(22) DEMI LO

44 10 1
                                        

Moody!

Sebelumnya, author beserta keluarga besar mengucapkan selamat hari raya idul Adha bagi yang merayakan😊😊😊🙏🙏

.
.
.



"Bisa gak nanti Lo mampir dulu kerumah gue? Bantuin beres-beres buat besok gitu!" Kata Arka dalam percakapannya

"Boleh! Eh, bukannya Lo pergi besok lusa ya?" Tanya Laily

"Ya..maksud gue itu! Makin cepet kan makin baik!" Balas Arka

"Yaudah..sekarang, Lo tidur aja udah malem nih!" Cetus Laily

"Ya panda kurus ku...gue tidur!" Kata Arka sedikit tertawa

Setelah itu sambungan ditelepon putus. Laily menyimpan perasaan hati yang sebenarnya. Masalah Arka yang ingin pergi jauh darinya membuatnya amat sedih. Karena Laily benar-benar tulus mencintai pemuda itu.

"Arka! Jujur gue katain, gue sebenernya gak mau jauh dari Lo! Gue udah terlanjur sayang banget sama Lo! Gue mohon jangan pergi!" Laily seketika menangis tersendu-sendu

Laily menangis dalam himpitan bantal yang empuk itu. Mencoba meredam suara agar tak bisa didengar orang lain.

"Laily! Ayo makan!" Teriak sang ibu

"Ya! Laily datang!" Balasnya cepat

.
.
.

Pagi haripun tiba seperti biasanya. Aktivitas serta rutinitas nampak dijalankan dengan baik oleh sejumlah orang. Laily sudah pergi kesekolah pagi-pagi sekali, diapartemen hanya tinggal sang ibu juga ayah.

"Essy! Ayo kita makan!" Ajak Surya

Essy berjalan sedikit lambat. Ia memperhatikan suaminya yang tengah sibuk menghidangkan beberapa masakan diatas meja.

"Ayo duduk!" Sambung Surya

Essy duduk sesuai dengan apa yang dikatakan Surya. Essy terus saja memperhatikan Surya yang sedari tadi terus tersenyum.

"Ada apa ini? Kenapa tumben sekali?" Tanya Essy

"Hari ini aku bahagia! Ayo kita rayakan ini! Ini khusus aku buat untuk kita!" Surya pun ikut duduk disamping Essy

Surya mengambil gelas, ia menuangkan sesuatu berwarna merah gelap kedalamnya. Essy yang terus menerus memandang kemeja makan tidak melihat apa yang dituangkan suaminya itu.

"Minumlah!" Ujar Surya

Essy mulai meminum air itu. Dahaganya seketika hilang saat air yang diminumnya itu habis tanpa sisa.

"Kau suka?" Tanya Surya

"Suka! Aku senang kau seperti ini Surya! Selama ini hanya ini yang aku inginkan!" Balas Essy

"Kalau kau ingin aku seperti ini berilah aku korban yang banyak!" Surya mendekatkan wajahnya

"Korban?" Tanya Essy

"Yah! Apalagi kita menikmatinya bersama-sama! Bersulang menikmati setiap darah yang aku kumpulkan! Aku sangat puas!!" Surya tersenyum penuh kemenangan

Essy membelalak, seketika keringatnya bercucuran mendengar apa yang dikatakan suaminya. Ia meminum darah seseorang.

"Huekkk!!" Essy langsung mual karenanya

Essy langsung berlari kekamar mandi. Ia berusaha memuntahkan apa yang ia minum barusan.

Surya tertawa kecil, ia menyantap daging korbannya sendiri ditemani teriakan jijik dari istrinya yang seketika membuka selera makannya.

"Ini nikmat!!" Surya membersihkan bibirnya yang terlihat bekas noda darah

Hold Me [End]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang