"Lalu ini apa?". Nahee menyodorkan buku, sial, itu buku diary milik yunju.
Bagaimana bisa dia memilikinya?
"Kau menyukainya, sekarang setengah dari murid disekolahan ini mengetahuinya".
Yunju tertunduk malu, dan seisi aula itu mengejeknya dan menertawainya.
Dapat dilihat nahee terlihat tersenyum kearah jackson, dan satu kata berhasil menghancurkan hati yunju.
"Aku menyukaimu nahee, maukah kau menjadi milikku?".
Yunju langsung berlari dari tempat itu, dan orang orang terus saja melemparinya barang barang, mulai dari telur busuk, tepung dan lainnya, tak lupa dengan ejekkan mereka.
Dan dalam sebulan, dia terus dibully dan dimaki maki, dia benar benar tidak mempunyai teman.
Dia memutuskan untuk pindah kesekolah barunya, tapi sial nasib gadis malang itu, dia justru mendapat perlakuan yang lebih buruk.
Mulai dari pertama kali dia menginjakkan kaki disekolah barunya teman temannya sudah menunjukkan tatapan tidak sukanya.
Dan sekali lagi dia menjadi korban bully. Setiap hari dia pulang dengan keadaan yang mengenaskan, jika tidak bajunya kotor, sobek dia akan pulang dengan luka ditubuhnya.
Orang orang yang melihatnya menatapnya dengan tatapan aneh, dia benci itu.
"Lihat gadis itu, dia aneh bukan".
"Ah bukankah dia seperti gelandangan?".
"Dia pasti adalah orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa".
"Jangan dekat dekat dengannya".
"Menyedihkan sekali dia, sebaiknya orang seperti itu tidak usah lahir dibumi".
Yang paling dia benci adalah ketika dia tidak sengaja menabrak seseorang, sedetik kemudian orang itu langsung memberi tatapan tidak suka, seperti akan menamparnya disitu sekarang juga, dan langsung mengelap bagian tubuhnya yang tidak sengaja bersenggolan.
Dia membenci itu semua, sayangnya orang tuanya juga tidak sedikitpun khawatir dengan keadaan anaknya, bahkan bertanya apa yang terjadi pun tidak pernah, dia pikir uang bisa menyelesaikan segalanya.