36. Kencan Pertama

45.9K 2.2K 217
                                        

Nungguin Daniel berganti baju itu lama banget. Serasa kayak nungguin Adzan Maghrib buka puasa. Tapi, sekalinya muncul, langsung deh kegirangan bukan main. Bahkan, Puti sampai tidak bisa mengedipkan matanya.

"Halo? Udah bengongnya?" Daniel menyadarkan Puti dari lamunannya.

"Eh? I-iya kak. Ayo kita pulang."

* * *

Selagi menunggu Puti berganti baju, Daniel sedikit berbincang-bincang dengan mamanya di ruang tamu. Ini itu kencan pertama dalam seumur hidup Daniel. Jelas aja kalau Daniel masih bingung apa yang harus ia lakukan nantinya.

"Pertama, kamu wajib banget pegang tangannya Puti. Cewek itu paling suka bergandengan tangan."

"Kedua, jangan sibuk sama handphone. Mama tau kamu itu sibuk sama kerjaan kamu, tapi, sebisa mungkin jauhkan handphone dari tanganmu. Cewek itu enggak suka di abaikan."

"Ketiga, kasih perhatian lebih ke Puti. Misalnya, kamu benerin rambutnya yang berantakan. Kamu bawain tasnya dia. Atau, kamu bisa nutupin pahanya dia pakai jaketmu kalau dia lagi pake rok pendek sewaktu duduk. Cewek itu sukanya di perhatiin."

Daniel hanya manggut-manggut saja dengan perkataan Mama Jeje. Sedikit info dari Mama Jeje, namun, itu sangat berarti bagi Daniel.

"Kira-kira, cewek paling suka dikasih apa ya ma?"

"Hmm.. Mama engga bisa bilang kalau itu. Semua itu kan tergantung dari ceweknya masing-masing. Tapi, setau mama, cewek kalau lagi jatuh cinta, pasti suka sama apa aja yang dikasih sama cowoknya."

"Hmm.. kalau dikasih anak, kira-kira mau gak ya ma?" Daniel dengan cengiran tanpa dosanya.

"Sini mama antem kepalamu sekali, Dan!"

"Bercanda, ma!"

"Ekhm!"

Perkelahian kecil antara Daniel dan Mama Jeje terhenti ketika Puti datang menghampiri mereka. Daniel diam. Ia tak mampu untuk mengedipkan matanya. Sungguh sangat disayangkan jika Daniel memejamkan matanya, walau hanya 0.1 detik.

Puti tampil sedikit berbeda dari biasanya. Dengan sedikit polesan makeup di wajah cantiknya, Puti sukses membuat Daniel semakin jatuh hati padanya. Rasanya, Daniel adalah pria yang paling beruntung dapat memiliki Puti saat ini.

"Cantik." gumam Daniel.

"Aku udah siap kak." ucap Puti dengan senyumannya.

"Aku juga udah siap---ke KUA."

"Hah?" Puti mengangat kedua alisnya.

"KUA KUA! Sini mama beneran antem kepalamu Dan!" Mama Jeje memberikan jitakan kecil di kepala Daniel.

"Akh! Sakit ma..."

Mama Jeje hanya tertawa puas setelah menjahili anaknya. Puti juga hanya ikut tertawa melihat mama dan anak yang sedang berantem di hadapannya.

* * *

"kamu mau nonton apa Put?" tanya Daniel.

"teman tapi menikah, gimana?"

StepBrother [√]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang