⚠️⚠️⚠️
------------------------
Sore harinya, Daniel dan juga Puti telah tiba di bandara. Selagi menunggu pesawat mereka tiba, Daniel mengajak Puti untuk menonton film bersama di handphone-nya. Memanfaatkan otak liciknya, Daniel sengaja memilih film yang mengandung unsur-unsur dewasa. Walaupun sedang berada di tempat yang ramai, bukan berarti Daniel tidak bisa menonton film dewasa.
"Mas? Kok kita nonton yang beginian sih? Yang lain aja deh." Komentar Puti.
"Memangnya mas yakin kalau kita ngelakuin malam ini?"
"Yakin dong. Kalau kamu capek, kamu tinggal nikmatin aja. Aku yang bakalan muasin kamu."
Puti mencubit lengan Daniel karena merasa malu dengan pembicaraannya. Daniel kalau berbicara suka tidak melihat situasi. Sudah tahu situasi lagi ramai-ramainya, eh dia malah ngomong dengan suara yang cukup keras. Puti kan jadi malu-malu kucing.
Lagi asik-asiknya bertengkar kecil, Puti dan Daniel mendapat kabar bahwa pesawat mereka mengalami delay. Yang awalnya berangkat jam 19.00 menjadi 20.00. Mereka hanya bisa menghembuskan napasnya dengan sedikit kasar. Sudah biasa pesawat yang mereka gunakan selalu delay.
* * *
Setibanya Puti dan Daniel di Pulau Bali, mereka segera memesan taksi dan berangkat menuju hotel yang akan mereka inapi. Mata Puti sudah sangat berat dan tidak sabar untuk segera mandi karena badannya yang dari tadi terasa lengket. Berbeda dengan Daniel yang masih tampak bersemangat dan berantusias untuk segera tiba di hotel.
"Mas gak capek?" Tanya Puti.
"Enggak dong. Enggak ada istilah capek di kamus besar bahasa Daniel." Balas Daniel.
Puti hanya mengangguk kecil dan memejamkan matanya sebentar karena sudah tidak tahan dengan rasa kantuknya. Melihat istrinya yang kelelahan, Daniel pun menyenderkan kepala Puti di bahunya. Puti sempat membuka matanya sebentar, lalu melanjutkan tidurnya kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Daniel hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya tersebut.
Setelah mereka berdua telah sampai di hotel, Daniel membangunkan Puti dan mengeluarkan barang-barangnya dari bagasi taksi, lalu tidak lupa untuk membayar ongkosnya.
Perlu kalian ketahui, yang awalnya terlihat bersemangat, tidak ada rasa lelah, bahkan sangat berantusias tiba di hotel itu semua hanya omong kosong semata. Buktinya, Daniel langsung terkapar di atas kasur. Berbeda dengan Puti yang antusias membongkar barang bawaannya dan menatanya dengan rapi.
"Mas mandi dul---eh? Udah tidur?"
Ya, Daniel sudah masuk ke alam mimpinya. Rasanya, Puti tidak tega untuk membangunkan Daniel. Ia lebih memilih untuk menyelimuti Daniel dan ia segera pergi mandi lalu beristirahat.
* * *
Suara alarm membangunkan Puti dari tidurnya yang nyenyak. Berbeda dengan bangun tidur biasanya, kini ia terbangun dan melihat wajah suaminya yang masih tertidur dengan pulasnya. Ia pun segera membukakan gorden agar cahaya matahari menyinari kamar hotelnya.
"Mas bangun."
Daniel merenggangkan otot-otot tubuhnya dan tersenyum melihat istrinya.
"Morning kiss?"
Puti sempat berdecak mendengar permintaan suaminya. Namun, ia tetap memberikan morning kiss untuk suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
StepBrother [√]
Fanfiction•Kang Daniel Fanfiction• "Kakak mau ngapain?!" "udah lo diem aja. Ini bakalan nikmat kok." 17+ , nobaku, harsh words ©Saiamir
![StepBrother [√]](https://img.wattpad.com/cover/133035773-64-k297461.jpg)