[Kafe.]
"Ryuji?" Soji bertanya pada Takiro seraya menenggak Sake.
Takiro tidak menjawab, ia malah meminum Sake langsung dari botol dan menghabiskannya.
Soji terkekeh, "Apa permintaannya sulit kali ini? Dia akan menikahi gadis itu?"
Takiro berteriak ke pelayan, "Tolong berikan lagi."
Soji tersenyum, "Mau aku bawakan pabriknya sekalian?"
Takiro menghela napas, "Dia memintaku untuk membuatkannya rekening tabungan."
Soji kembali menenggak isi gelasnya, "Lalu?"
"Aku benar-benar tidak mengerti! Kenapa harus gadis itu?! Dia bahkan bisa memiliki siapa pun wanita yang dia inginkan! Kenapa!??!!!"
"Kamu pikir dia menyukai gadis itu?" respons Soji tenang.
Pelayan datang dan meletakan botol Sake baru di atas meja, "Pelanggan, ini Sake pesanan Anda."
Takiro kembali berniat menenggak habis Sake dari botol, namun Soji mencegahnya. Ia menuangkan isinya ke gelas dan menyerahkannya.
"Kamu harus membuka matamu lebih lebar lagi, Takiro. Ryuji tidak menyukai gadis itu."
Takiro menoleh. Ia sama sekali tidak mengerti maksud Soji. Sudah terlihat jelas Ryuji menyukai Hana. Jika tidak, lalu apa?
"Dia hanya melihat sosok ibunya dalam diri gadis itu," sambung Soji kemudian.
"Ibunya...?"
Soji mengangguk mengiyakan.
***
[Rumah Ryuji.]
Ryuji memperhatikan wajah Hana dengan sangat detail sampai membuat gadis itu sedikit tidak nyaman.
"Ada apa?" tanya Hana.
"Kamu memang tipe yang seperti ini?"
"Huh? Maksudmu?"
"Tipe yang melemparkan diri ke pria."
"Apa kamu berpikir demikian?" Hana malah bertanya balik, namun Ryuji tidak menjawab.
Hana tersenyum membuat Ryuji bingung.
"Aku mempercayai penilaianku."
"Aku tidak mengerti."
"Mataku—" Hana menunjuk matanya, "—melihat kebaikan seseorang dengan jelas, termasuk kamu. Aku percaya penilaianku tidak pernah salah."
"Baik? Aku...?" Ryuji menunjuk dirinya.
Hana mengangguk, ia mengulurkan tangan dan menyentuh tangan bertato milik Ryuji.
"Kamu tahu? Terkadang kebaikan seseorang tertutupi penampilan mereka."
Hana menatap manik mata Ryuji dan menempatkan tangan lainnya untuk menyentuh pipi pria ini.
"Ekspresi wajahmu terlihat mengerikan, tetapi sorot matamu mencerminkan kebaikan."
Hana lalu menarik semua tangannya, ia tersenyum.
"Lagi pula, jika kamu tidak baik, tidak mungkin kamu membiarkanku berada di sini sekarang."
Ryuji terperangah, semua sentuhan Hana seakan menghipnotisnya. Sementara Hana melanjutkan perkataannya.
"Aku tidak pernah melihat Yakuza sebelumnya, selain melalui buku-buku dan internet. Kamu tahu bukan, Yakuza hidup bersembunyi. Namun, melihatmu dan juga mereka sebagai Yakuza yang asli, aku rasa Yakuza tidak terlalu buruk."
KAMU SEDANG MEMBACA
Old Man is Mine [INDONESIA]
RomanceJudul: Old Man is Mine - Buku 1 [INDONESIA] Seri: Old Man is Mine Bahasa: Indonesia Rekomendasi Usia: 18 tahun ke atas °•.•°•.•°•.•°•.•°•.•° •.•°•.•°•.•°•.•° Hana Naomi Sachie, seorang gadis 16 tahun, tumbuh dalam keluarga toksik yang membuatnya jat...
![Old Man is Mine [INDONESIA]](https://img.wattpad.com/cover/148468207-64-k539594.jpg)