[Sebuah jalan.]
"Mengapa kamu mengikutiku?" tanya Ryuji karena sejak ia keluar rumah, Manda terus saja mengikutinya.
"Mengikuti? Kamu? Haa..." Mommy menahan tawanya.
Ryuji berhenti dan menatap tajam, menunjukkan bahwa ia tidak suka kehadiran wanita ini.
Manda tersenyum. "Santai saja, Anak Muda. Aku hanya keluar agar mereka berdua bisa berbicara."
"Kamu benar-benar berani bicara santai denganku," ujar Ryuji, lalu berjalan kembali.
"Karena aku di sini sebagai wali, bukan mata-mata yang sedang bertugas."
"Mata-mata atau bukan, aku bisa membunuhmu saat ini juga."
"Coba saja," tantang Manda.
Ryuji membalikkan tubuhnya dengan cepat, lalu melayangkan tinju. Namun, Manda berhasil menangkap kepalan tangan tersebut.
"Kamu cepat juga," ucap Ryuji.
"Kamu juga."
Ryuji menghentikan serangannya dan berjalan pergi.
"Kamu harus bersyukur karena aku tidak akan membunuhmu hari ini. Dia mungkin akan marah jika aku melakukannya."
"Dia...?" Manda berpikir sejenak. "Maksudmu Hana? Aku tak pernah mengira kamu benar-benar menganggapnya penting."
Manda memandang punggung Ryuji yang berjalan menjauh. "Biar kutanya sesuatu."
Ryuji berhenti.
"Mengapa kamu menjaga gadis itu? Mengapa kamu membantunya? Sebagai Yakuza, itu bukan urusanmu untuk mencampuri urusan seorang gadis yang tak ada hubungannya dengan Yakuza. Terutama, seorang warga sipil," tanya Manda.
Tap.
Ryuji menjawab tanpa membalikkan tubuhnya, "Seperti yang kamu bilang, sebagai Yakuza, kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu? Itu juga bukan urusanmu, Nenek..."
Snap!
Manda terpancing mendengar kata "Grandma," terlebih dari pria yang memiliki umur tidak jauh berbeda dengannya.
"G-grand...ma... Kamu bilang apa?" tanyanya dengan penuh penekanan.
"Ya, Grandma. Kamu sudah punya anak, jadi kamu adalah Grandma."
Kening Manda berkerut. Ucapan Ryuji semakin membuat emosinya naik, tetapi ia memilih mengesampingkannya.
"Itu urusanku karena Hana adalah seseorang yang aku kenal, dia juga sahabat baik anakku. Aku harus tahu niatmu terhadapnya. Terlebih lagi jika kamu punya niat buruk seperti menjualnya."
Hahaha...
Ryuji tertawa kencang, baginya perkataan Manda adalah lelucon hebat.
"Aku tidak tahu dari mana kamu mendapatkan ide itu. Tapi kamu salah. Aku tidak pernah berniat menjualnya."
"Tapi, kurasa informasi ini akan menjadi kejutan terbesar untukmu—" Ryuji berbalik, "—dia membayarku lima puluh kilogram emas untuk menjadi walinya sekaligus sebagai biaya sewa karena telah merawatnya."
Manda tercengang. Tentu saja penjelasan Ryuji adalah kejutan besar. Terlebih, lima puluh kilogram emas? Bagaimana mungkin seorang gadis muda seperti Hana memilikinya?
"Jangan bodohi aku!" seru Manda.
"Kenapa aku harus membohongimu?"
"Dia baru enam belas tahun! Dia hampir tidak punya uang, dan sekarang kamu bilang dia membayarmu dengan emas? Omong kosongmu semakin keterlaluan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Old Man is Mine [INDONESIA]
RomanceJudul: Old Man is Mine - Buku 1 [INDONESIA] Seri: Old Man is Mine Bahasa: Indonesia Rekomendasi Usia: 18 tahun ke atas °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° Hana Naomi Sachie, seorang gadis 16 tahun, tumbuh dalam keluarga toksik yang membuatnya jat...
![Old Man is Mine [INDONESIA]](https://img.wattpad.com/cover/148468207-64-k539594.jpg)