60. Xiu Mei

30.8K 508 1
                                        

[Restoran.]

"Jangan khawatir soal uang, aku yang akan membayar. Cukup bersihkan semua barang ini," ucap Ryuji.

Dengan wajah kebingungan, Manajer mencoba menjelaskan.

"Kami tidak khawatir soal uang, pelanggan. Kami hanya tidak memiliki meja berkaki pendek. Seperti yang bisa kamu lihat, kami hanya memiliki meja berkaki tinggi," ia menunjuk ke ruangan restoran yang hanya dipenuhi dengan meja-meja berkaki tinggi.

"Gadis muda di sana tidak bisa duduk di kursi tinggi seperti itu, kakinya harus menapak rata," Ryuji menunjuk ke arah Hana yang duduk di atas kursi rodanya. Hana yang merasa ditunjuk pun kebingungan.

"Kami benar-benar minta maaf, pelanggan. Tapi kami tidak punya cara untuk menyelesaikan masalah ini."

"Masalahnya hanya tentang meja dan kursi, kan?" tanya Ryuji, dan Manajer mengiyakan.

"Jadi, selama kalian memiliki meja dan kursi yang aku inginkan, kami bisa makan di restoran ini, kan?"

"Ya, pelanggan. Namun, kami tidak bisa menyediakan meja atau kursi itu saat ini. Kami benar-benar minta maaf, kami akan meningkatkan layanan kami lain kali."

Ryuji menghela napas, lalu mengambil kartu debitnya dan menyerahkannya. "Ambil ini."

Manajer sangat bingung, namun ia tetap menerimanya.

"Siapkan ruangan itu. Aku akan kembali dalam 10 menit."

"Maaf?" Manajer berusaha mencari penjelasan.

"Kalian hanya butuh meja dan kursi, kan? Aku akan membawa barang-barang itu nanti, jadi cukup siapkan ruangannya."

Manajer benar-benar membeku. Dalam sejarah panjang kariernya, baru kali ini ia bertemu dengan pelanggan yang memiliki keinginan aneh seperti Ryuji.

"Tapi, pelanggan—"

"Kami hanya ingin makan. Jangan paksa aku membeli restoran ini juga," Ryuji memotong perkataan Manajer.

"B-Baik," Manajer menelan ludahnya. "Kami akan segera menyiapkan ruangan."

***

"Aku mendengarnya tadi," ucap Hana.

"Hm."

"Kamu membuat Manajer itu dalam kesulitan."

"Lalu kenapa kamu tidak menghentikanku?"

"Karena kamu harus bisa menghentikan dirimu sendiri."

Ryuji menghentikan laju kursi roda, ia berpindah ke depan Hana dan berjongkok, menyetarakan pandangan mereka.

"Apa kamu bilang?"

"Superhero tidak selalu dapat menolong, Pria Tua. Apa kamu pikir semua Superhero dapat menyelamatkan orang yang sedang terancam? Tidak. Mereka hanya fokus pada penjahat bukan menyelamatkan karena itu adalah cara tercepat."

Ryuji menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Terkadang aku berpikir bahwa kamu adalah seorang filsuf. Bahasamu terlalu rumit untuk dipahami. Tetapi—" Ryuji berdiri, "—dari yang aku tangkap, kamu menyamakan penjahat itu denganku, bukan?"

Hana tidak menjawab, ia memundurkan kursi rodanya agar ia bisa bermanuver melewati pria ini.

"Hei!" teriak Ryuji karena ditinggal begitu saja.

"Ada apa dengannya? Aku tidak berpikir bahwa perkataanku barusan salah," ia pun mengejar Hana yang herannya melaju dengan sangat cepat.

***

Old Man is Mine [INDONESIA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang