Update today! Plis give me voment yoo guys!
.
Dengan napas yang menderu begitu cepat Surya segera pergi sebelum hal yang benar-benar buruk terjadi pada Aerlyn, ia mengerti bahwa Aerlyn sendiri bukan anak kandungnya, tapi sudah jelas ia sangat menyayanginya lebih dari kasih sayang seorang ayah kandung.
Kebohongan yang ia buat membuat Aerlyn jadi tidak percaya sama sekali kepadanya lagi, kali ini ia akan melakukan hal yang tepat yaitu dengan menyelamatkannya.
"Ayah akan melindungmu!"
Langkahnya terhenti ketika sampai didepan gerbang sekolah, saat itu banyak siswa yang keluyuran, sebagian ada yang sudah mencoret-coret baju tanda lulus. Itu tidak penting, sekarang yang perlu Surya cari adalah keberadaan anaknya.
Ia pertama-tama mengamati sekitar, apakah ada sesuatu yang mengganjal? Atau sesuatu yang tidak sesuai dengan tempatnya.
Dari lantai atas Surya melihat seorang gadis dengan setengah wajahnya menatap keramaian di lapangan kala itu.
"Dia, diatas! Tapi semua ada disini!" Ujar Surya menganalisa
Datang akan pergi...
Lewat kan berlalu...
Ada kan tiada..bertemu akan berpisah..
Haru menyeruak di lapangan yang dipenuhi asap smoke bomb ketika menyanyikan lagu legendaris perpisahan itu.
Surya melihat, anaknya menangis. Tapi hatinya juga sedikit lega ketika orang-orang terkasih mengelilinginya. Dion, Laily dan cowok pirang yang nampaknya begitu akrab.
"Mungkin pesan tadi cuma main-main!" Kata Surya berbisik
Ia duduk sebentar, sepertinya tidak ada ancaman yang perlu ditakuti.
Segera Surya menghubungi istrinya, menyuruh untuk membatalkan laporan karena ia tidak mendapati masalah serius. Tapi dalam sekejap, saat ponsel itu ingin menyentuh telinga, sebuah tabrakan keras membuat ponsel itu terbanting.
Surya coba menahan emosinya, karena disini ada banyak orang, salah tindakan bisa-bisa ia terkena masalah berat.
Dan anehnya, orang yang menabrak tersebut tidak meminta maaf, bisa di cap tidak punya sopan santun.
Surya hanya menatap dengan jeli siapa orang itu, ia membawa kotak berisi stik smoke bomb dengan bermacam warna.
"Smoke bomb lagi?" Surya lagi-lagi berpikir
Matanya disipitkan, jika dilihat-lihat lagi anak itu seperti pernah ia lihat sebelumnya. Wajahnya sedikit rusak seperti habis terbakar, apa mungkin cuma pengantar pesanan saja?. Tapi kenapa harus pakai masker? Ah, mungkin ia tak mau melihatkan wajahnya.
"Tidak melihatkan wajahnya ya? Hm,,"
Surya mengendap-endap, itu sudah biasa ia lakukan. Anak itu pergi kelantai dua. Sepertinya benar pengantar barang.
Sampai disebuah kelas, mulanya kelas itu terkunci, tapi dengan leluasa anak itu masuk dengan mengucapkan kata-kata asing, seperti password.
Sampai disini Surya jadi curiga lagi, dari pintu yang tidak tertutup rapat, ia bisa lihat wajah mereka dengan jelas.
Anak tadi membuka maskernya, dan benar wajahnya bagian kiri sudah rusak karena terbakar. Dan Surya tambah terkejut saat mengingat wajah yang pernah ia lihat sebelumnya.
"Anak yang nangkep Aerlyn waktu itu! Dia, masih hidup? Dalam kebakaran sebesar itu rasanya mustahil!!!" Surya jadi semakin resah
Ditangan anak itu ada sebuah senapan kecil G18, senjata yang biasa polisi gunakan saat meringkuk penjahat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold Me [End]✓
Teen Fiction(CERITA BELUM DIREVISI) Cek n enjoy to story'😋 Yang jelas takdir gue buruk, bertemu dengan pria cacat mental dan bahkan gue harus menyebutnya sebagai ayah, yang benar saja? Hidup gue dulu berjalan baik bagai sebuah dongeng, tapi sekarang semua tera...
![Hold Me [End]✓](https://img.wattpad.com/cover/149619588-64-k308827.jpg)