[Sebelumnya...]
Baik Kepala Sekolah maupun Guru Konseling mengangguk, menggerakkan kepala mereka ke atas, lalu ke bawah, dan ke atas lagi. Mereka mengamati Ryuji yang berdiri di hadapan mereka, sedang mengambil tas Hana yang tergeletak di lantai.
"Untuk apa aku membelikannya jika ia hanya membuangnya?" gumam Ryuji pelan.
"Buang?" ucap Kepala Sekolah tiba-tiba.
"Tidak. Anda salah dengar."
Pupil Kepala Sekolah membulat, terkejut dengan perkataan Ryuji yang memanggilnya "Anda".
Ryuji kemudian duduk dan menatap kedua pasang mata di hadapannya secara langsung. Tatapan tajam yang berusaha mengintimidasinya.
"Sepertinya Anda adalah wali Hana. Perkenalkan, aku Herman, Guru Konseling di sini, dan beliau—" Herman menunjuk dengan jempolnya, "—adalah Kepala Sekolah, Bapak Mulya."
Tidak ada tanggapan atau bahasa tubuh dari Ryuji, membuat rasa canggung makin melingkupi.
"Ah, ya. Boleh kami tahu Bapak siapa?" Herman tetap berusaha berinteraksi.
"Wali Hana, tepat seperti yang Anda katakan."
Mulya menghela napas, batinnya berkata bahwa pembicaraan ini akan berakhir buruk.
"Maaf sekali, tetapi bisakah Bapak memperkenalkan diri?" tanya Mulya.
Lagi, Ryuji hanya bungkam. Ia malah menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan kartu namanya.
Ryuji Kuroi
Asisten: Takiro Kobayashi (+62 xxx xxxx xxxx)
Mulya hanya bisa tersenyum lebar, menahan emosinya.
"Bagaimana bisa dia memberi kartu nama yang hanya berisikan nama lengkapnya? Bahkan kontak yang tertera adalah kontak asistennya? Aku sungguh membenci orang-orang seperti ini," batin Mulya berbicara.
Mulya menarik napas dalam dan mulai menjelaskan.
"Aku akan langsung ke intinya. Hana sudah absen selama tiga minggu. Selama dia absen, kami telah menghubungi orang tuanya, tetapi tanpa memberikan penjelasan, mereka menyatakan bahwa Hana bukan lagi tanggung jawab merek—
Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan melalui berbagai pendekatan dan prosedur, namun orang tua Hana menolak untuk berbicara lebih lanjut—
Kami pun tidak dapat menghubungi Hana, sehingga kami berpikir mungkin baik Hana maupun orang tuanya sudah menyerah, karena dari informasi yang kami dapatkan, sepertinya hubungan antara orang tua dan anak sudah terputus—
Namun, hari ini, ketika Hana akhirnya kembali, ia langsung membuat keributan yang menyebabkan para murid berkelahi. Kami tentu masih bisa mengatasinya, tetapi masalah utama adalah alasan dibalik ketidakhadirannya—
Sekolah ini memiliki aturan. Jika Hana tidak dapat menjelaskan absennya, kami tidak bisa berbuat banyak. Kami memutuskan untuk mengeluarkan Hana, tetapi keputusan ini belumlah final—
Kami meminta Hana untuk menghadirkan walinya agar bisa membahas lebih lanjut. Namun, Hana bersikeras menolak kehadiran wali dan menyatakan ingin membela dirinya sendiri."
Tanpa ekspresi, Ryuji mengeluarkan sebatang rokok dari bungkus yang ada di kantong celananya. Dengan santai, ia menyalakan rokok tersebut dan melipat lalu menumpukan salah satu kakinya ke atas kaki yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Old Man is Mine [INDONESIA]
RomanceJudul: Old Man is Mine - Buku 1 [INDONESIA] Seri: Old Man is Mine Bahasa: Indonesia Rekomendasi Usia: 18 tahun ke atas °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° Hana Naomi Sachie, seorang gadis 16 tahun, tumbuh dalam keluarga toksik yang membuatnya jat...
![Old Man is Mine [INDONESIA]](https://img.wattpad.com/cover/148468207-64-k539594.jpg)