Happy reading!!
"Udah gak papa lagi kan?" Laily mencek luka Aerlyn di UKS.
"Udah mendingan kok! Untung lukanya udah kering!" Aerlyn tersenyum.
"Yaudah! Gue minta obat dulu ya!" Laily berjalan ke kotak p3k.
Hari itu jam istirahat, Laily rela mengorbankan jam makan siangnya demi Aerlyn. Cemas tentu iya! Tapi Laily terus berusaha untuk membuat Aerlyn tetap tenang walaupun ini masalah serius.
"Udah nih! Masuk kelas yuk!" Ajak Laily.
"Lo gak ke kantin dulu?" Tanya Aerlyn.
"Gak ah..sekarang gue lagi mager! Mending main game dikelas!" Cetusnya.
"Terserah Lo lah! Gue sih ikut-ikut aja!" Aerlyn mengikuti langkah Laily.
15 menit kemudian...
Semua siswa kembali melakukan proses belajar mengajar. Saat itu, guru ekonomi membawa seseorang masuk kedalam kelas. Seorang pemuda yang tinggi, dan tampaknya ceria. Lihat saja dari cara senyumnya.
"Anak-anak! Ibu akan memperkenalkan seorang siswa baru pindahan dari luar kota!" Sahut Bu Nisa guru ekonomi itu.
"Kenalkan dirimu nak!" Kata Bu Nisa kepada anak baru itu.
"Wah...dia imut!" Terdengar pujian dari beberapa orang.
Aerlyn hanya diam. Dia hanya membuang muka dan beberapa kali menulis diatas kertas. Padahal dia tidak tahu kalau anak baru itu tengah memperhatikannya.
"Lyn!" Laily mengadu sikunya "Anak baru itu mendangin lo tu!" Bisik Laily.
"Bodo laa!" Aerlyn tambah cuek lagi.
Anak baru itu berdiri didepan papan tulis, semua mata memandang kearahnya, terpesona dengan auranya. Tapi pemuda itu malah terfokus pada gadis yang bahkan tak mau melihatnya.
"Hallo semua! Perkenalkan nama saya Dion Athala putra, saya harap kalian bisa berteman baik dengan saya! Terimakasih!" Kata pemuda itu.
"Nah..Dion, silahkan duduk disebelah sana!" Tunjuk Bu Nisa mengarah ke bangku dibelakang Aerlyn.
"Baik Bu!" Dion menuju tempat yang ditunjuk Bu Nisa.
"Eh..sini aja dong! Jangan disana!" Kata Chyntia sembari menunjuk ke bangku kosong disampingnya.
"Gak usah! Disini aja!" Dion menolak dengan tersenyum manis.
Dion duduk dengan memperhatikan sekeliling kelas.
"Laily!!" Panggil Bu Nisa
"Ya Bu?" Tanya Laily
"Tolong bawakan buku ini keruangan guru dimeja ibu!" Bu Nisa memberikan beberapa buku ketangan Laily.
"Baik Bu!" Laily langsung pergi.
Saat Aerlyn tinggal sendiri, kesempatan inilah yang dimanfaatkan Dion untuk dekat tahu lebih dekat gadis ini.
"Stt....hey!" Panggil Dion kepada Aerlyn.
"Ya? Ada apa?" Tanya Aerlyn.
"Lo bisa bantu gue gak? Hm.. ngomong-ngomong siapa nama Lo?" Kata Dion.
"Gue Aerlyn! Emangnya apa yang perlu gue tolong?" Tanya Aerlyn lagi.
"Gak jadi, Lo udah kasi tau nama Lo! Makasi yaa!" Kata Dion tersenyum.
"Ah..oke Dion!" Kata Aerlyn.
"Nanti pulang, kita samaan yaa!" Kata Dion lagi.
"Hm..o-oke." Aerlyn tersenyum ramang.
.
Laily keluar dari ruangan guru dengan mengurut kecil tangannya karena buku tadi lumayan berat. Saat menyusuri jalan kekelas, seseorang menyematkan tangannya kepundak Laily. Siapa lagi kalau bukan Arka.
"Eh Lo.." Laily melambatkan jalannya.
"Lo ngapain diluar? Bukannya Lo lagi belajar?" Tanya Laily.
"Gue bolos!" Bisiknya.
"Eh..kebiasaan Lo yaa! Nanti guru nyari, kena marah lho!" Kata Laily menggoda.
"Udah biasa kok! Hm..kita jalan yuk?" Ajak Arka.
"Gue kan musti balik kekelas nih..nanti Bu Nisa marah!" Tolak Laily.
"Bentar doang kok! Lagipula bentar lagi kan pulang!" Pinta Arka.
"Hm..bener juga sih!" Laily berbalik begitu juga Arka.
Setengah jam setelahnya.....
"Lama banget sih Lo!" Kata Aerlyn yang melihat Laily baru datang.
"Gue tadi ketemu Arka, jadi dia ngajak gue jalan bentar." Laily menggaruk tengkuknya.
"Untung tadi gak ada tugas!" Aerlyn menggerutu.
"Eh..nama Lo siapa?" Dion memotong pembicaraan mereka berdua.
"Eh..anak baru! Nama gue Laily! Lo udah kenalan sama dia belum?" Laily menunjuk Aerlyn.
"Udah kok!" Kata Dion tersenyum lagi.
"Dia jomblo lho!" Bisik Laily.
"Masa cewek secantik dia masi jomblo? Hm, kalo gitu sih, berarti gue bisa dong ambil hatinya?" Dion tertawa kecil.
"Bisa dong!" Laily mengibas tangannya.
"Apaan sih Lo? Baru juga kenal udah ngomong yang bukan-bukan!" Aerlyn mendongkak.
"Jangan serius! Gue cuma bercanda!" Kata Dion.
"Hm..yaudah! Mau pulang gak?" Aerlyn menyandang tasnya lalu pergi.
"Woi! Sama dong!" Teriak Dion.
"Aerlyn! Yah malah ditinggalin!" Laily berlari.
Diperjalanan pulang, mereka bertiga tampak bercengkrama dengan santai seperti sudah lama berteman saja, padahal baru kenal hari ini.
"Eh.. Dion! Rumah lo dimana?" Tanya Laily.
"Deket sini kok! Tepat sesudah gang itu!" Tunjuk Dion.
"Hm..kalo gitu gue duluan yaa!" Laily masuk apartemennya.
"Yah dadagh!" Lambai Aerlyn dan Dion.
"Rumah lo dimana?" Tanya Dion kepada Aerlyn.
"Tu! Apartemen depan! Ternyata rumah kita searah yaa! Bisa pulang sama terus nih!" Cetus Aerlyn.
"Yah..cepat amat! Padahal gue mau lebih lama sama Lo!" Gerutu Dion.
"Haha...bisa aja! Gue masuk dulu ya! Besok kalau bisa kita sama ke sekolah yaa!" Aerlyn tertawa.
***
Tbc
.
.
.
Tunggu update selanjutnya yaa! Maaf sedikit kacau, soalnya pikiran sedikit tersendat nih😂😂
Terus baca yaa 😋😋
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold Me [End]✓
Teen Fiction(CERITA BELUM DIREVISI) Cek n enjoy to story'😋 Yang jelas takdir gue buruk, bertemu dengan pria cacat mental dan bahkan gue harus menyebutnya sebagai ayah, yang benar saja? Hidup gue dulu berjalan baik bagai sebuah dongeng, tapi sekarang semua tera...
![Hold Me [End]✓](https://img.wattpad.com/cover/149619588-64-k308827.jpg)