Ring, ring, ring.
"Ketua Keenam," salah seorang Yakuza menyerahkan ponsel yang terus bordering.
Ryuji menerimanya dengan tatapan tajam. "Jangan kamu ucapkan lagi panggilan itu. Panggil aku Ryuji."
Beep!
Ryuji lalu mengangkat panggilan yang masuk.
"Ryuji-sama!" seru Takiro. "Maaf, tetapi—"
"Kamu kehilangannya?" potong Ryuji.
"Bagaimana Anda tahu?"
Ryuji menghela napas, "Di mana kamu sekarang?"
***
[Kedai Kopi Stasiun.]
Slurp!
Leon kini berada di kedai kopi stasiun, ia menyeruput Espresso dengan penghayatan, sementara Hana hanya melihat orang berlalu lalang dari balik kaca.
"Sorry, Na. Gue gak bisa telepati, jadi gunakan mulut lo itu," jelas Leon, ia hilang kesabaran karena sudah lima belas menit berlalu tanpa Hana mengucapkan apa pun.
"Gue cuma bingung mau mulai dari mana."
"Ya mana saja lah, gue dengarin semuanya."
Hana menghela napas berat.
"Yon, seberapa besar sih kesalahan gue?"
"Tergantung pertanyaan lo. Tetapi untuk masalah Om Diabetes, lo 100% salah."
Hana membenarkan posisi duduknya dan menatap Leon.
"Gue mau cerita. Gue pengen lo lihat dari sudut pandang gue." Apa lo bisa?"
Leon mengangguk.
"Asal lo tahu, gue gak pernah sekalipun cerita ini ke siapa pun. Lo adalah orang pertama. Gue pikir seenggaknya harus ada satu orang yang tahu jalan pemikiran gue. Lo akan jadi juru bicara gue ketika gue gak bisa menjelaskan apa pun."
Leon tidak merespons, ia memberi kesempatan pada Hana untuk berbicara sesuka hatinya.
"Lo tahu kan bagaimana keluarga gue? Ya meskipun lo sudah bisa menebak dengan benar, tetapi gue akan ceritain semuanya—
Ayah adalah seorang pemegang saham besar. Dia selalu pergi ke mana pun untuk menghadiri rapat pemegang saham, sehingga Ayah jarang ada di rumah. Dia adalah tipe Ayah yang tegas. Ayah ingin anak-anaknya bisa hidup seperti dia, bekerja minimal dengan hasil maksimal—
"Sedangkan Mama dulunya adalah seorang Eksekutif. Dia dikenal sebagai orang yang sempurna dan tidak mau ada cacat dalam pekerjaan yang ditangani. Bagi Mama, aku adalah sebuah kecacatan dalam hidupnya, anak yang tidak bisa diatur dan tidak mampu memberikan kebanggaan—
Kirana sekarang bekerja sebagai Direktur di sebuah perusahaan internasional. Kariernya sangat sukses. Tentu dia adalah cerminan nyata Ayah dan Mama, menjadikannya sebagai anak emas."
Hana menghela napas sejenak dan melanjutkan kembali ceritanya.
"Lo tahu Yon? Semua harapan mereka juga dibebankan ke gue. Harapan seorang anak untuk sukses melebihi orang tua agar bisa mereka banggakan di depan orang-orang. Jujur, siapa sih anak yang tidak ingin memenuhi harapan orang tua? Lo juga pasti merasakannya. Tetapi terkadang, hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan—
Ketika gue tidak pernah berhasil mencapai harapan mereka, gue harus menanggung penderitaan. Hinaan, cacian, dan makian selalu gue terima. Kadang, Mama juga melakukan kekerasan fisik ketika gue membalas perkataannya. Menerima tamparan bukanlah hal yang asing bagi gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Old Man is Mine [INDONESIA]
RomansaJudul: Old Man is Mine - Buku 1 [INDONESIA] Seri: Old Man is Mine Bahasa: Indonesia Rekomendasi Usia: 18 tahun ke atas °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° Hana Naomi Sachie, seorang gadis 16 tahun, tumbuh dalam keluarga toksik yang membuatnya jat...
![Old Man is Mine [INDONESIA]](https://img.wattpad.com/cover/148468207-64-k539594.jpg)