59. Deaerate

42.2K 694 0
                                        

"Bukankah dia..."

Mei menjelaskan pada asistennya. "Anak lelaki dari ketua Blackbird sekaligus calon ketua selanjutnya."

"Aku tahu itu, tetapi bukankah dia tunangan Anda, Nona?"

Mei melihat kuku-kuku tangannya.

"Tunangan atas nama kekuasaan. Aku tidak terlalu tertarik. Sepertinya pria itu pun juga sependapat denganku."

Asisten Mei menghela napas.

"Memang jika atas nama cinta, Anda akan tertarik? Anda sendiri bahkan tidak pernah tertarik dengan pria manapun."

Mei melirik asistennya.

"Aku tertarik denganmu, maukah kamu menikah denganku?"

Mei langsung mendapatkan jawabannya, cincin yang tersemat di jari manis tangan kanan, yang diperlihatkan di depan matanya. Mei pun menghela napas.

"Itulah masalahnya. Ketika aku tertarik dengan pria, mereka masih sudah memiliki pasangan—Oh...! Haruskan aku menjadi perusak hubungan orang? Bagaimana menurutmu? Apa aku harus merusak pernikahan kalian?"

Plak!

Mei langsung mendapatkan pukulan di keningnya. Sementara Asisten merapihkan penampilannya.

"Meskipun Nona adalah ketua mafia Deaerate, bukan berarti semua orang takut pada Anda. Istriku salah satunya. Dia lebih takut kehilanganku dibandingkan mendapat serangan dari Anda. Dia bahkan bisa jauh lebih kejam dari Deaerate itu sendiri jika menyangkut tentangku."

***

Bola mata Hana bergerak dari kiri ke kanan, mengamati para medis yang sibuk mengobatinya. Tidak ada satu pun dari mereka yang bertanya mengenai asal lukanya. Mereka bekerja dengan sigap.

Setelah berhasil mengobati luka yang ternyata harus dijahit, satu per satu mereka keluar, digantikan oleh alat-alat medis yang memenuhi ruangan, membuat Hana terperangah.

Sebenarnya, ia ingin bertanya sesuatu, tetapi melihat wajah-wajah oriental yang dimiliki mereka semua membuat Hana mengurungkan niatnya.

"Apa mereka orang Jepang? China? Korea?" batinnya berbicara.

"Tetapi aku rasa mereka bisa bahasa Indonesia karena mereka bekerja di Indonesia."

Hana mengurungkan niatnya, lagi pula tidak ada waktu untuk bertanya karena alat-alat kesehatan yang silih berganti memeriksanya.

"Pemeriksaan sudah selesai. Diagnosa akan diberikan setelah kami meninjau semua hasil pemeriksaan," jelas Perawat yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya.

"Ahh... Seperti yang aku duga," dan HACHI!

Ceklek.

"Flu?" tanya Ryuji memasuki ruangan seraya mengecilkan suhu ruangan. Paramedis pun keluar satu per satu.

Hana menggeleng, namun ia malah ingin bersin kembali ketika Mei datang dan membuatnya lupa untuk bersin.

"Dia kenalanku, Mei," Ryuji memperkenalkannya.

Mei mengulurkan tangannya, "Mei."

"Hana," Hana menjabat sekaligus memperhatikan tangan itu.

Kemudian Ryuji mengambil kotak tisu dan memberikannya pada Hana tanpa diminta, hal ini tidak luput dari penglihatan Mei.

"Kalian berpacaran?" tanya Mei.

"Kalian bertunangan?" balas Hana membuat mereka berdua seketika diam.

Old Man is Mine [INDONESIA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang