"Bodoh! Dorazhine sialan!! Siapa sih yang dia tembak? Duh, kacau! Malah bapaknya yang kena!" Anya diatas jadi bingung saat melihat aksi yang dilakukan Dorazhine gagal
Segera ia berlari saat pria yang Dorazhine tembak tadi menunjuk kearahnya. Aerlyn melihat kehadiran Anya disana. Tatapannya laksana singa lapar. Siap mencengkeram kapan saja.
"Lari! Pokoknya gue ga mau masuk penjara!"
.
Kini Surya mendekati ajalnya, ia senang, karena bisa menyelamatkan anaknya disaat-saat terakhir. Ia tidak akan berpikir banyak, yang ia lihat hanya kematian.
Aerlyn meronta-ronta melihat kepergian ayahnya yang begitu tragis. Amarahnya benar-benar memuncak.
"Ayahh.!!!" Teriaknya sekeras mungkin
Sirine polisi menggema, membuat Dorazhine jadi tunggang langgang ingin melarikan diri.
Tapi Dion menghadangnya, ia langsung baku hantam bersama cowok Jepang ini ketika ia melawan.
"Tolol! Ga ada otak main-main senjata kek gini!!" Dion menghajar dengan membabi buta
Dorazhine jatuh terjungkal, ia bisa menjangkau senjata yang ia gunakan tadi. Ia langsung mengarahkan ke Dion.
"Ingat! Dia masih punya kakak disini!" Arka dengan kerennya menendang senapan itu hingga jatuh
Ia meringkus Dorazhine dengan mematahkan lengannya. Dua kakak beradik ini memang kompak, dengan cepat mereka membuka masker konyol itu. Dan alangkah terkejutnya saat mendapati dia adalah Dorazhine.
"Lo??" Dion seketika meninjunya dengan begitu keras
"Sabar Dion! Gue tau Lo marah! Tapi tahan dulu! Dia perlu penanganan polisi!" Jelas Arka
Dion berusaha sabar, kenapa bisa-bisa ada Dorazhine disini? Lihatlah bentuk wajahnya sekarang, Lebih mirip monster.
Akhirnya Dorazhine diamankan pihak polisi, tapi Surya, dia sudah tidak ada lagi. Aerlyn disana sangat terpukul. Dirinya dipenuhi hasrat ingin membunuh siapa saja sekarang.
"Aerlyn, hei! Jangan kehilangan semangat! Ini bukan salah Lo!" Dion menjelaskan
"Bagaimanapun dia bokap gue Dion, dengan mudahnya orang itu membunuhnya! Siapa dia?!!" Aerlyn marah lagi
"Dia.. Dorazhine!" Ucap Laily
Aerlyn membelalak, Dorazhine? Kenapa bisa.
"Dia masih hidup, semasa dia menghilang, dia mencoba cari rencana buat jatuhin Lo!" Sambung Laily
Gadis itu berlari ketika mendengar nama orang licik itu. Langkahnya menuju kantor polisi. Dion dan Laily sendiri kalah cepat, sampai-sampai Aerlyn sekarang sudah sampai disana.
"Lo! Apa masalah Lo sama hidup gue ha??!!!" Aerlyn menarik kerah baju Dorazhine
Dorazhine terbatuk-batuk, wajahnya benar-benar ketakutan saat melihat ekspresi Aerlyn yang marahnya tidak tanggung-tanggung.
Polisi disana ikut mengamankan, tapi Aerlyn benar-benar termakan amarah. Matanya memerah. Napasnya memburu.
"Hukum mati dia pak! Dulu, dia berusaha melakukan pelecehan kepada saya, menculik dan melakukan kekerasan kepada saya, tapi itu tidak penting! Karena sekarang yang ia hilangkan adalah nyawa ayah saya, dalam rencana pembunuhan kepada saya! Itu saya rasa sudah cukup untuk setiap pertanyaan yang bapak tuding kepadanya!!" Aerlyn terduduk
Ia menatap terus Dorazhine, pemuda Jepang itu hanya buang muka, kakinya gemetar.
"Benar! Silahkan lakukan apa saja! Aksi ini tidak saya jalankan sendiri, tapi ada satu teman lagi yang ikut serta! Anya.." Dorazhine menatap Arka
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold Me [End]✓
Teen Fiction(CERITA BELUM DIREVISI) Cek n enjoy to story'😋 Yang jelas takdir gue buruk, bertemu dengan pria cacat mental dan bahkan gue harus menyebutnya sebagai ayah, yang benar saja? Hidup gue dulu berjalan baik bagai sebuah dongeng, tapi sekarang semua tera...
![Hold Me [End]✓](https://img.wattpad.com/cover/149619588-64-k308827.jpg)