Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•●•
Aku berharap kalian bisa menyelesaikan ini sampai akhir.
Aku tidak menyangka akan pergi secepat ini, yang aku pikirkan, mati karna menua dengan perasaan bahagia karna bisa ada bersama kalian sepanjang hidupku.
Aku rasa hidup ini adalah suatu permainan yang harus dimenangkan.
Tetap bertahan, aku akan menyemangati kalian dari sini, tetap bersama jaga diri kalian.
•
Ketiga gadis barusaja bangun dari tidurnya,masih pada tanggal 8.
Dan mereka menyadari sesuatu, seulgi tidak ada disekitar mereka.
"Seulgi kemana?". Tanya wendy sedikit panik
"Palingan ke kamar mandi bentar". Sahut Irene dengan tenang.
Namun beberapa menit berlalu dan seulgi belum kembali, "Kok gabalik balik". Ujar Irene yang mulai curiga.
"Tadi malem, i have a bad dream about her". Kedua temannya sontak melebarkan mata mereka, karna mereka merasa hal yang sama.
Dalam hitungan detik, ketiga gadis itu berhamburan keluar dari kamar dan dikejutkan oleh sesuatu di dalam dapur.
Mayat seulgi, dengan pisau menancap tepat pada jantungnya, dengan berceceran disekitarnya.
•
"Kenapa seulgi juga ikutan meninggal?". Wendy memecahkan keheningan
"Kita harus tau, ada apa dibalik semua ini". Yeri beranjak pergi dari tempatnya, pemakaman Seulgi.
Pemakaman? mungkin terlalu cepat, tadi setelah mereka melihat mayat seulgi tergeletak di dapur, mereka langsung menghubungi polisi dan mengabari kedua orang tua seulgi, lalu orang tua seulgi memutuskan untuk mengubur seulgi hari itu juga, karna keadaan tubuh seulgi yang sudah sangat parah.
Ketiga gadis itu juga sempat diwawancarai, karna mereka ada di lokasi yang sama dengan kejadian pembunuhan.
Untung saja polisi polisi itu tidak memiliki pikiran negatif terhadap mereka.
Dan juga, tidak ditemukan jejak manusia pada tempat kejadian ataupun segalanya yang berhubungan dengan pembunuhan malam itu.