"iya Put, lo masuk aja dulu ke dalam mobil. Gue mau ngomong baik-baik kok sama si kudanil satu ini."

Puti hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Kemarin-kemarin mereka berantem. Sekarang, mereka sudah mempunyai panggilan masing-masing.

"iya-iya. Awas aja kalau gue ngeliat ada luka di wajah lo Jin. Awas aja kalau aku ngeliat ada luka di wajah kamu Kak."

"siap!" ucap Woojin dan Daniel bersamaan.

Selama Puti menunggu di dalam mobil, Daniel dan Woojin tengah mengobrol secara empat mata.

"sebagai sahabat dan pernah suka sama Puti, gue enggak mau kalau lo nyakitin Puti lagi. Kalau lo emang lelaki sejati, tunjukin kalau lo emang mampu ngebahagian Puti." ucap Woojin.

"sebagai pacar dan kakak tirinya, gue bakalan ngebahagian Puti, apapun itu caranya. Jangan khawatir, kali ini gue enggak bakalan nyakitin Puti lagi."

"gue pegang omongan lo. Semoga lo hidup bahagia ya, Daniel." Woojin menepuk-nepuk punggung Daniel.

"lo juga. Semoga lo sukses kedepannya, Woojin."

Daniel dan Woojin sempat tertawa bersama-sama. Sampai akhirnya, mereka sadar kalau mereka terlalu sksd satu sama lain.

"udah-udah! Jangan sok romantis lo Kudanil!"

"eh kurang ajar ni bocah Wijen!"

"yaudah, sana lo balik. Kasian tuh Puti sendirian."

"iya. Gue juga engga betah lama-lama berduaan sama lo. Ntar disangka homo lagi!" ucap Daniel lalu pergi meninggalkan Woojin sendirian.

"yee kurang ajar si Kudanil! Tapi, orangnya seru juga sih." - Woojin.

Selama perjalanan pulang, Daniel terus aja ngebahas Woojin, Woojin, dan Woojin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selama perjalanan pulang, Daniel terus aja ngebahas Woojin, Woojin, dan Woojin. Heran, kayaknya Daniel pengen berteman gitu sama Woojin, tapi masih gengsi untuk bilangnya.

"loh kak? Ini kan bukan jalan mau ke rumah?"

Walaupun sedang di ajak ngobrol dengan Daniel, ternyata Puti tidak lalai untuk memperhatikan jalanan. Buktinya, ia tahu kalau ini bukan jalan ke arah rumahnya.

"yang mau nganterin kamu pulang siapa?"

"kakak."

"siapa bilang?"

"aku."

"itu kan kamu yang bilang, bukan aku."

"terus kakak mau bawa aku kemana?"

"kamu maunya kemana?"

"pulang ke rumah."

"tapi aku maunya bawa kamu ke apartemen, gimana dong?"

"gamau tau! Aku mau pulang!"

"gamau tau juga, kan aku yang nyetir. Jadi, kamu cuma bisa nurut aja."

Puti diam. Susah ya punya pacar yang nyebelin. Tapi, mau gimana lagi?

Udah telanjur sayang sih.

"tenang aja, kita ke apartemen enggak lama kok. Selesai aku ganti baju, aku anterin kamu pulang."

"kenapa harus ganti baju kak?"

"aku mau ajak kamu kencan, masa aku pergi pake baju kerja sih?"

Puti speechless. Sudah lama sekali Puti menanti-nantikan berkencan dengan Daniel. Dan hari ini, semua keinginan Puti akan terwujudkan satu persatu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Senin gue UNBK

༼ಢ_ಢ༽  

ಥ_ಥ  

StepBrother [√]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang