[Restoran.]
"Argh!" Ryuji menggeram seraya menyeret tubuh Takiro yang seperti seonggok batu besar yang sangat berat, keluar dari restaurant.
Rayuji mengambil napas dalam lalu berusaha membangunkan Takiro.
"Takiro!" Ryuji berteriak memanggil namanya berharap kesadaran pria itu pulih, namun sayangnya, Takiro terlalu mabuk.
"Ryuji-sama..." gumannya.
"Ceh!" Ryuji berdecak lalu menggeletakkan Takiro begitu saja untuk memanggil taksi di jalan raya yang letaknya sedikit jauh.
Tanpa Ryuji sadar, dari balik bangunan, seseorang memperhatikan, dia adalah Soji yang sejak tadi bersembunyi, bertaruh apakah Ryuji akan datang atau tidak.
"Kamu betul-betul bukan Yakuza. Bagaimana bisa Yakuza memiliki hati lembut dan baik sepertimu," batin Soji.
Setelah Ryuji menjauh, Soji pun mendekati Takiro. Ia lalu mengambil sebotol air yang ia bawa, membuka tutupnya, dan...
BYUR!
Isi botol langsung Soji tumpahkan ke wajah Takiro, membuat pria itu megap-megap mencari udara, dan menggeliat bagai cacing.
"Ah! Tolong! Tolong aku!"
"Heh..." Soji sedikit tertawa kemudian menumpahkan kembali sisa air.
Takiro bangkit dalam posisi duduk, matanya masih terpejam, dan tangannya berusaha menggapai udara hampa.
"Tenggelam! Aku tenggelam!"
Kesal, Soji melempar botol tepat ke arah kepala Takiro.
PLAK!
Lemparan yang cukup keras hingga Takiro akhirnya tersadar.
"Huh... Soji?" ia pun melihat ke sekelilingnya. "Di mana ini?"
"Ckckck... Kebiasaanmu tidak pernah berubah Takiro, dan sebentar lagi kamu akan seperti budak yang menyembah tuannya."
"Apa maksudmu?" Takiro tidak mengerti.
Sinar lampu yang menyilaukan tiba-tiba saja menyorot Takiro dan Soji, membuat mereka langsung menghalaunya menggunakan tangan.
BAM!
"Tunggu sebentar," ucap Ryuji pada supir taksi, lalu turun dan menutup pintu.
Ia berjalan mendekati Takiro dan Soji, namun sorot mata tajam ia berikan pada Soji.
"Kenapa kamu berada di sini?" Ryuji menghela napas kesal.
"Hai, Ryuji! Suatu kebetulan melihatmu di sini," sapa Soji tenang.
Pupil Takiro membulat, terkejut melihat kehadiran tuannya, ia langsung memberi hormat dengan menyembah. "Ryuji-sama..."
"Budak yang baik," Soji meledek seraya menepuk-nepuk pantat Takiro.
Takiro langsung menghindar, "Soji!"
Ryuji pun hanya bisa menghela napas, lalu berbicara pada Soji, "Antar dia pulang, aku harus pergi," dan ia berbalik pergi setelahnya.
"Ryuji," Soji bangkit dan mereka saling berhadapan dalam diam.
"Jika kamu tidak mau bicara, maka tidak usah," Ryuji kembali ingin pergi. Namun Soji kembali memanggil namanya.
"Ryuji-sama... Gadis itu, dia bukan Ibumu," ucap Soji pelan.
Ryuji terdiam. Perlahan alis matanya menekan ke dalam, sorot matanya menajam, dan ekspresinya menjadi tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Old Man is Mine [INDONESIA]
RomanceJudul: Old Man is Mine - Buku 1 [INDONESIA] Seri: Old Man is Mine Bahasa: Indonesia Rekomendasi Usia: 18 tahun ke atas °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° Hana Naomi Sachie, seorang gadis 16 tahun, tumbuh dalam keluarga toksik yang membuatnya jat...
![Old Man is Mine [INDONESIA]](https://img.wattpad.com/cover/148468207-64-k539594.jpg)