15. Berhenti Bercanda

8K 487 4
                                        

[Dalam perjalanan.]

Ring. Ring. Ring.

Panggilan telepon masuk. Ryuji pun mengangkatnya, "Aku sudah menemukannya. Dia demam tinggi sekarang jadi aku akan membawanya ke rumah sakit terdekat. Kita bertemu di sana. Aku akan kirimkan lokasinya nanti."

Hana samar-samar mendengar perkataan Ryuji, ia mengulurkan tangan dan menyentuh paha pria ini.

"Aku tidak bisa pergi ke sana," lirih Hana.

"Lalu, apa? Kamu mau aku antar ke hotel? Jangan bercanda, Jalang!"

"Nama aku Hana, dan aku tidak bisa pergi ke sana," Hana bersikeras.

"Aku tahu namamu. Jadi, tutup mulutmu, kita akan pergi ke rumah sakit sekarang."

"Tidak, kamu tidak mengerti."

Ryuji menginjak pedal rem dalam-dalam. Mobilnya langsung terhenti di tengah jalan. Membuat Hana terhempas ke depan, namun Ryuji menggunakan tangan kirinya menahan laju tubuh Hana.

"Kamu berencana untuk mati?!" tanya Ryuji dengan suara meninggi.

"Orang tuaku akan datang. Aku tidak ingin melihat mereka," Hana mencoba menjelaskan.

Ryuji menghela napas, "Kamu takut orang tuamu datang karena kita butuh persetujuan mereka untuk memberimu pengobatan?"

Ryuji kembali melajukan mobilnya, "Makanya aku bilang berhenti bercanda. Aku akan jadi walimu sekarang, jadi bertahanlah dan diam!"

***

[Rumah sakit.]

Di UGD, Hana langsung mendapat perawatan. Meski tidak sampai pingsan, kondisi tubuhnya membuat ia tidak bisa menjawab apa pun. Ryuji pun tidak bisa menjelaskan banyak karena ia tidak mengetahui detailnya.

Selang oksigen pun di pasang. Para Dokter melakukan beberapa tes dasar sebelum menentukan diagnosa. Ryuji menjauh bersama pria si pemberi informasi yang baru saja datang untuk membicarakan sesuatu.

"Setelah stabil, pindahkan dia dari RS ini," ucap Ryuji.

"Dan Takiro..." Ryuji memanggil nama pria pemberi informasi.

Takiro menundukan kepalanya, "Ya, Ryuji-sama."

"Apa yang terjadi sebenarnya?"

Takiro akhirnya menjelaskan. "Kirana telah kembali ke Jakarta. Ia bertemu Ayahnya, Mario Sachie di kantor dan mengajaknya pulang bersama. Baru kembali ke rumah, mereka melihat pertengkaran Hana dengan Ibunya, Riana Ayu—"

"—Detail pertengkaran mereka berdua aku kurang tahu pasti, karena tidak ada saksi mata. Namun, tidak lama, Hana keluar rumah dengan hanya mengenakan seragam sekolahnya. Bibirnya terluka dan ia langsung meninggalkan rumah."

"Bibirnya terluka katamu?" Ryuji mengingat wajah Hana dan menyadari luka di pojok kanan bibir Hana yang terlihat samar. "Ah, aku ingat luka itu. Aku kira karena aku menciumnya paksa."

"R-ryuji-sama???" Takiro terkejut.

"Ck!" Ryuji berdecak, "Jaga tempat ini, pastikan tidak ada yang mengetahui keberadaannya."

Takiro membungkuk hormat, "Baik, Ryuji-sama."

***

[SMA Zaen.]

Di kelas, Leon duduk dengan gelisah. Terus menerus melihat ke layar ponsel dan kursi kosong di sebelahnya. Ia kembali mengetik pesan, dan di atas pesan itu sudah banyak puluhan pesan lainnya yang sudah ia kirim.

Old Man is Mine [INDONESIA]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang