Puti merasakan jantungnya berdebar sangat kencang. Ia hanya takut, jika Daniel akan memarahinya atau bahkan mencambuknya kembali seperti tadi malam. Tidak tidak, rasa nyut-nyutan aja masih Puti rasakan saat ini, tentu ia tidak mau menerima cambukan tuk kedua kalinya.
Tidak ada respon dari Daniel. Daniel hanya melangkah maju untuk mendekati Puti. Wajahnya yang datar itulah membuat Puti semakin berdegup kencang. Oh tidak, apa yang akan Daniel lakukan kepada Puti?
“ tidur. Besok sekolah kan? ” ucap Daniel sambil mengelus pucuk kepala Puti dengan lembut.
What? Daniel ngelus pucuk kepala Puti? Kesambet apa nih Daniel dini hari?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Udah menjadi rutinitas bagi Puti menyiapkan sarapan untuk Daniel. Efek tidur dini hari menyebabkan mata Puti masih terasa ngantuk dan berat. Kalau boleh jujur, Puti males banget pergi kesekolah hari ini. Mana Woojin juga pake bolos segala. Belum lagi jam pelajaran pertama yang amat membosankan.
Mungkin karena efek ngantuk, Puti jadi tidak konsen memasak. Bahkan, ia melukai jarinya sendiri ketika ia memotong bawang.
“ akh! ”
Pisau yang tajam itu berhasil menggores jari telunjuk Puti. Memang darah yang keluar enggak seberapa banyak, namun tetap aja rasa perih dapat Puti rasakan.
“ Put? Lo kenapa? ”
Tiba tiba Daniel menghampiri Puti karena mendengar rintihan Puti. Sebenarnya Daniel enggak bermaksud nyamperin Puti, ia baru bangun dan punya kebiasaan untuk meminum segelas air mineral. Dan saat itu juga Puti merintih kesakitan.
“ Darah! ” kaget Daniel ketika melihat jari telunjuk Puti.
Entah apa yang dipikirkan Daniel, ia langsung mengemut jari telunjuk Puti yang sedang berdarah. Puti sebenarnya agak jijik sih waktu Daniel mengemut jarinya, tapi Puti takut aja kalau nanti Daniel malah tersinggung.
“ lo kenapa? Kok bisa luka gini? ” tanya Daniel.
“ a-anu kak, tadi aku ngantuk waktu potong bawang. ” balas Puti.
“ syukur cuma luka, kalau sampai kepotong gimana?! Lain kali hati hati Put! ”
“ maaf kak. ”
“ yaudah, nanti gue anter lo kesekolah. ”
Puti diam. Entah kenapa Daniel tiba tiba bersikap baik begini kepadanya. Biasanya, kesalahan kecilpun Puti pasti kena omelan dari Daniel. Tapi, ia tidak menerima omelan-omelan Daniel hari ini.
Ada apa dengan Daniel?
“ g-ga usah kak. Aku bisa kok berangkat sekolah sendiri. ”
“ jari lo luka gara gara ngantuk. Syukurnya, dengan emutan bisa mencegah luka yang lebih parah. Nah, kalau lo kenapa napa dijalan, terus badan lo banyak luka, masa gue harus emut semua badan lo? Keenakan dong guenya. ”
“ kakak jorok! ”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Daniel hanya terkekeh melihat ekspresi jijik yang dilakukan oleh Puti. Setelah itu, Daniel dengan segera mengambil plester untuk menutupi luka pada jari telunjuk Puti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.