53. Selesai

3K 186 1
                                        

[Sebuah Kafe.]

"Apa kamu hanya akan terus mengaduk minuman itu? Kamu ingin membuat foam atau semacamnya?"

Leon menghela napas, "Jika kamu tidak menerorku selama sebulan penuh, aku tidak mungkin akan datang. Jadi cepat katakan yang ingin kamu katakan."

"Aku hanya ingin melihat wajahmu."

Leon langsung berdiri.

"Aku bercanda! Kamu benar-benar seperti wanita yang sedang mengalami menopause!"

Leon memutar mata jengah.

"Duduklah, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan. Bukankah kamu juga ingin bertanya?"

"Tidak," jawab Leon singkat.

"Ah ya... Bagaimana dengan Dinda, aku dengar kamu memutuskannya sebelum menjalin hubungan denganku?"

"Ya."

"Kenapa kamu memutuskannya? Bukankah kamu yang mengejarnya lebih dahulu?"

"Bukan urusanmu."

"Baik, kalau begitu aku akan menemui gadis itu dan memberitahukan apa yang terjadi."

Hap!

"Laras!" Leon menahan tangan yang baru saja ingin pergi.

"Apa aku harus terus melakukannya agar kamu bisa berbicara leluasa denganku?"

Laras memasang wajah sedih.

"Maaf, tetapi aku tidak ingin berurusan dengan perempuan untuk saat ini."

Laras dan Leon kembali duduk. Laras langsung menyambar minuman milik Leon dan meneguk habis isinya.

"Kamu ingin aku menemanimu ke psikolog? Aku pikir kamu butuh bantuan." Laras mengelap sisa minuman di pinggir mulutnya.

"Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat sejenak."

"Tetapi ini sudah sebulan. Kamu bahkan tidak keluar rumah selama itu dan kamu meminta izin untuk tidak bersekolah. Benar bukan?"

Leon tidak menjawab, ia hanya menatap orang-orang yang hilir mudik dari balik kaca yang menghalanginya.

"Aku sudah bertemu dengannya, gadis yang bernama Hana itu."

Ucapan Laran membuat Leon menoleh dan langsung memberikan tatapan tajam.

"Jangan salah paham, aku hanya ingin tahu bagaimana rupanya hingga membuat kamu hancur seperti ini. Aku akui dia gadis yang cukup unik dan aku pikir dia memiliki penjaga yang tepat."

Mendengar kata "penjaga", Leon langsung mengalihkan wajah dan menghela napas kembali.

"Ryuji, benar? Dia adalah pria yang berhasil mengalahkanmu. Jujur saja, dia memang menang dalam penilaian apa pun. Dia tampan, tinggi, bertubuh atletis, dan berpenampilan menarik. Tentu saja, aura kejantanannya sangat kuat. Dibandingkan denganmu yang hanya seorang anak sekolah, kamu tentu kalah jauh," jelas Laras.

"Haruskah kamu menjelaskannya sedetail itu?"

"Oh, kamu mau aku menjelaskan lebih detail lagi? Dengan senang hati—"

"Laras," Leon menghentikannya.

Laras tersenyum.

"Kamu tahu, saat aku bertemu dengannya, dia menanyakan kabarmu. Dia menanyakan begitu banyak pertanyaan yang tidak bisa aku jawab. Dia sangat khawatir. Dia ingin menghubungimu, tetapi dia takut memperburuk keadaan. Jadi, dia hanya akan sabar menunggu."

Leon mengangkat tangannya dan memanggil pelayan, ia memesan satu porsi es krim cokelat.

"Aku ingin mengakhirinya tetapi tidak mudah. Aku bahkan memakan banyak makanan manis untuk menurunkan rasa stresku," jelas Leon.

Old Man is Mine [INDONESIA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang