Silahkan baca!
Dalam sehari Dion dibuat bingung dengan semua kenyataan yang datang secara tiba-tiba tanpa diundang. Dan untuk sekarang pun Dion belum bisa mencerna dengan baik apa saja yang sudah dikatakan pamannya dan hasil tes yang mengatakan kalau Arka adalah kakaknya. Senang, bingung, canggung bahkan linglung begitu menguasai pikiran Dion.
Lain dari itu, sesuai dengan permintaan sang paman, Arka akhirnya bersedia untuk memutuskan hak asuh dan juga adopsi dari orang tua kandung Dorazhine. Karena memang dari awal, tujuan orang tua Dorazhine mengadopsi adalah untuk menjaga anak semata wayangnya sampai Arka menemukan orang yang benar-benar mengasuhnya dengan baik. Dan hari itu tiba! Saat seorang paruh baya tanpa berpikir bertanya atau apapun itu melakukan hal diluar dugaan sampai kebenaran ini terungkap cepat.
"Ryoshin*, aku sudah menemukan adik dan juga keluargaku! Aku sudah mengabdi sejauh ini dan menjaga anak kalian dengan baik! Walaupun itu belum seberapa dengan semua yang kalian beri! Aku ingin memutuskan kontrak dengan kalian berdua!" Jelas Arka berterus terang
"Huft..kau benar! Pergilah dan capai apa yang kau inginkan! Kami tidak akan mencegah apapun keputusanmu!" Kata wanita cantik itu
Arka tersenyum kecil kearah mereka. Bangkit dan segera pergi meninggalkan mereka. Dorazhine mendengar percakapan mereka merasa sedikit sedih. Bagaimanapun juga, Arka sudah berbuat banyak kepadanya. Dan sekarang harus pergi karena menemukan keluarga yang sesungguhnya. Arka menatap Dorazhine, tersenyum pahit dan menepuk dengan lambat pundaknya sebagai salam terakhir.
Dorazhine hening. Ia melihat setiap langkah Arka yang akan keluar dari rumah ini. Ia beralih menatap orang tuanya dengan tangan terlipat didepan dada ia berdecak.
"Arka pergi?" Tanyanya langsung
"Yah..dia berhak pergi kapanpun!" Jawab ayahnya
"Akachan, ayo kita keluar! Aku malas disini! Membosankan sekali!" Cetus ibunya
"Ayo sayang! Kebetulan ada promosi besar-besaran dimall kota!" Balas ayahnya dan langsung pergi meninggalkan Dorazhine disana sendiri
Suasana seketika hening. Dorazhine meremas ujung bajunya dengan kesal. Sekali lagi dan selalu begini, ia tinggal dirumah sendirian. Orang tuanya bahkan tidak peduli dengan dirinya. Apalagi sekarang Arka sudah pergi dan juga pembantu dirumah ini juga keluar membeli keperluan rumah.
Dia benar-benar sendirian..
Tanpa teman atau siapapun! Karena semua orang membencinya! Dia dianggap sebagai beban oleh orang tuanya yang sibuk dengan dirinya sendiri. Dia hampa.....
Dari atas lantai dua Dorazhine menatap malas kedua orang tuanya yang nampak bahagia dan ingin pergi berduaan saja. Bahkan air mata pun menjadi bukti kesedihan yang ia rasakan. Selama ini, ia tidak diperhatikan orang tuanya.
"Bodoh!! Pergi saja kalian semua! Gue memang pantas sendirian seperti ini!" Gerutu Dorazhine
Ia menatap langit malam yang sejuk itu. Sesekali berbicara dengan galaksi yang membentang luas seakan-akan memperhatikan dirinya.
Lain dari itu, Aerlyn mendapat kabar bahagia. Ayahnya berangsur-angsur pulih dari penyakit jiwanya. Bahkan malam itu, Aerlyn makan bersama dengan ayah dan juga ibunya. Gelak tawa dan juga suka ria menghiasi meja makan dikala malam yang tenang itu.
"Haha...ayah benar! Ibu sangat cantik!!" Gelak Aerlyn
"Ahh, kau bisa aja!" Decak Essy
Arka yang menuju rumah Dion melihat keluarga itu dengan tersenyum manis. Mengingat semua yang dikatakan Laily terlihat bohong dengan senyuman yang begitu terpancar dari keluarga yang nampak harmonis itu.
Malam pukul sebelas, dengan pakaian rapi Dion ingin mengemasi bar miliknya. Tak peduli dengan sang kakak yang akan tiba sebentar lagi.
"Hei! Lo kok tapi banget malam-malam? Mau kemana?" Tanya Arka langsung saat tiba didepan pintu
"Gue ada urusan! Nanti kalo kakak mau apa-apa, minta aja sama Robert! Nanti paman juga datang kok! Ehm..kak! Lo udah kasi tau Laily gak soal ini?" Kata Dion
"Belum besok aja! Lo juga jangan kasi tau Aerlyn dulu ya! Soalnya dia lagi seneng-senengan sama keluarganya!" Arka langsung duduk dan meminum secangkir teh hangat yang disajikan Robert
Dion menyembunyikan senyum sinisnya. Bagus lah kalau Aerlyn lagi keluar apartemen ini bisa saja petunjuk baru tentang kecurigaan Dion kepada Aerlyn
"Oh gitu! Yaudah gue pergi dulu yak!" Lambai Dion diluar rumah
Arka membalas lambaian dari adiknya. Rasanya masih canggung berada dalam satu rumah bersama adik kelas yang ternyata adik kandungnya sendiri.
Dion langsung memastikan apa yang dikatakan kakaknya dengan menelpon Laily.
"Hallo Laily! Telepon Aerlyn cepat! Gue, mau pastiin yang dikatakan kak Arka dimana Aerlyn sekarang!" Katanya dalam telepon
"Oke! Gue coba telepon dia! Lo tunggu kabar dari gue ya!" Balas Laily
"Oke gue tunggu!" Dion lalu mematikan ponselnya
Ehm.. perasaan curiga terhadap Aerlyn semakin Dion rasakan. Tadi Arka mengatakan kalau Aerlyn lagi makan malam diluar bareng keluarganya. Dan sampai jam satu malam Alexa juga tidak ada tambah lagi kabar dari Laily yang mengatakan Aerlyn memang ada diluar.
Dion semakin curiga lagi dengan semua tujuan dari apa yang dilakukan Aerlyn, serasa ada yang disembunyikan disini. Dion berpikir keras dengan semua ini. Seakan-akan ini adalah masalah besar. Tapi memang, melihat Aerlyn yang tidur terus-terusan dikelas membuatnya sedikit risih bahkan tak mau melihatnya. Ia harus tahu apa sebenarnya yang dipikirkan Aerlyn.
"Kenapa Aerlyn gini sih? Ada masalah keluarga ya? Tapi dia nampak seneng-seneng aja! Atau gegara Dorazhine? Tapi dia gak gangguin Aerlyn lagi! Hm..gue musti tau semuanya! Gue musti buat dia gak sadar!" Dion menerka-nerka apa yang terjadi
"Alexa replika Aerlyn!" Gumam Dion
*Ryoshin=> orang tua
***
Tbc
.
.
Next! Besok besok
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold Me [End]✓
Teen Fiction(CERITA BELUM DIREVISI) Cek n enjoy to story'😋 Yang jelas takdir gue buruk, bertemu dengan pria cacat mental dan bahkan gue harus menyebutnya sebagai ayah, yang benar saja? Hidup gue dulu berjalan baik bagai sebuah dongeng, tapi sekarang semua tera...
![Hold Me [End]✓](https://img.wattpad.com/cover/149619588-64-k308827.jpg)