Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•●•
"Itu salah kakakmu". Balas gadis itu, "Kenapa bisa?". Tanya joy ragu.
"Apa mereka sekeluarga melakukan permainan ini tanpa joy?".Yeri menyahuti.
"Kenapa lo berpikir kayak gitu?".Joy memicingkan matanya menatap yeri.
"Kakakmu yang memainkan permainan ini". Ucap yunju.
"Apa kakak ngebenci papa sama mama?". Tanya Joy hati hati.
"Jangan menanyakan sesuatu yang kau sudah tau jawabannya".
"Jadi iya?". Terlihat sorot kesedihan dalam mata Joy.
"Iya, singkat saja, kakakmu tau semuanya yang terjadi dalam keluargamu, dia tau sesuatu yang disembunyikan oleh orang tua mu, dia membencinya dari situ".
Mereka semua sama sama terdiam, enggan untuk memulai pembicaraan dan tidak tau apa yang ingin disampaikan.
"Kalian terlalu bodoh untuk semua ini, kalian baru menyadari semua tanggal saat tinggal dikit yang tersisa".
Ngomong ngomong soal tanggal, bukankah mereka penasaran akan sesuatu.
"Kenapa 4 buat tanggal kematian Joy?". Tanya seulgi. Dan semuanya langsung menatap yunji serius.
"Kalian ini bodoh atau apa?".
Gadis ini seakan menunggu kelima orang itu untuk menebak.
"Astaga, 4 karna 4 orang yang sudah dia tarik kedalam permainan". Benar juga, dia membawa keempat temannya kedalam permainan itu.
"Jadi bagaimana sekarang?". Tanya yeri
"Sekarang apanya?". Tanya yunju balik,"Nasib kami berlima". Ucap yeri lagi.
"Kalian tau, kalian sudah mati".
"Sebaiknya lo berhentiin ini semua". Joy terlihat memberanikan diri untuk mengatakan hal itu. Yunji seolah mengatakan lewat matanya, kenapa dia harus melakukannya.
"Ini semua ga bener". Ucap seulgi.
"Terserah yunji". Gadis itu membalas tak mau kalah.
"Lo mau selamanya disini sama kegelapan?". Tanya irene.
Susah sekali meyakinkan gadis yang ada dihadapan mereka itu, tapi semakin lama pertahanan gadis itu semakin runtuh.
Seperti yang dikatakan kelima gadis itu benar, dia semakin berpikir.
Dan dia pikir yang dikatakan itu benar, dia harus menerima semuanya, dengan begitu semuanya berakhir.
Tapi sial, seseorang sedang menjalankan permainan ini, sebuah kertas muncul diruangan yunji.
Dia harus menghentikannya sekarang juga. Atau korbannya semakin banyak.
"Oke aku akan menghentikan semuanya". Ucap yunji ragu, membuat kelima gadis didekatnya tersenyum.
"Tapi maaf, ada sesuatu yang terjadi".
"Apa?". Tanya irene, "Tunggu dia akan datang sebentar lagi".
Beberapa menit kemudian orang itu datang. Orang itu mendekat dan terus mendekat, saat sudah menyamai barisan Irene dan teman temannya.
"Gue dimana?". Ucap orang itu
Yunji pun menjelaskan semuanya tentang tempat apa ini dan apa yang terjadi dengan mereka, orang itu mengangguk paham.
"Jadi kita udah mati?". Ucap orang itu
"Iya". Balas yunji, "lo kok bisa main permainan itu sih kak?". Tanya yeri.
"Gue, diajakkin dan gue gatau".
Tapi setidaknya kejadian itu membuat yunji yakin untuk menghentikan dendam itu. Karna buktinya orang yang tidak tau apa apa seperti taehyung jadi korban.
"Lucu". Ucap yunji tiba tiba membuat semuanya langsung menengok kearahnya.
"Kamu ga nulis siapa siapa kan dikertas itu?". Tanya yunji kepada taehyung
"Iya".
"Itu sebabnya kamu gatau kalo kamu udah mati, sama kayak irene, kalian sama sama membiarkan kertas itu kosong".
"Yang gue tau gue lagi tidur tiba tiba gue bangun disini". Ucap taehyung lagi
•
"Kalian.. ini akhir dari hidup kalian, jangan ragu untuk melangkah". Ucap yunji sambil menuntun mereka.
Hidup mereka sudah selesai sampai disitu saja, tanpa ada dendam dan masalah yang belum selesai.
Yunji pun menanggung kesalahannya, karna dia sudah menyimpan dendam itu terlalu lama bahkan membuat banyak orang meregangkan nyawanya karna itu.