(30) MULAI BRUTAL

24 9 0
                                        

Umumnya jika orang memaksa pasti ada maksud lain yang akan menjatuhkan kita, benar apa tidak? Kita sendiri yang menilai~~~


"Kenapa Lyn?" Tanya Dion saat dirinya tak henti menatap keluar jendela

"Eh, ga kenapa-kenapa kok!"

Mereka amat gembira, berjalan dari pagi sampai akhirnya matahari bertukar posisi.

"Dambi, kita ke taman ya!" Cetus Theresia

"Siap bos! Perintah dilaksanakan!" Dion melanjutkan perjalanan

Taman dekat pusat kota memang menjadi ikon unik di kota ini, apalagi dikunjungi akhir tahun ini, pasti banyak orang yang akan mengabadikan event nya.

Mereka sampai, agak ramai bisa dibilang, anak-anak berlarian kian kemari, pasangan-pasangan berjumbu seolah-olah dunia milik mereka dan pastinya bunyi petasan dan kemilau kembang api membuat taman ini bak Wonderland.

"Dambi! Ayo beli kembang api!" Ajak Theresia yang terus menarik tangan kakaknya ini

"Oke!"

Semangat Theresia mampu membuat Dion kewalahan. Ia bahkan tak bisa mengelak saat gadis kecil itu menarik paksa tangannya.

"Tunggu ya!" Kata Dion saat dirinya ditarik Theresia

Aerlyn tertawa kecil, baginya tingkah anak-anak seperti ini sudah biasa.

Ia duduk dan menikmati suasananya. Terasa hangat dan juga adem. Apalagi melihat gemerlap bintang-bintang yang berserakan di langit.

Kring~~

"Bahagia banget ya? Lupa kalo Masi ada gue? Liat dibelakang, gue nunggu waktu yang tepat biar bisa bawa Lo pergi dari sini!" Lagi-lagi dari Dorazhine

Aerlyn menatap perlahan kebelakang, memang ada orang yang mencurigakan disana, memakai jaket hitam yang menutupi wajahnya.

Ia mendekat dan semakin mendekat. Bahkan Aerlyn pun langsung berlari menghindari orang itu.

Taman ini cukup ramai, Aerlyn jadi mudah untuk melarikan diri, denyut jantungnya terpacu, ia mencoba mencari keberadaan Dion agar bisa selamat.

"Aww!" Ringis Aerlyn saat ada yang memukul kepalanya dari belakang

Ia melangkah kebelakang, tepat saat semua orang terpana melihat petasan dibunyikan.

Aerlyn jatuh berlutut, tak ada orang yang menyadari. Sigap orang yang memukul Aerlyn tadi membekap mulut Aerlyn dan menariknya dengan paksa.

Malam itu suara Aerlyn tidak terdengar lagi, dan untuk sekarang ia hanya pasrah.

.

"Lo akhirnya jadi milik gue! Hahahaha! Sebentar lagi, dan hanya hitungan detik saja Lo bakalan jadi milik gue!!" Ia mengelus pipi Aerlyn yang tidak sadarkan diri itu

.

"Lho? Aerlyn mana? Bukannya dia disini?" Dion mangut-mangut

Dion mulai cemas saat tidak menemukan Aerlyn diatas jam 12. Theresia pun sudah terlelap. Dion makin frustasi dibuatnya.

"Gue musti anterin Theresia dulu!" Ia menuju rumah

Setelah itu Dion menelpon Laily, mau tidak mau ia harus menemukan Aerlyn sekarang juga.

"Halo? Ly, Aerlyn hilang! Gue ga tau dimana dia sekarang!" Dion menggaruk kepalanya gusar

"Ha? Hilang? Gimana ceritanya?" Laily agak berteriak

"Pokoknya Lo gue jemput trus bantu gue buat nyariin dia! Cepat siap-siap! Gue ga mau bokap ama nyokap nya tau!" Cepat Dion menuju ke apartemen Laily

Hold Me [End]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang